
Keesokan harinya.Ibu Wati benar-benar tersenyum lebar dengan hati gembira saat melihat putri dari sahabat suami nya sudah datang ke rumah milik Bram.wajah nya memang biasa saja,tapi gaya bicara dan berpakaian seolah menunjukkan bahwa dia berasal dari kalangan atas.sudah seperti apa yang di harapkan oleh kedua orang tua Bram.terlebih lagi wanita tersebut merupakan lulusan luar negeri.
" Maafkan Aku yang datang nya telat Tante." ucap wanita tersebut yang bernama Azizah.
Ibu Wati langsung tersenyum seolah-olah jika hal itu bukan lah sesuatu yang harus untuk di permasalahkan saat ini.bahkan jika datang di sore hari pun,Bu Wati dengan senang hati menyambut calon menantu nya ini.
" Nggak apa-apa Nak,apa Ayah sama Ibu mu sudah menceritakan tentang rencana kami kemarin." tanya Pak Slamet yang baru keluar dari kamar nya.
Azizah pun mengangguk sambil tersenyum ke arah Pak Slamet.wanita tersebut hanya melambaikan tangan tanpa mencium punggung tangan calon mertua nya kelak.
"Sudah Om! ketika Aku melihat foto Mas Bram Aku langsung menyetujui nya karena Mas Bram termasuk kriteria yang Aku cari selama ini."jawab Azizah yang memang sudah jatuh hati kepada Bram .dia bahkan tak mempermasalahkan status Bram yang sebagai duda dua kali gagal dalam pernikahan.karena dia sendiri juga sudah tidak bersegel lagi meskipun masih ber status nya lajang belum menikah sama sekali.
Bu Wati tampak mengangguk kan kepala dan semakin tinggi juga khayalan nya.calon menantu nya harus berasal dari latar belakang yang tidak akan pernah membuat malu keluarga nya dan akan melahirkan cucu yang akan merasa bangga lahir dari keluarga mereka.
" Om harap Kamu nanti akan menjadi menantu Om.kalian harus segera menentukan tanggal pernikahan setelah bertemu nanti.jangan menunda lagi karena sesuatu yang baik harus segera di laksanakan.Om yakin Ayah mu pasti akan menyetujui nya jika Kamu sendiri sudah bersedia menjadi calon istri dari anak Om." kata Pak Slamet lalu meminta sang istri untuk menghubungi putra mereka agar segera pulang ke rumah ini.
Seperti yang di harapkan oleh kedua orang tua nya dan juga wanita tersebut.kurang dari setengah jam lama nya akhirnya mobil milik Bram sudah terparkir rapi di depan teras depan.
Bram mengernyit heran saat melihat ada mobil asing yang ikut berhenti di depan rumah nya.
" Punya siapa ini?" batin Bram cukup kagum dengan mobil keluaran terbaru itu.
" Apa Mbak Ningsih sama suami nya ya?"Bram bergegas masuk ke dalam karena khawatir mendengar tentang kabar yang di berikan oleh ibu nya jika Ayah nya sejak tadi terus merasa pusing dan sudah beberapa kali muntah di kamar mandi.
" Ayah,Ibu!"seru Bram begitu kaki nya melangkah masuk ke dalam rumah.
Langkah kaki cepat serta raut wajah khawatir yang Bram bawa dari luar langsung berubah drastis ketika dia melihat sang Ayah sedang tersenyum menatap lawan bicara nya.
" Siapa dia Yah! Kenapa Ayah terlihat sehat sekali tanpa ada yang mencurigakan sedikit pun?" tanya Bram melonggarkan sedikit dasi yang melilit di leher nya.
" Duduk dulu Nak! Nanti kita bicarakan." ajak Pak Slamet sedikit memohon.Bram yang masih belum mengerti akhirnya duduk sambil menyimak apa yang di katakan oleh kedua orang tua nya.
__ADS_1
Azizah yang begitu syok melihat sedekat ini jarak antara dia dan Bram hanya diam tanpa suara.wangi khas milik Bram saja sudah mampu menggetarkan jantung nya.rasa nya detik ini juga dia akan merengek kepada kedua orang tua nya untuk segera menikah kan mereka berdua.
" Aku masih belum ingin menikah lagi Yah! Perusahaan ku..."
