
Siang ini Nanda dan Dona memilih makan siang di luar perusahaan.bukan hanya untuk sekedar ingin makan bersama sang istri saja, melainkan Nanda juga kebetulan siang ini ada meeting dengan client di sebuah restoran dan memaksa Dona yang kebetulan sedang free untuk ikut menemani dia bekerja.
" Mas! Aku langsung balik ke rumah sakit saja Mas,nggak enak sama client Kamu." ucap Dona sambil berbisik ketika melihat Asisten pribadi suami nya sudah masuk bersama dua orang pria yang seumuran dengan suami nya yang di yakini oleh Dona adalah rekan bisnis dari sang suami.
" Nggak papa sayang,Kamu duduk saja dan habiskan makanan mu yang masih tersisa ini.Kamu bukan orang lain untuk ku.jadi nggak akan ada orang yang berani protes dengan kehadiran mu di dalam ruangan ini." balas Nanda semakin menambah beberapa pesanan makanan agar istri nya betah menemani dia bekerja.Dona yang melihat itu semua hanya mengikuti saja karena tidak mungkin juga untuk berdebat di hadapan tamu suami nya.lagi- lagi tanpa sepengetahuan Dona,Nanda sudah mengatur sendiri jam kerja istri nya di rumah sakit.sehingga saat ini Dona masih bisa bersantai -santai menikmati waktu istirahat nya tanpa harus memusingkan kepala dengan pasien yang sudah mengantri panjang.
" Selamat siang Pak Nanda,maafkan Saya yang kemarin tidak bisa hadir dalam acara pernikahan Pak Nanda.kebetulan mertua Saya di larikan ke rumah sakit karena jantung nya yang kumat." ucap rekan bisnis Nanda ketika sudah berhadapan dengan Dokter sekaligus pengusaha sukses ini.
" Tidak apa-apa Pak Rahmat,Saya bisa memaklumi nya."
" Oh iya! Perkenalkan ini Dona istri Saya." imbuh Nanda langsung memperkenalkan sang istri kepada rekan kerja serta satu orang karyawan nya.
" Anda sungguh beruntung bisa mendapatkan wanita secantik Bu Dona! Semoga rumah tangga kalian bahagia selalu dan segera di karuniai momongan." ucap Pak Rahmat sambil tersenyum tulus.membuat pipi Dona kembali bersemi mendengar kata anak.
" Amiin.terimakasih doa nya Pak Rahmat,silahkan duduk." ucap Nanda mempersilahkan rekan kerja nya untuk duduk di sebrang kursi yang dia tempati.
Meeting penting ini berjalan selama satu setengah jam dan ini adalah kali pertama nya Dona menemani suami nya rapat bersama orang asing.dulu saat dia menikah dengan Bram .Dona tidak pernah di libatkan dalam hal pekerjaan dan hanya bertemu jika mereka sudah sampai di dalam rumah saja.
Setelah merasa kenyang dengan makanan yang tidak kunjung habis di depan nya.Dona mulai beralih memainkan ponsel sambil bertukar pesan dengan kedua putri nya secara bergantian.begitu mendengar jika kedua putri nya akan pergi menonton bioskop bersama dengan teman-teman sekolah mereka, akhirnya Dona memberikan izin dengan syarat harus segera pulang sebelum jam 6 sore.dna kedua putri nya dengan begitu kompak nya menyanggupi syarat tersebut.
__ADS_1
" Kamu mau kemana lagi habis ini sayang? Mau belanja dulu?" tawar Nanda ketika mereka akan keluar dari restoran tersebut.
" Mmm...Lagi nggak pengen belanja sih Mas,mau balik ke rumah sakit aja." balas Dona yang memang bukan tipe wanita pemuja kata shopping.
" Ngapain balik ke rumah sakit lagi sih sayang,kan jam kerja Kamu udah selesai.udah ayok Aku temani Kamu berbelanja kebutuhan Kamu dan juga anak-anak.sekalian aja cari baju tebal untuk menghangatkan tubuh kita nanti selama berada di Eropa." ujar Nanda langsung mengajak pergi sang istri setelah menerima kembali kartu kredit dari sang asisten pribadi.
"Beneran kita mau ke eropa Mas?" tanya Dona menahan langkah kaki suami nya.
Nanda menganggukkan kepala sambil merapikan hijab sang istri yang sedikit berantakan.
" Bener dong sayang, anak-anak juga ingin pergi kesana kan? Aku juga sudah membeli tiket untuk kita sekeluarga.minggu depan kita harus terbang jam 7 pagi." jawab Nanda lagi.
" Terimakasih ya Mas! Aku senang banget,tapi ngomong-ngomong dari mana Kamu tahu kalau jam kerja Aku sudah habis? Apa Kamu juga ikut terlibat dalam kasus ini?" tanya Dona mengintimidasi dan semakin menatap tajam kedua bola mata suami nya.
" Izin kan Aku untuk tetap bekerja sampai batas waktu yang tidak bisa untuk Aku tentu kan Mas! Aku hanya ingin..."
