Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 48


__ADS_3

Dona yang baru ingat jika dia lupa memasukkan obat -obat herbal untuk menghangatkan tubuh saat nanti berada di luar negeri langsung berlari masuk ke dalam kamar dan membawa turun ke lantai bawah.dengan gerakan cepat dia memasukkan ke dalam koper sebelum para ajudan sang suami memindahkan koper besar ini ke dalam mobil.


" Aku harap, meskipun bulan madu ini cukup singkat.semoga saja ada hasil yang kita bawa pulang." bisik Nanda mencuri kecupan hangat di puncak kepala sang istri yang tertutup hijab.


Dona menatap suami nya dengan wajah malu.beruntung nya hanya ada mereka berdua yang masih berada di sana.Dona juga tidak bisa menebak kapan tuhan akan menitipkan kebahagiaan itu kepada mereka.sementara itu selama beberapa hari menikah entah sudah berapa kali Nanda bercocok tanam di ladang milik Dona tanpa pernah libur satu hari pun.Dona yang sudah mengerti bagaimana seharusnya tugas seorang istri hanya bisa pasrah dan menikmati semua yang di berikan oleh suami nya.


Dona dan kedua anak nya hanya tinggal menunggu beres saja.semua urusan yang menyangkut keberangkatan mereka ke eropa sudah di urus oleh Nanda.sebuah pasport yang selama ini tidak pernah terbayang kan oleh mereka untuk memiliki nya akhir nya bisa mereka dapatkan saat menjadi anggota keluarga Hutomo.


Dulu kedua anak Dona memang punya impian ingin libur panjang sekolah mereka di habiskan di luar negeri.tapi Bram selalu menolak dengan alasan kesibukan di kantor yang tidak pernah bisa untuk dia tinggal kan.


Kecewa? Sudah pasti dan Dona tahu itu .tapi kedua anak nya begitu pandai menyembunyikan perasaan itu di hadapan nya.dan sekarang! Dona sudah berhasil membuat kedua putri nya mendapatkan akses pass untuk bepergian keluar negeri.Dona janji suatu hari nanti pun akan mengajak anak-anak nya pergi dengan menggunakan uangnya sendiri.


Dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Hutomo.mereka berlima duduk berdampingan dengan Alena dan Priska yang selalu berada di bawah pengawasan sang Eyang.


" Kita akan di jadwal kan tiba di Amsterdam airport sekitar jam 2 siang waktu setempat.mungkin saja nanti kalian akan jetleg.jadi sebelum ke destinasi berikutnya kita istirahat dulu di hotel yang sudah di siap kan oleh asisten Ayah." ucap Nanda menjelaskan secara rinci mengenai liburan mereka besok.


Dona dan semua orang yang berada di dalam pesawat langsung mengangguk kan kepala dan mempercayai semua nya kepada Nanda.


" Karena waktu kita nggak banyak,jadi Ayah memutuskan untuk masing-masing tempat akan kita habiskan selama 2 hari.Mbak sama Adek juga harus segera masuk sekolah karena ada ujian akhir.nanti setelah kalian selesai ujian akhir Ayah janji akan mengajak kalian liburan ronde kedua. "ucap Nanda lagi.


" Iya Ayah." jawab kedua nya dengan wajah berbinar.sudah menginjakan kaki di luar negeri saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua putri Alena.tidak perlu berlama-lama karena mereka juga cukup memahami bagaimana kesibukan ayah sambung mereka ini.


" Nggak apa-apa Mas! 6 hari bukan lah waktu yang sebentar.terima kasih banyak Mas.nggak harus pakai bulan madu juga nggak masalah Mas.Aku tahu bahwa Kamu itu sangat sibuk sekali.dan 6 hari ini di sia-sia kan begitu aja." sahut Dona menimpali.kedua tangan mereka saling menggenggam seolah-olah takut untuk kehilangan.


" Ini bukan hanya sekedar bulan madu saja sayang, sekaligus liburan untuk keluarga kita.nggak akan ada waktu yang di sia-sia kan jika menyangkut keluarga." jawab Nanda membuat Dona semakin mengagumi ketampanan serta kerendahan hati suami nya.secara sadar Dona tersenyum sangat manis sekali mengalahkan manis nya madu.senyuman itu sungguh memanjakan mata dan jiwa sang suami.


