
Malam ini kedua anak gadis Dona sengaja dia biarkan untuk tidur di tempat Pak Hutomo dengan alasan demi kebaikan kedua anak nya dan juga rasa tidak tega nya.pasal nya besok pagi Dona harus berangkat pagi-pagi ke kediaman Hutomo bahkan sebelum adzan subuh berkumandang dia sudah harus di sana agar bisa mengecek kembali semua hal yang bersangkutan dengan acara pernikahan nya.
Dona yang baru saja merebahkan tubuh lelah nya di atas ranjang tempat tidur.di buat kaget dengan suara Bi Surti dari depan pintu.
Tok..Tok..Tok..
"Bu! Di bawah ada Pak Bram yang ingin bertemu dengan Ibu."seru Bi Surti dari balik pintu.
" Untuk apa Bi?" tanya Dona bingung dan merasa aneh dengan kedatangan Bram selarut ini.
" Saya juga nggak tahu Bu ? Tadi Saya udah menjelaskan kalau anak-anak tidak ada di rumah dan menginap di tempat Pak Hutomo,tapi Pak Bram tetap maksa ingin bertemu dengan Ibu." jawab Bi Surti lagi.
" Baiklah! Nanti Aku akan turun.tapi Bibi harus ingat nggak boleh jauh-jauh dari Aku dan tolong panggilkan juga Pak Maman agar ikut berada di dekat Bibi." entah kenapa Dona merasa ada yang aneh malam ini,selain itu dia juga perlu berjaga karena di antara dia dan Bram sudah bukan pasangan yang halal lagi.sehingga harus ada jarak yang cukup panjang di antara mereka berdua saat ini.
Dona bergegas memakai sweater untuk menutupi baju tidur yang dia kenakan saat ini dan tidak lupa juga mengikat rambut yang sudah berantakan akibat bersentuhan dengan bantal kesayangan nya.
Bi Surti yang sudah memastikan jika Dona akan segera keluar dari kamar nya langsung turun terlebih dahulu untuk memberitahu Bram.belum sempat Bi Surti membuka suara nya.Dona sudah muncul dari arah tangga dengan wajah datar nya.
Bram yang melihat itu langsung tersenyum aneh.
" Hai Na! Selamat malam,maaf jika kedatangan ku malam ini membuat waktu istirahat mu terganggu." ucap Bram dengan begitu lincah nya.
" Ada perlu apa Kamu malam-malam datang ke sini Mas,bukan kah tadi Bibi sudah memberitahu kalau anak-anak lagi menginap di rumah Pak Hutomo." cecar Dona tiada henti.
" Aku sudah tahu dan kedatangan Aku kesini selain ingin bertemu dengan anak-anak juga ingin bertemu dengan Kamu." balas Bram langsung mengambil posisi duduk nya di samping Dona namun sayang nya sang wanita malah sengaja menggeser ke sofa tunggal.
" Apa sebegitu benci nya Kamu sama Aku sampai Kamu tidak mau duduk satu sofa lagi dengan Aku?" imbuh Bram menatap lekat manik mata Dona yang selama ini selalu meneduhkan hati nya.
" Aku hanya ingin menciptakan jarak yang semestinya di antara kita.ingat istri mu sudah bukan Aku lagi melainkan wanita yang dulu Kamu pilih dan rela meninggalkan kami demi dia." Dona menatap tajam Bram yang dia anggap memang sengaja ingin mencari keributan dengan dia.tidak ingin terjadi sesuatu kepada nya malam ini.Dona langsung mengedipkan sebelah mata nya kepada Bi Surti lalu di balas acungan jempol oleh asisten rumah tangga tersebut.
" Harus berapa kali Aku meminta maaf kepada Kamu dan anak-anak agar kalian mau kembali menerima Aku di rumah ini.Aku sudah resmi bercerai dengan dia dan tadi sore Aku mendapatkan kabar jika surat cerai kami sudah keluar dan akan di kirim besok pagi ke alamat wanita itu." jelas Bram agar Dona bisa memahami nya.
