Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 37


__ADS_3

Pak Hutomo yang sudah mengetahui semua nya dari mulut anak buah Nanda secara langsung.detik itu juga bergerak dengan cepat untuk menghubungi tangan kanan serta asisten pribadi Nanda untuk menarik semua saham milik perusahaan mereka sehingga membuat pemilik saham yang lain nya ikut mundur secara perlahan.semua yang terjadi malam ini memang sudah sesuai dengan prediksi Pak Hutomo.daya tarik serta nama besar nya memang masih terus berjaya di dunia bisnis sehingga membuat semua kolega bisnis sangat segan dan tunduk kepada dia.ibarat pepatah yang mengatakan.sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.


Bram yang baru pulang ke rumah nya dengan wajah babak belur serta penampilan yang acak-acakan.langsung di sambut oleh kedua orang tua nya dengan sangat histeris.


Bu Wati bergegas mengambil air dan kain lap untuk mengompres luka lebam Bram.sedangkan Pak Slamet langsung berlari ke arah tangga untuk mengambil kotak obat yang tersimpan di bagian belakang tangga.


" Kenapa Kamu bisa seperti ini Bram?" tanya Pak Slamet dengan wajah bringas nya.


" Aku nggak papa Yah! Tadi nggak sengaja kena senggol orang lain." kilah Bram sengaja menutupi semua nya dari kedua orang tua nya.dia tidak ingin kedua orang tua ini semakin menabuh genderang perang di antara dia dan juga Nanda.atau lebih parah nya lagi,Dona lah yang akan menjadi tersangka utama di balik kejadian yang dia alami saat ini.


" Kalau kena senggol kenapa sampai berantem seperti ini Bram?" tanya Bu Wati yang sedang sibuk dengan es batu dan kain lap kecil.semantara Pak Slamet berjalan cepat mengambil kaca kecil untuk di gunakan oleh Bram melihat kondisi wajah nya sendiri.cukup parah dan terdapat banyak luka di seluruh bagian wajah nya.bahkan hidung nya sampai sekarang masih terasa perih akibat terkena gumpalan keras dari tangan Nanda.


Bram yang sejak tadi sudah seakan mati rasa tanpa merasa sakit sedikit pun.namun ketika tangan Bu Wati menyentuh luka nya dengan kain lap dingin tak ayal seketika itu juga Bram menjerit kencang karena merasa ngilu bercampur perih.jeritan nya semakin kencang terdengar ketika luka nya tanpa sengaja di tekan oleh Bu Wati.Bi Soidah yang sudah berada di dalam kamar nya sampai berlari keluar karena merasa takut dengan suara kencang milik Bram.


" Ini memang perih,tahan saja sebentar sampai Ibu selesai membersihkan luka mu ini. sebaik nya Kamu laporkan saja orang yang sudah melukai Kamu itu ke kantor polisi.biar dia tahu rasa dan kapok sudah membuat masalah dengan Kamu." ucap Bu Wati penuh emosional.


Bram yang semakin merasa sakit hanya bisa memejamkan mata dan memilih bungkam tanpa merespon usulan dari sang ibu.jika sampai itu terjadi maka dia sendiri lah yang pertama kali masuk ke dalam bui.terlebih lagi ruang tengah itu memang memiliki Cctv yang akan mereka jadikan barang bukti nanti nya.


Ketika wajah nya sudah selesai di kompres dan meminum obat pereda nyeri yang di berikan oleh sang Ibu.Bram langsung masuk ke kamar untuk memikirkan semua yang sudah dia lakukan malam ini.

__ADS_1


" Akhirnya Aku tahu bagaimana hancur nya perasaan Dona dulu ketika mengetahui pernikahan siri ku dengan wanita sialan itu!" gumam Bram sambil meniti perlahan anak tangga yang akan membawa dia menuju ke kamar nya.


Bram masuk ke dalam kamar dengan pandangan kosong.entah setan apa yang merasuki dia sampai dia berani berbuat nekat seperti tadi.dan sudah pasti sangat melukai perasaan Dona.


" Bagaimana mau mendapatkan cinta nya lagi! Dona pasti sekarang sedang marah dan benci banget sama Aku."


5 menit kemudian.Bram terhenyak,seluruh tubuh nya bergetar hebat.dengan kedua tangan menggenggam erat ponsel di tangan nya.setelah membaca pesan yang di kirim oleh sekretaris serta asisten pribadi nya.


Beberapa detik kemudian panggilan masuk dari Jefri asisten pribadi nya masuk ke layar ponsel nya.Bram pun bergegas menerima panggilan tersebut dengan menggeser tombol hijau yang menyala tiada henti.


" Jangan main-main Jefri! Lakukan yang terbaik dan jangan sampai perusahaan tumbang sebelum Aku berhasil meyakinkan kembali pemilik saham itu." titah Bram dengan rahang mengeras.