" Ingin mandiri dan tidak ingin menyusahkan orang lain dan Kamu pasti berpikir jika Aku akan sama seperti Bram.hapuskan masa lalu Kamu itu sayang,dan mulai lah menata kembali hidup Kamu hanya ada Aku tanpa harus melihat ke arah belakang lagi .yakin lah Aku tidak akan tega menyakiti Kamu yang sudah susah payah untuk Aku dapat kan.tidak mungkin Aku membuang semua nya hanya karena kehadiran sosok lain di tengah-tengah kita." kata Nanda membuat Dona terdiam dan sedetik kemudian mengangguk kan kepala nya.
" Aku beri Kamu waktu beberapa bulan.setelah nanti Kamu positif hamil maka Kamu sudah harus bersedia mundur secara suka rela dari pekerjaan tersebut.Aku bukan bermaksud ingin mengekang kebebasan Kamu, sayang! Semua Aku lakukan demi keluarga kita." pasangan pengantin baru ini malah berdebat di dekat pintu arah keluar.membuat siapapun bisa melihat nya dan mengira jika mereka adalah pasangan yang sangat romantis dengan tangan Nanda yang tidak berhenti mengelus puncak kepala sang istri.suara yang mereka keluarkan nyaris tidak terdengar oleh siapapun kecuali hanya mereka berdua saja.
__ADS_1
Berikut nya Dona langsung mengajak sang suami untuk masuk ke sebuah toko hijab untuk menambah koleksi hijab nya yang masih sangat sedikit.lalu pindah ke toko pakaian dewasa dan tidak lupa juga membeli untuk suami,kedua anak nya serta untuk sang Kakek penyelamat hidup mereka.
Tanpa kedua nya sadari kalau sejak tadi di dalam restoran elit tersebut.ada sepasang mata yang terus melirik ke arah mereka tanpa bisa berkedip sedikitpun.sangking merasa penasaran nya ,wanita tersebut bahkan sampai pindah ke arah depan agar bisa melihat lebih jelas lagi kedua sosok tersebut.hingga membuat dia benar-benar merasa iri.
Degh!!
"Dona! Mantan nya si pria bodoh itu." batin wanita tersebut yang tidak lain adalah Monik.saat ini dia tengah duduk sendiri sambil menunggu pesanan makanan nya.Jonan yang sedang bekerja selalu membebaskan Monik untuk melakukan segala sesuatu yang dia inginkan asal kan tidak sampai membocorkan semua rahasia mereka dan ketahuan oleh istri sah dan juga anak-anak nya.Monik sempat tidak percaya jika yang dia lihat saat ini adalah Dona karena penampilan Dona yang sudah berubah total.
Terlebih lagi pada lelaki yang memeluk Dona yang seperti nya bukan lah lelaki kaleng-kaleng karena penampilan nya yang casual dan tentunya tidak lah murah.apalagi untuk jam tangannya yang terkesan sangat mewah sekali.
" Siaal! Kenapa si Dona selalu beruntung dan bisa berkencan dengan lelaki setampan dia? Gaya nya aja sok alim padahal mah suka main serong." batin monik dengan raut wajah kesal.
" Tapi kasihan juga si Bram! Wanita kesayangan nya akhir punya gandengan baru, sementara dia harus menangis di pojokan rumah nya itu." Monik tertawa meledek sambil menutupi wajah nya menggunakan buku menu yang ada di atas meja.
Kemesraan yang Dona dan Nanda tunjukkan benar-benar membuat Monik merasa cemburu.tidak cukup rasa nya dia hanya merebut Bram dari tangan wanita tersebut,kini di dalam benak nya sudah tersusun rencana untuk memiliki Lelaki tampan yang sedang bersama dengan Dona.
Belum sempat kaki nya melangkah ke arah pintu untuk sekedar berbasa-basi dengan Dona sekaligus tebar pesona kepada lelaki tampan itu, ponsel yang tersimpan di dalam tas tiba-tiba saja berdering sehingga memaksa dia untuk mengurung kan niat nya dan memilih untuk kembali duduk di kursi tersebut setelah melihat jika yang menelpon dia saat ini adalah sang sugar Daddy .
" Oke sayang,nanti Aku akan kesana setelah makanan Aku habis,by sayang." ucap Monik dengan begitu manja.Monik segera melahap makanan nya agar sugar Daddy nya tidak harus menunggu kedatangan nya terlalu lama.ya sugar Daddy tersebut meminta dia untuk datang ke sebuah hotel di dekat perusahaan untuk menghabiskan waktu siang bersama.Jonan yang baru selesai meeting bersama client dari luar negeri tertarik memadu kasih bersama Monik di hotel sebagus ini setelah mendapatkan informasi tentang fasilitas hotel yang begitu mewah dan juga lengkap.
__ADS_1
" Gini amat jadi simpanan om-om! Baru aja nasi nya turun ke perut Aku,tapi sudah harus jalan lagi dan nanti pasti akan di ajak main kuda-kudaan." gerutu Monik melajukan mobil nya menuju ke alamat yang sudah di kirim oleh sugar Daddy nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