" Aku tidak perduli dengan kisah rumah tangga mu.yang Aku tahu Kamu sudah menikah dan kita sudah resmi bercerai." tegas Dona lantang.
__ADS_1
Bram yang semakin gelap mata langsung memeluk tubuh Dona dengan paksa sehingga membuat wanita tersebut berteriak ketakutan.
Bram berusaha menyeret paksa Dona masuk ke dalam kamar yang ada di lantai bawah dengan penuh perjuangan karena wanita tersebut terus saja memberi perlawanan yang sengit
Pak Maman dan Bi Surti yang memang sudah berjaga di sekitar mereka langsung berlari menghalangi langkah Bram.
"Kamu mau apa Mas?" tanya Dona ketakutan.
" Aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat Kamu gagal menikah besok pagi. Kamu harus tetap menjadi istri ku dan tidak boleh di miliki oleh lelaki manapun."
Dona melotot dengan tubuh yang bergetar hebat.untung saja dia sudah berjaga di awal kedatangan Bram sehingga masih ada kemungkinan untuk di selamat kan dari Bram yang sepertinya sudah tidak waras lagi.
" Hentikan semua pikiran buruk mu itu." Dona berdecih kesal.Pak Maman dan Bi Surti yang sudah berada di dekat mereka langsung menghalau tangan Bram dengan sangat kasar sehingga membuat lelaki itu terhuyung kebelakang dengan posisi tubuh yang tidak siap.di dalam hati nya saat ini Dona harus tetap menjadi milik nya tanpa perduli lagi dengan ancaman yang dia dapat kan tadi sore.
" Sudah berani kurang ajar Kamu sama Saya Ya!" seru Bram menatap tajam Pak Maman yang berusaha menyelamatkan Dona.
" Bapak yang sudah keterlaluan.tidak seharusnya Bapak melakukan hal seperti ini kepada Bu Dona! Ini rumah Bu Dona dan kedua anak nya.lebih baik Bapak pulang saja sebelum Saya nekad memanggil seluruh warga untuk memaksa Bapak keluar dari sini." ancam Pak Maman begitu berani dan mengabaikan tatapan mata tajam dari Bram.
Dengan tersenyum miring,Bram langsung bangkit kembali dan memberikan bogeman mentah untuk Pak Maman sehingga membuat wajah lelaki itu babak belur bersimbah darah segar.
" Ini akibat nya jika sudah berani melawan Aku." Bram tersenyum puas setelah berhasil menguasai keadaan dan tidak akan ada lagi orang yang akan mencegah rencana terjadi.
Sementara itu,Nanda mengeram seraya mengepalkan tangan ketika mendapat kan pesan dari Bi Surti beserta kiriman video singkat.meskipun tengah sibuk mengecek beberapa pekerjaan yang harus selesai malam ini juga.Nanda terpaksa meninggalkan semua nya dan langsung berlari dari kamar sambil membawa kunci mobil di tangan nya.
Rasa panik mulai menggerogoti hati nya memikirkan keadaan Dona yang terlihat sedang bersitegang dengan Bram.
" Aku harus memiliki kamu bagaimana pun cara nya." Bram langsung mendorong tubuh Bi Surti hingga terpental kuat ke lantai rumah dan tidak sadar kan diri
" Lepaskan Aku,Mas!" pinta Dona berusaha melepas kan diri dengan menepis tangan Bram sekuat tenaga.
" Kamu benar-benar laki-laki pengecut Mas!Kamu benar-benar bodoh,Kamu yang salah tapi kenapa Kamu malah melampiaskan semua nya kepada Aku." teriak Dona ketika Bram semakin jauh menyeret dia masuk ke dalam kamar.namun belum sempat pintu kamar itu tertutup dengan sempurna.langkah kaki seseorang terdengar dari arah luar dan menendang pintu kamar itu dengan begitu kuat sehingga membuat pintu yang berdiri kokoh retak di seluruh permukaan.
Bugh..