" Aku tidak boleh kalah." Bram berteriak dengan kalap.


Pak Hutomo yang penasaran mengenai kabar tentang Dona bergegas menghubungi Nanda.


Meskipun malam sudah larut tidak membuat pria renta ini mengurung kan niat nya sedikitpun. keadaan cucu menantu nya lebih segala nya di banding kan dengan kondisi tubuh nya.jika Dona terluka sedikit saja itu sama artinya dengan melukai diri nya sendiri.karena Dona merupakan kebahagiaan bagi cucu dan cicit kesayangan nya.


" Jaga Dona dengan baik! Jangan tinggalkan dia walaupun hanya untuk sebentar.pernikahan kalian harus tetap di laksanakan besok pagi.Kakek tidak bisa menunda nya lagi.setelah resmi menikah nanti maka Dona dan kedua cicit Kakek akan tinggal bersama kita." ucap Pak Hutomo terdengar sangat khawatir.

__ADS_1


" Iya Kek,Dona sudah baik-baik saja saat ini.lebih baik Kakek segera istirahat karena besok pagi adalah hari tersibuk dan sangat melelahkan untuk keluarga kita.Nanda mohon jangan sampai anak-anak tahu tentang masalah ini Kek.jaga mereka jika nanti Bram nekat menerobos masuk ke dalam dan membawa paksa anak-anak." Nanda terpaksa menerima telepon dari sang Kakek di kamar mandi karena tidak ingin membuat tidur Dona menjadi terganggu.awal nya Nanda juga sudah ikut terlelap dalam rasa lelah nya.tapi ketika melihat nama sang Kakek yang tertera di layar ponsel nya membuat Nanda dengan terpaksa menepis rasa kantuknya sebelum Pak Hutomo nekat datang ke sini untuk menjawab sendiri rasa penasaran nya .


" Anak-anak sudah aman bersama Kakek! Penjagaan di depan dan sekitar rumah juga sudah di tingkat kan.ya sudah istirahat lah dengan baik dan jangan sampai telat datang ke sini." Pak Hutomo menutup telepon dengan perasaan lega.jika sudah seperti ini maka dia baru bisa tidur dengan nyenyak.


Dan untuk Monik sendiri saat ini,sudah mulai menikmati semua yang dia inginkan.apartemen mewah di sebuah kawasan elit sudah menjadi hunian terindah nya.dompet yang awal nya menipis kini sudah tebal dengan kartu debit pemberian Pak Jonan sang sugar Daddy barunya.


Monik yang sudah terbiasa menjadi simpanan para pengusaha kelas atas sedikit pun tidak merasa takut jika nanti dirinya akan kembali di buang setelah istri sah dari Jonan mengetahui semua permainan liciknya.yang terpenting saat ini dia bisa menikmati hidup dengan segala kemewahan yang di berikan Jonan kepada dia .


3 jam penuh Monik di hajar habis-habisan di atas ranjang oleh Jonan tanpa henti.walaupun sebenarnya ada kenikmatan tersendiri yang di berikan oleh Jonan untuk fantasi **** Monik yang sangat liar.namun terkadang juga sangat menyakiti Monik dengan rasa perih dan banyak bekas luka lebam yang di tinggal kan oleh Jonan di dada dan juga leher nya.


Ingin menyerah dan menolak semua yang dia minta.namun Monik sadar jika saat ini hanya Jonan yang bisa dia manfaat untuk keberlangsungan hidup nya.


" Terimakasih sayang! Kamu selalu nikmat dan membuat Aku lupa akan jalan pulang ke rumah istri jelek ku itu." bisik Jonan yang dengan sengaja meremas bukit kembar Monik sehingga membuat Monik tanpa sadar kembali mengeluarkan lenguhan merdu nya.


" Sayang! Aku capek." ucap Monik sambil menggigit bibir bawah nya agar tidak lagi mengeluarkan suara yang akan membuat dia terkapar tak berdaya.


" Satu kali lagi baby! Aku masih belum puas dan sangat menginginkan goyangan indah mu itu." pinta Jonan tanpa berpikir panjang langsung menerobos masuk sehingga membuat Monik kembali berteriak nikmat.


Kedua nya terus berpacu di sela keringat yang bercucuran deras.bahkan jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi tidak di hiraukan oleh kedua insan yang tengah sibuk menjemput surga dunia yang selama ini mereka cari di luar sana.

__ADS_1


" Akh....Akh..." kedua nya mengerang panjang ketika sesuatu di bawah sana mengeluarkan cairan panas dan langsung tertidur pulas dengan sisa keringat yang masih membahasi tubuh mereka masing-masing.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍😍


__ADS_2