Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 42


__ADS_3

Dona yang sudah terbiasa bangun pagi sebisa mungkin memaksa diri nya untuk bangun di saat jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi.rasa perih di ujung paha nya tidak membuat wanita ini bermalas-malasan untuk kembali tidur dan beristirahat lebih banyak lagi.


Setelah selesai mandi dan memakai mukena nya.Dona lalu membangun kan suami nya yang masih betah tertidur pulas sambil memeluk guling yang mungkin dia kira adalah Dona.


" Mas! Mandi dulu sana.nanti waktu subuh nya keburu habis Mas." ucap Dona di samping suami nya.


Nanda yang merasa tidur nya terusik lantas perlahan membuka kedua mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


" Kamu sudah mandi sayang? Kenapa nggak mandi bareng aja?" tanya Nanda membenarkan posisi duduk nya.


" Kalau mandi bareng nanti malah semakin lama lagi .udah ayok bangun dulu,Aku mau ngecek anak-anak dulu ya Mas.nanti kita sholat berjamaah." pamit Dona lalu keluar dari kamar mereka dan menuju kamar kedua putri nya yang kebetulan juga bersebelahan.


Tok..Tok..Tok..


" Mbak! Udah bangun belum,sholat subuh nya jangan lupa." Dona masih berdiri di depan pintu berbicara dengan nada pelan agar tidak membuat keributan di pagi buta.


" Sudah Bu,ini baru siap ambil air wudhu." jawab Alena yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi.


" Oh baik lah.Ibu tinggal ya Mbak." pamit Dona lalu beranjak membangun kan putri bungsu nya yang ternyata juga sudah bangun dan tengah bersiap-siap melaksanakan ibadah sholat subuh.


Dona kembali lagi masuk ke dalam kamar nya setelah memastikan bahwa kedua anak nya sudah bangun mengerjakan kewajiban mereka dan biasa nya setelah itu mereka akan mengulang kembali pelajaran yang sudah mereka dapat kan hari kemarin.


Melihat suami nya yang belum keluar juga dari kamar mandi.Dona lalu menyibukkan diri untuk membereskan ranjang yang sudah kacau akibat percintaan mereka tadi malam.Dona hanya bisa geleng-geleng kepala membayangkan apa yang sudah mereka perbuat tadi malam.karena sama-sama sudah pernah menikah sehingga membuat mereka berdua lebih cepat bergerak sebelum orang ketiga kembali datang mengganggu rumah tangga ini.Dona yang tidak ingin lagi rumah tangga nya hancur akibat masuk nya wanita lain bertekad akan melakukan apapun yang akan membahagiakan suami nya .hanya untuk berjaga tetapi tidak untuk menjerumuskan diri nya terlalu dalam.


" Ini pakaian nya Mas." Dona memberikan sebuah baju Koko ,kain sarung berikut juga dengan kopiah nya kepada sang suami.sedangkan untuk sajadah sudah dia bentang di depan ranjang sana.


Nanda menerima nya sambil tersenyum hangat.


" Terimakasih sayang.enak banget ya rasa nya punya istri." goda Nanda membuat Dona menatap heran kearah nya.


" Jangan menggoda ku ,Mas! Dulu Kamu juga sudah pernah punya istri kan.lalu apa beda nya dengan sekarang?" sahut Dona melanjutkan memasang kembali sprai baru yang dia ambil dari lemari pakaian. Sedangkan untuk sprai yang sudah kotor dia tumpuk di dekat keranjang baju kotor.


" Ya beda dong sayang, meskipun sudah pernah menikah tapi Aku tidak pernah merasakan di layani sebaik ini.mau makan ya makan sendiri.mau tidur ya tidur sendiri.mau ngapain aja pokok nya sendiri-sendiri karena dia tidak pernah mau menjadi istri sesungguhnya.hanya sibuk dengan dunia nya sendiri tanpa menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri." jelas Nanda kembali menceritakan bagaimana pahit nya rumah tangga nya dulu bersama mantan istri yang sudah begitu tega mengkhianati pernikahan mereka.padahal dia bukan lah tipe lelaki banyak menuntut dan terkesan memberikan kebebasan penuh kepada mantan istri nya.