__ADS_1
" Jangan sentuh wanita ku." teriak Nanda dengan penuh amarah dan tanpa ampun menendang punggung Bram sampai lelaki itu terpental ke ranjang dengan kepala yang mengeluarkan darah segar yang cukup deras.
Nanda melotot dengan tangan yang terkepal erat.pukulan bertubi-tubi dia layangkan kepada Bram tanpa perduli jika musuh nya sudah tak berdaya lagi.
Dona yang tidak ingin melihat semua nya langsung menutup mata sambil menggigit bibir bawah nya.
" Aku tahu Kamu memang licik.ancaman yang Aku dan Kakek berikan benar - benar tidak Kamu dengar dengan baik.terima saja nasib buruk mu besok pagi dan Aku pastikan jantung mu akan langsung berhenti detik itu juga." ucap Nanda menarik Dona masuk ke dalam pelukan nya.
Bram yang tidak sanggup memberikan perlawanan lagi hanya bisa memegang dada yang semakin terasa sesak dan menatap penuh benci ke arah Nanda.
" Kamu adalah orang yang seharusnya tidak hadir dalam keluarga ku."ucap nya dengan susah payah karena nafas nya yang terengah-engah .
" Tuhan yang sudah menakdirkan Aku datang di dalam hidup Dona.keluarga mu sudah hancur lebih dulu karena ulah mu sendiri.tuhan mungkin sengaja mengirim aku untuk menyelamatkan Dona dari lelaki bangsat seperti Kamu." sahut Nanda tegas dan penuh penekanan.
Usai mengatakan hal itu Nanda langsung membawa Dona keluar dari kamar tersebut dan memerintah beberapa orang anak buah yang baru saja datang untuk membawa Pak Maman dan Bi Surti kerumah sakit karena sudah tidak sadar kan diri.sedangkan untuk Bram hanya di bawa keluar rumah tanpa ada rasa perduli sedikit pun.
" Kamu harus membayar semua ini." Nanda mengetik sesuatu di layar ponsel nya dan sedetik kemudian langsung tersenyum puas.
" Kamu sudah aman sayang,jangan takut lagi karena setelah ini bajingan itu tidak akan berani mendekati Kamu lagi." ujar Nanda membuat tangis Dona semakin pecah tak terbendung.Nanda terus mengusap kepala hingga ke punggung Dona untuk memberikan kenyamanan.
Di saat kedua nya sedang harap cemas menanti hari pernikahan mereka besok pagi.sesuatu yang tidak mereka inginkan akhirnya terjadi begitu saja tanpa.bisa mereka duga sebelumnya.
Malam ini,demi keamanan dan kenyamanan Calon istri nya.Nanda terpaksa menginap di rumah Dona dengan tidur dalam satu kamar yang sama .tetapi beda ranjang karena kedua nya masih sangat sadar jika mereka saat ini belum sah menjadi pasangan suami istri.Dona tidur di atas ranjang.sedangkan untuk Nanda tidur di lantai dengan hanya menggunakan kasur santai yang sangat tipis.
Dona untuk di luar sana ,Nanda sudah menurunkan beberapa orang anak buah nya untuk berjaga-jaga dan mengamankan situasi.
" Tidur lah sayang,jangan sampai besok pagi mata Kamu semakin bengkak karena ulah lelaki itu.Aku ada di sini untuk menjaga Kamu.tidak akan terjadi sesuatu kepada kamu ataupun anak-anak." ujar nya ketika melihat Dona masih gelisah dengan posisi telentang menghadap langit kamar.
" Jangan kemana-mana ya Mas! Aku masih sangat takut dan trauma dengan kejadian tadi." balas Dona menatap manik mata indah calon suami nya.
Nanda membalas dengan tersenyum hangat.
" Iya sayang,Aku akan tetap di sini kok." akhir nya mereka berdua bisa tidur dengan nyenyak setelah Nanda berhasil menenangkan Dona yang kelihatan nya masih sangat ketakutan.bahkan Nanda rela menghubungi kenalan psikolog nya malam-malam begini hanya agar Dona bisa tenang dan merasa nyaman.
__ADS_1
Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