" Nanti kita lanjutkan di kamar hotel ya sayang." bisik Nanda nakal dan melingkar kan tangan di pinggang sang istri.

__ADS_1


" Mas! Belum juga sampai pikiran nya udah ke sana aja."


" Salah sendiri siapa suruh menggoda Aku dengan wajah serta senyuman manis mu itu." bela Nanda mengedipkan sebelah matanya untuk sang istri.Dona yang tidak tahu mau menjawab apa lagi langsung merebahkan kepala nya di lengan sang suami.sedangkan untuk kedua putri nya sudah terlebih dahulu terlelap menggunakan bantal leher yang memang sengaja di siap kan di dalam pesawat ini.


" Daddy! Anak-anak Kamu itu nakal sekali.untung saja wajah ku nggak rusak gara-gara mereka bertiga." adu Monik dengan suara manja kepada sugar Daddy nya.


"Aku nggak tahu kenapa mereka bisa sampai ke apartemen itu! Yang penting sekarang Kamu udah aman dan nggak ada luka yang serius kan sayang."


" Untuk saat ini kita harus bermain aman dan jangan sampai mereka kembali menemukan keberadaan Kamu di sini.kalau mau pergi jangan lupa pakai masker dan jangan sembarangan buka pintu apartemen jika ada yang datang berkunjung ke sini." imbuh Jonan yang menasehati sang simpanan.tangan nya bahkan sudah merayap kemana-mana sehingga membuat Monik polos tanpa kain penutup lagi.


" Jangan Aku aja dong sayang,Kamu juga kalau mau ke sini jangan lupa lihat dulu situasi nya.gara- gara istri mu itu Aku harus seperti penjahat saja.mau menikmati hidup aja susah." keluh Monik judes.


" Hanya sebentar saja sayang,sampai dia sembuh dan Aku akan meminta dia untuk menasehati anak-anak nya." bujuk Jonan agar Monik mau mengerti.


" Jangan hanya di nasehati aja.kapan perlu mereka di beri hukuman karena sudah membuat Aku malu di hadapan semua orang.kenapa nggak Kamu ceraikan saja Ibu mereka itu,toh Aku bahkan bisa melayani Kamu lebih baik dari apa yang dia berikan selama ini .Kamu juga nggak pernah lagi mendapatkan pelayanan maksimal dari dia .mau ya sayang?" kali ini Monik yang membujuk sugar Daddy nya agar mau meninggalkan istri sah nya demi dia yang begitu rela menyerahkan seluruh jiwa dan raga demi selembar uang ratusan ribu.


" Dari pada Kamu sibuk mengurus dia yang sedang sekarat,lebih baik Kamu temanin Aku malam ini." ucap Jonan setelah ciuman mereka terlepas dan sedetik kemudian langsung membalikkan badan nya agar Monik yang berada di atas nya bisa memimpin permainan untuk malam ini.


Jonan selalu merem melek berada di bawah permainan Monik.wanita yang masih muda dan hanya selisih 5 tahun umur nya dari anak pertama Jonan begitu lihai menggoyang kan tubuh sehingga kedua nya sama-sama menjerit nikmat.


Tidak hanya sekali bahkan sampai berkali-kali kedua nya mengulang kegiatan panas ini sampai membuat tubuh kedua nya bermandikan keringat yang cukup banyak.


" Kamu sungguh liar sekali sayang,dan Aku merasa sangat puas sekali jika bersama Kamu."ucap Jonan ketika permainan telah usai dan jam di dinding pun sudah menunjukkan pukul 4 pagi.


" Kalau begitu tinggalkan wanita itu demi Aku,sayang! Kamu nggak pengen apa hidup bebas seperti pasangan lain nya.Aku capek kalau harus main petak umpet terus." pinta Monik kembali menjalankan aksi nya untuk mempengaruhi Jonan.laki-laki yang berada satu ranjang dengan nya saat ini bukan lah tipe lelaki yang sama seperti Bram.sangat sulit sekali untuk menggeser posisi istri sah nya padahal Monik sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan posisi tersebut.