__ADS_1


" Ya ampun kasihan banget sih suami ku ini,nanti akan Aku lakukan apapun yang Kamu inginkan.tapi tidak untuk menerima poligami." tegas Dona masuk ke kamar mandi untuk kembali mengambil air wudhu karena tidak sengaja melakukan sesuatu yang merusak air wudhu nya .


Kedua nya lalu sholat subuh secara berjamaah dengan Nanda yang bertugas sebagai imam nya.


Selesai sholat Nanda mengulurkan tangan lalu di sambut dengan baik oleh Dona.tidak lupa juga dia mengecup kening istri nya dalam durasi yang begitu lama.


" Terimakasih sudah bersedia menjadi pendamping hidup ku.Aku bahagia sekali bisa memiliki Kamu dan juga anak-anak." ucap Nanda yang sudah merengkuh tubuh Dona masuk ke dalam pelukan nya.


" Harus nya Aku yang mengucapkan kata itu untuk Kamu, terimakasih sudah menerima kehadiran kami bertiga .maaf jika Aku masih punya banyak kekurangan." Dona ikut memeluk tubuh suami nya penuh kasih sayang.


" Kamu begitu sempurna,Bayu yang terlalu bodoh menyia-nyiakan wanita seperti Kamu.Aku yakin saat ini dia sudah menyesal dan mulai berpikir keras untuk mengambil kembali Kamu dari Aku."


" Mas! Aku mohon jangan sampai kejadian kemarin malam mengharuskan dia mendekam di penjara sana.lupakan semua nya dan yang penting Aku sudah baik-baik saja.Aku memang masih marah kepada dia.tapi Aku juga nggak bisa membiarkan anak-anak untuk semakin menaruh dendam kepada ayah kandung mereka sendiri." pinta Dona yang masih memikirkan perasaan kedua putri nya.jika sampai Bram tidur di penjara yang pengap itu.maka kedua putri nya semakin besar menaruh kata benci kepada lelaki tersebut.


" Sudah cukup hukuman yang Kamu berikan jangan di tambah lagi." imbuh Dona setengah memohon


Nanda yang sejujurnya tidak menyetujui usulan dari sang istri terpaksa mengalah dan akan semakin memperkuat tim penjagaan yang akan selalu berada di samping Dona dan juga kedua putri nya.


" Baiklah! Tapi jika nanti dia kembali berulah lagi ,maka tiada kata ampun lagi untuk perbuatan nya itu." ujar Nanda mengalah.


Dona mengangguk kan kepala sebagai tanda setuju.


Suasana meja makan keluarga Hutomo pagi ini terasa sangat berbeda oleh kehadiran Dona dan juga kedua putri nya.di tambah lagi penampilan Dona yang hari ini sangat berubah total membuat semua anggota keluarga memberikan pujian kepada dia.rok panjang semata kaki di padukan dengan kemeja panjang serta hijab yang senada dengan warna rok nya membuat Dona semakin terlihat anggun.


" Kamu cantik sekali sayang." puji Nanda seolah tidak mengenal kata bosan.padahal selama setengah jam di kamar tadi Nanda juga memberikan beberapa kali pujian untuk penampilan istri nya yang begitu sejuk jika di pandang oleh mata.


" Mas! Tadi kan Kamu juga udah ngomong begitu di kamar!" seru Dona gemas.


" Ibu memang cantik loh Bu! Nanti kalau udah mulai kuliah Alena juga pengen pakai penutup kepala sama seperti Ibu." sahut Alena dengan suara bergetar menahan tangis yang akan pecah.entah kenapa hati nya terasa sangat tersentuh oleh apa yang di tunjuk kan oleh sang Ibu kepada mereka.


Sulit bagi nya untuk menjelaskan semua nya.yang jelas hati nya ikut bergetar dan sudah tidak sabar ingin mengikuti jejak sang Ibu.


