Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 32


__ADS_3

Siang hari nya,ketika jam mengajarnya telah usai dan Dona sudah mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam lobby rumah sakit.wanita ini merasakan ada sesuatu yang aneh dan sangat berbeda dari hari sebelumnya.semua tenaga medis yang bertatap muka dengan nya langsung menyapa dengan sangat ramah sekali sambil tersenyum.setelah itu langsung menunduk kan kepala sebagai tanda hormat.Dona yang sudah tidak merasa nyaman dengan bunyi perut nya berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangan nya.lagi dan lagi saat dia hendak melangkah naik ke atas tangga beberapa Dokter spesialis kembali menyapa dia dengan begitu ramah sangat berbanding terbalik dengan siang kemarin dimana dia sempat mendengar hujatan atau bahkan tuduhan buruk terhadap diri nya menggema di seluruh penjuru rumah sakit.


" Ada apa dengan mereka semua?" batin Dona tidak mau ambil pusing dan tetap berjalan sesuai dengan keinginan nya.


Dona langsung mencuci tangan nya dengan bersih lalu menyiapkan makanan yang dia bawa ke atas meja yang membentang cukup luas di dalam ruangan nya.hari ini Dona hanya makan siang sendirian tanpa di temani oleh Nanda yang kata nya lagi sibuk di perusahaan nya.Dona makan dengan begitu lahap dan sesekali berhenti karena harus membalas pesan yang di kirim oleh calon suami nya.


" Iya Mas!Jangan lupa makan siang dan sholat nya juga nggak boleh ketinggalan."


" Untuk apa foto Aku? Kayak anak ABG aja deh."


" Nggak boleh Aku mau lanjutin makan dulu ya Mas.udah dulu ya."


Dona langsung mengakhiri berbalas pesan singkat itu dengan Nanda yang selalu berhasil membuat jantung nya bergetar hebat.di saat dia hendak kembali menyimpan ponsel nya.sebuah pesan singkat kembali masuk ke layar ponsel dan memaksa Dona dengan sangat terpaksa memotret dirinya sendiri yang tengah tersenyum manis ke arah kemera lalu tidak lupa menekan tombol send kepada calon suami nya.


" Cantik banget sih ibu nya anak-anak." Dona kembali tersenyum merekah di saat Nanda kembali menggombal dengan kata-kata dan juga emoji berbentuk love.


Kedua insan yang sedang di mabuk asmara ini sudah seperti ABG yang sedang kasmaran dengan Dona yang tidak berhenti tersenyum malu.


Sedangkan di luar sana.baik perawat,bidan atau pun dokter tidak ada lagi yang berani membicarakan Dona.bahkan untuk menatap sinis ke arah Dona mereka juga sudah tidak punya nyali lagi karena merasa takut ancaman yang di berikan oleh Nanda benar-benar jadi kenyataan dan gelar yang susah payah mereka raih selama ini terpaksa hangus dari peredaran.meski mulut mereka sangat gatal ingin membahas tentang Dona dan pemilik rumah sakit ini.tapi tetap mereka tahan sekuat tenaga agar tidak membuat Nanda kembali murka dengan begitu bringas.


Bram yang sudah berniat ingin kembali bertemu dengan kedua putri nya langsung bergegas keluar dari kantor ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.Bram melajukan mobil nya dengan sangat cepat agar bisa sampai tepat waktu dan kedua putri nya masih berada di sekolah mereka masing-masing.sebenarnya Bram sudah mengirimkan pesan kepada Pak Maman agar tidak menjemput anak-anak nya karena dia sendiri yang akan turun secara langsung.lagi dan lagi Bram yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan kedua putri nya harus menelan pil pahit ketika mendapati bahwa sekolah yang dia tuju sudah sepi dan tidak ada lagi tanda-tanda jika kedua putri nya masih berada di dalam sana.


" Apa mereka sudah pulang pakai taksi ya? Tapi selama ini mereka selalu menunggu Pak Maman untuk menjemput mereka?" batin Bram tertunduk lesu memegang setir mobil ketika security di sekolah Alena mengatakan jika putri sulungnya sudah sejak 20 menit yang lalu keluar dari gerbang sekolah.sama persis seperti yang di katakan oleh security yang berjaga di gerbang sekolah Priska.


Bram lalu mencoba menghubungi nomer Alena untuk mencari tahu keberadaan sang putri.namun sayang nya kedua nomer ponsel sang putri sama-sama sudah tidak aktif lagi.sehingga membuat Bram semakin terlihat kecewa.untuk menghubungi Dona pun sudah tidak bisa lagi karena sejak mereka resmi berpisah Dona memang sudah memblokir nomer pribadi nya dan hanya melalui ponsel sang anak lah mereka bisa menjalin komunikasi.

__ADS_1


" Pak Maman! Apa anak-anak sudah sampai di rumah sekarang?" tanya Bram penasaran dan akhirnya nekad kembali menghubungi sopir kedua putri nya.


" Belum Pak,mungkin Nona Alena sama Non Priska mampir di tempat Pak Hutomo dulu.karena biasa nya juga seperti itu Pak." jawab Pak Maman membuat Bram semakin mengeras kan rahangnya ketika mendengar nama Hutomo yang kembali di sebut-sebut dan membuat jalan yang seharusnya mulus ternyata harus terjal dan berliku-liku.