" Stop Bram! Ini perintah dari Ayah dan Kamu tidak berhak untuk menolak nya." tahan Pak Slamet ketika Bram akan menjelaskan kondisi perusahaan nya.bisa- bisa calon menantu kaya raya ini akan mundur dengan cepat ketika mengetahui bahwa anak nya sudah jatuh miskin.tidak...Itu tidak boleh terjadi sebelum keinginan mereka terwujud.
" Ayah...Aku tidak ingin menjadi anak durhaka kepada kalian berdua...tapi untuk kali ini saja ...Aku mohon mengerti lah keadaan ku saat ini.pulang kan wanita ini ke rumah nya dan sampai kapan pun tidak ada yang nama nya perjodohan." tegas Bram dengan raut wajah kesal nya.kedua orang tua nya benar-benar sudah kelewatan dan selalu memaksakan kehendak mereka untuk di wujudkan.Bram yang sedang banyak masalah memilih membangkang ketimbang harus patuh dengan apa yang tidak dia harapkan.
" Aku lagi fokus dengan perusahaan ku Yah,Bu! Aku mohon jangan usik lagi ketenangan ku.sudah cukup Aku kehilangan Dona dan juga kedua anak ku gara-gara keegoisan kalian berdua.tapi kali ini Aku tidak akan pernah lagi mengikuti semua keinginan kalian." imbuh Bram membuat Pak Slamet dan Bu Wati menegang keras di tempat duduk mereka masing-masing.
" Apa salah nya untuk mencoba berkenalan dulu dengan Azizah,dia juga sudah menyukai Kamu . Hidup bersama dia akan membuat hidup Kamu menjadi lebih baik lagi.perusahaan mu juga akan bangkit lagi dengan bantuan calon mertua mu." Pak Slamet masih saja terus berusaha membujuk Bram.selama ini Bram selalu patuh dengan perintah yang mereka berikan.entah kenapa siang ini dia berubah drastis dan membuat malu kedua orang tua nya secara terang-terangan.
" Jangan bercanda Ayah! Tidak ada yang nama nya mencoba karena Aku sama sekali belum kepikiran untuk menikah lagi.Aku akan kembali kepada masa lalu yang masih Aku harap kan kedatangan nya."
" Sudah terlalu lama Ibu sama Ayah berada di sini.lebih baik kalian pulang saja karena Mbak Ningsih juga sedang membutuhkan kalian.dan jangan lupa bawa serta wanita muda ini.rumah ini mungkin besok akan Aku jual untuk membangunkan kembali perusahaan ku." Bram melenggang pergi menuju pintu.
Sedangkan Bu Wati langsung membulat kan mata nya ketika mendengar pengusiran yang di lakukan oleh Bram terhadap mereka.ini adalah kali pertama Bram mengecewakan perasaan mereka sebagai orang tua nya dan bahkan tanpa sungkan menginjak-injak harga diri mereka di depan Azizah.
" Aku minta maaf jika itu menurut Ayah sama Ibu sudah kurang ajar.tapi Aku juga butuh ketenangan bukan nya beban pikiran seperti ini."
" Pulang lah Yah dan nanti sore untuk ke Bandara kalian akan di antar oleh asisten ku sendiri ." Bram mengeluarkan kunci mobil nya lalu menginjak pedal gas mobil meninggalkan pekarangan rumah nya .sudah cukup selama ini dia menjadi anak baik dan berakhir mengorbankan kebahagiaan nya sendiri.kali dia harus tegas agar bisa menata kembali hidup yang sudah sangat miris ini.
Bram melajukan mobil nya menuju perusahaan yang sudah sepi tanpa ada aktivitas apapun.hanya ada dia bersama sang sekretaris dan juga Asisten pribadi nya.
" Sarah! Tolong bawa semua barang yang ada di mobil ku ke toko tas ternama .jual semua nya dengan harga yang seharusnya.secepatnya kabari Aku jika Kamu sudah berhasil mendapatkan uang nya." titah Bram melempar kunci mobil nya kepada Sarah yang masih dia pertahankan untuk membantu dia menyusun kembali strategi membangun perusahaan nya.
" Baik Pak." jawab Sarah tersenyum tipis.dia lalu mengambil kunci mobil itu dan segera turun ke bawah memindahkan semua barang berharga yang bernilai fantastis ini ke dalam mobil nya.setelah itu kunci mobil milik Bram sengaja dia titip kan kepada seorang security yang berjaga di gerbang depan.
" Dengan uang ini Aku bisa membebaskan Ayah ku dari penjara.Aku harus segera menjual nya lalu setelah itu pulang ke kampung." gumam Sarah mengoceh sendirian di dalam mobil.otak buntu nya kini kembali bersinar setelah Bram memberikan dia jalan yang sangat cemerlang.