" Masya Allah Nak! Eyang tunggu itu.Kamu memang harus mulai belajar tentang hal itu.cantik itu tidak melulu harus memakai pakaian yang kekurangan bahan.tapi cantik itu berasal dari hati dan bukan dari yang di luar saja." Pak Hutomo mengacungkan dua jempol untuk keinginan sang cicit yang di luar dugaan nya.

__ADS_1


" Terimakasih sudah mau mengikuti Ibu ,Mbak! Semua nya harus dari hati,siap tidak siap kita memang harus melakukan nya." Dona menatap kagum sosok putri sulung nya yang selalu bisa membuat dia terharu.meskipun berasal dari keluarga broken home tidak membuat sang putri berubah haluan.


" Adek nanti juga mau ikut ! Nanti kita cari hijab sama-sama ya Mbak." celetukan Priska membuat ketiga orang dewasa tersebut langsung mengacungkan jempol ke arah nya.


" Ayah akan menemani kalian untuk membeli nya." balas Nanda mengedipkan sebelah matanya.


" Yeayyy." kedua gadis remaja tersebut langsung bersorak gembira.karena sudah paham jika sedang berbelanja dengan sang ayah sambung maka mereka berdua bisa bebas membeli apapun yang mereka inginkan.


" Tapi ingat harus tahu batasan nya Mbak! Jangan semua nya di ambil jika tidak di butuhkan." Dona terdengar mengingat kan kedua putri nya untuk bisa bersyukur dan jangan sampai lupa daratan.


" Siap Ibu,kita pamit dulu ya Bu." Kedua gadis tersebut langsung mencium punggung tangan kedua orang nya lalu masuk ke dalam mobil dengan di antar oleh sang Eyang.


Sementara untuk Dona pagi ini berangkat di antar khusus oleh suami nya sekaligus pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.


" Aku langsung ke kantor ya sayang,mungkin nanti sore akan datang lagi untuk menjemput Kamu." pamit Nanda setelah Dona mencium punggung tangan nya.


" Iya Mas!Jangan telat makan dan ingat kan Pak Sopir untuk pelan-pelan bawa mobil nya."


" Iya sayang,dan untuk Kamu jangan terlalu lelah bekerja nya karena nanti malam kita harus kembali lembur."ucap Nanda setelah itu langsung tersenyum lebar.


" Mas! Ada Pak sopir di kursi depan.udah sana berangkat kerja." Dona buru-buru turun sebelum suami nya yang usil kembali membuat dia merasa malu di hadapan sopir yang masih setia berada di kursi bagian depan.


Hahaha...Nanda tertawa lebar mengingat bagaimana nanti jika Dona benar-benar bisa hamil kembali untuk anak ketiga mereka.


Sedangkan Dona yang sudah masuk ke dalam lobby rumah sakit terus menunduk sambil memikirkan semua perkataan suami nya.hamil di usia yang sudah tidak muda lagi tentu nya sangat berisiko tinggi.tapi tidak jarang juga ada yang bisa melewati semua nya.Dona yang sebagai seorang Dokter kandungan tentu saja sudah mengetahui semua dampak yang akan dia alami nanti nya jika di dalam rahim nya benar - benar di titipkan malaikat kecil.


" Insyaallah semua nya akan baik-baik saja,Aku tahu Aku tidak bisa menolak semua nya karena tujuan dari sebuah pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan.Aku akan memberikan yang terbaik semampu yang Aku bisa." Dona lalu menuju ke ruangan nya dan setelah itu menghubungi perawat yang biasa menemani dia setiap hari untuk datang ke ruangan nya saat ini juga.


" Tolong tebus vitamin ini di bagian apotek ya Sus." titah Dona memberikan secarik kertas bertuliskan beberapa obat kesuburan wanita untuk bisa cepat hamil.


" Baik Dokter." jawab perawat wanita tersebut dengan lembut lalu keluar lagi untuk mengambil pesanan Dona.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2