"Kenapa mereka selalu kesana sih?Apa yang mereka cari di sana . sementara di sini ada Aku yang selalu berusaha mati-matian untuk bertemu mereka.kasih sayang Aku lebih tulus dari keluarga Hutomo." bentak Bram yang tanpa sadar membuat Pak Maman terjingkat kaget.


"Sudah sejak kapan Pak Hutomo mulai mengantar jemput anak-anak Pak ?" tanya Bram lagi.


" Sudah hampir 1 bulan ini Pak." jawab Pak Maman apa ada nya tanpa bermaksud menambahkan cerita lain nya.


" Baiklah." Bram langsung menutup sambungan telepon dan terpaksa kembali ke kantor dengan tangan kosong.di dalam hati nya dia sudah bersumpah akan kembali datang ke rumah itu besok pagi dan mengulang kembali acara sarapan yang sangat dia impikan.


Di sebuah kamar hotel,Monik yang baru saja mendapatkan uang 5 juta pemberian pemilik kost.langsung tancap gas menuju sebuah club untuk menghibur diri nya.tidak sia-sia dia menyerah kan tubuh nya kepada lelaki matang itu.meskipun jumlah nya terbilang sedikit dari biasanya.tapi Monik cukup senang sehingga dia bisa bersenang-senang lagi menikmati musik yang kencang dan juga beberapa gelas minuman memabukkan.


" Duh kepala Aku pusing banget." ujar Monik sambil memijit pelipisnya.


Kedua mata nya perlahan terbuka sempurna dan bisa melihat jika yang dia tempati saat ini adalah sebuah kamar yang tidak terluas tapi masih cukup nyaman untuk di gunakan beristirahat.


" Siapa yang membawa Aku masuk ke sini? Apa lelaki yang berjoget bersama dengan Aku tadi malam?"ucap Monik bertanya -tanya dengan rasa penasaran nya.


" Dia sungguh tampan.tapi kayak nya dompet nya tipis deh." celetuk nya sambil tertawa-tawa.


Monik lalu bangkit untuk membersihkan diri lalu bergegas memakai kembali baju yang tadi malam dia pakai.walau sudah kusut tidak berbentuk lagi.tapi Monik terpaksa menggunakan nya karena tidak punya pilihan lain lagi.


Sebelum turun ke lantai bawah.Monik terlebih dahulu mengecek ponsel nya dan hal pertama yang dia lakukan adalah membalas pesan yang di kirim oleh Aldi.dan mengatakan jika saat ini dia baik-baik saja dan sedang berada di tempat teman nya.

__ADS_1


Berikut nya mata Monik terbelalak sempurna ketika melihat ada pesan lain nya yang masuk dari nomer yang dia beri sebagai nama Om Jonan di layar ponsel nya.


" Aku juga merindukanmu."


" Datang lah ke apartemen klijawa nomer 25. Aku ingin kita mengulang kembali kisah cinta diam-diam itu dan puaskan Aku seperti yang pernah Kamu lakukan dulu."


" Aku tunggu Kamu di sana secepat mungkin cantik."


Monik melompat-lompat di atas ranjang hotel ini sambil memeluk ponsel nya .ketika mendapati masih ada harapan besar untuk dia kembali bisa hidup mewah meskipun sudah di buang begitu saja oleh Bram.


" Akan aku buktikan kepada si Bram brengsek itu! Aku mampu hidup mewah meskipun tanpa kehadiran nya di samping ku."


" Aku ini cantik dan seksi.akan ada banyak lelaki yang mau menerima ku.dan bodoh nya si tua Bangka itu malah mencampakkan Aku dengan begitu jahat nya."


Monik langsung menutup pintu kamar hotel yang dia tempati.namun beberapa langkah menjauh dari kamar itu.seorang petugas hotel datang untuk mengingat kan dia agar segera melakukan pembayaran atas kamar yang di tempati karena saat mereka masuk tadi malam lelaki itu beralasan jika Monik sedang mabuk berat dan tidak bisa melakukan pembayaran pada saat itu.


" Apa Mbak? Jadi kamar nya belum di bayar?" tanya Monik terperangah sekaligus mengutuk keras lelaki yang sudah meniduri nya tadi malam.bahkan untuk kamar hotel saja dia tidak mampu membayar nya apalagi untuk memenuhi gaya elit nya nanti.


" Benar Mbak! Dan kata Mas nya Mbak sendiri yang akan membayarnya setelah bangun dari tidur." jawab petugas hotel karena memang seperti itu pesan yang di tinggal kan oleh laki-laki yang belum di ketahui siapa nama dan dari mana dia berasal.Monik yang sudah kepalang basah mendapatkan ciuman mesra dari lelaki itu langsung pasrah ketika dia membawa Monik masuk ke kamar hotel dan memadu kasih dengan begitu buas nya.


" Sial! Dasar cowok gila,mau enak nya saja dan giliran masalah uang harus Aku sendiri yang menanggung nya."


" Awas saja nanti kalau kita ketemu lagi.akan Aku tagih sepuluh kali lipat dari apa yang harus Aku keluar kan pagi ini.termasuk juga uang bayaran Aku yang sudah menemani dia tadi malam." ucap Monik dengan sangat sinis dan terpaksa menyerahkan sisa uang yang dia miliki.toh setelah ini dia akan langsung ke tempat sugar Daddy nya dan kembali mendapat kan uang yang lebih banyak lagi.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2