" Jangan sekarang sayang,Aku janji anak-anak tidak akan berani lagi mengganggu Kamu.nanti kalau waktu nya sudah tepat barulah keinginan mu itu bisa Aku wujudkan." jawab Jonan yang memang tidak berani melangkah lebih jauh lagi karena semua harta benda nya sudah beralih nama menjadi milik ketiga buah hati nya.

__ADS_1


Monik yang masih kesal langsung memejamkan mata dari pada harus kembali mendengar penolakan yang di berikan oleh Jonan kepada nya.


Di sebuah rumah yang ada kota Semarang.Bu Wati dan Pak Slamet sedang duduk kebingungan bercampur rasa marah setelah usaha keluarga mereka hancur karena ulah Gontor sahabat dari Pak Slamet yang tidak terima karena anak gadis nya di tolak mentah-mentah oleh Bram.kata maaf saja rupanya tidak cukup untuk membuat keluarga Gontor melupakan kejadian itu dan langsung bertindak cepat menghancurkan seluruh usaha Pak Slamet yang berada jauh di bawah nya.


" Bagaimana ini Yah! Perhiasan Ibu juga sudah Ibu berikan kepada Ningsih.sementara usaha kita juga butuh modal untuk bangkit lagi." ujar Bu Wati lirih.


" Kepala Aku juga lagi pusing Bu! Ini semua gara-gara Bram,kalau saja dia mau menerima perjodohan ini.maka Gontor pasti akan bahagia saat ini dan usaha kita juga bisa selamat.mau ngapain juga percuma karena dia sudah terlanjur marah dan Ayah sudah tidak punya muka lagi untuk menemui nya."


" Ayah coba telpon Bram dan minta bantuan sama dia saja Yah." bujuk Bu Wati yang memang sangat takut untuk jatuh miskin.


" Kamu nggak liat bagaimana kondisi dia kemarin! Aku juga masih marah sama dia dan biarkan dia sendiri yang datang ke sini untuk meminta maaf kepada kita." bentak Pak Slamet yang memang masih menyimpan amarah kepada putra nya.


" Tapi Yah!" belum siap Bu Wati menyelesaikan ucapan nya pintu kamar sudah terlebih dahulu di tutup oleh sang suami dengan sangat keras sekali.


" Ya Allah Ayah!" seru Bu Wati mengelus dada dengan jantung yang berdetak sangat cepat.


Jika suami nya tidak mau melakukan hal itu lebih baik dia sendiri yang mencoba meminta bantuan kepada Bram.karena selama ini Bram begitu patuh kepada perintah nya dan dia yakin Bram akan merasa iba melihat kondisi mereka saat ini.


Sudah tiga kali Bu Wati mencoba menghubungi nomer telpon Bram.tapi satupun panggilan nya tidak ada yang di terima oleh Bram.Bu Wati bahkan sampai menggerutu kesal mengeluarkan kata tidak baik melihat kelakuan anak nya.


" Lagi di mana dia! Punya istri juga nggak tapi sok sibuk sekali sampai telpon ibu nya sendiri tidak dia angkat."


" Mau jadi anak durhaka Kamu ya!"


"Bram!!" seru Bu Wati terduduk lemas di sebuah sofa sambil memegang kepala nya yang semakin terasa pusing.entah bagaimana lagi cara mereka nanti menyelamatkan hidup yang sudah sekarat ini.semua usaha yang di miliki oleh seluruh anggota keluarga nya hancur sia-sia dalam sekejap mata setelah selama ini cukup berada dalam kondisi ekonomi yang sangat baik.terbiasa hidup di segani karena punya banyak uang membuat Bu Wati di landa ketakutan yang begitu hebat jika nanti dia dan keluarga nya mendapatkan penghinaan yang dulu pernah dia berikan kepada tetangga yang berasal dari kalangan bawah.


" Mereka nggak boleh sampai tahu jika kami sudah bangkrut.kalau sampai usaha ini tidak bisa di selamatkan lagi.Aku harus ikut Bram tinggal di kota ketimbang harus menahan rasa malu ini." Bu Wati membatin dalam hati nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2