" Maaf ya Bos! Tapi Aku terpaksa melakukan semua nya demi keluarga ku.setelah Aku menebus Ayah di dalam penjara.Aku harus segera berangkat ke luar negeri untuk mencari kerja di sana.tidak mungkin Aku balik ke perusahaan lagi karena Bos pasti akan marah besar kepada ku."Sarah melajukan mobil nya dengan cepat menuju sebuah mall ternama.ponsel yang dia miliki sengaja dia non aktifkan agar Bram atau Jefri tidak bisa melacak keberadaan nya
__ADS_1
" Wahhh...Aku kaya mendadak hari ini! Terimakasih Bos, Terimakasih Monik si gundik gagal...Berkat kalian berdua akhirnya Aku bisa merasakan punya uang sebanyak ini."
" Uang ini akan berlebih jika Aku gunakan untuk menebus Ayah,setidak nya Aku masih punya simpanan sebelum Aku mendapatkan pekerjaan selama di luar negeri nanti." bibir tipis Sarah tidak berhenti melukis senyum bahagia.dia lalu menuju kost -kosan nya mengambil seluruh pakaian yang dia butuhkan dan hanya menyisakan sedikit pakaian lama yang memang sudah tidak pernah lagi di gunakan.
Sarah memilih pulang ke kampung halaman dengan mengendarai mobil nya dan rencana nya mobil ini pun akan dia jual setelah nanti sampai di kampung halaman nya.
Sementara itu,di kediaman Bram telah terjadi perdebatan panjang yang membuat Bu Wati dan Pak Slamet memohon ampun kepada Azizah.
" Nak! Jangan sampai orang tua mu tahu tentang hal ini,Om mohon ya." pinta Pak Slamet mengabaikan harga diri yang selama ini dia junjung tinggi.
" Tidak bisa! Kalian sudah memperlakukan Aku seperti wanita murahan saja.susah payah Aku datang kesini hanya untuk mendapatkan hinaan serta penolakan dari anak kalian itu.akan Aku lapor kan ini kepada Ayah dan Aku jamin usaha kalian yang ada di kampung juga akan ikut rata dengan tanah." ancam Azizah membuat Bu Wati sesak nafas.
" Jangan Nak!Kami janji akan membuat Bram mau menerima Kamu,tapi beri kami waktu karena saat ini Bram memang sedang sibuk dan belum bisa untuk di ganggu." ucap Pak Slamet lagi.
" Sudah lah! Lupakan saja rencana perjodohan ini.lebih dari Bram kere itu saja bisa Aku dapat kan." Azizah mengambil kasar tas mewah yang terletak di samping nya.lalu berjalan dengan menghentakkan kaki menuju mobil mewah nya.
Pak Slamet yang di landa ketakutan hanya bisa mengusap kasar wajah nya lalu menghempaskan tubuh nya ke atas sofa.
" Kita harus segera pulang untuk menjelaskan semua nya kepada si Gontor,Bu!Ayah yakin dia pasti akan marah besar mendengar cerita putri nya." gumam Pak Slamet lirih.
Bu Wati yang sudah lemas hanya bisa mengangguk lalu meminta bantuan Bi Soidah untuk segera mengemasi barang-barang milik mereka berdua.percuma saja mengajak Bram berdebat jika usaha yang ada di kampung pun terancam punah oleh kejadian hari ini.
" Kita tunggu Asisten Bram menjemput kita Yah." ucap Bu Wati begitu selesai membereskan lemari pakaian yang ada di dalam kamar ini.
" Tadi kata Bram, dia juga akan menjual rumah ini loh Yah! Bagaimana jika Bram benar-benar hancur dan kita semua tidak akan ada lagi yang bisa menolong ." air mata khawatir menetes dari wajah sombong milik Bu Wati.ketakutan untuk jatuh miskin membuat air mata yang selama ini dia simpan akhirnya jatuh juga membasahi wajah keriput nya.
" Sudah biarkan saja dia menyelesaikan sendiri masalah nya,Ayah masih marah sekali kepada dia dan karena ulah nya juga Gontor pasti marah besar kepada Ayah.lebih baik Kamu berdoa saja semoga Gontor masih mau berbaik hati menerima kata maaf dari kita."
Pak Slamet menyeret paksa 1 koper besar di tangan nya menuju lantai bawah.sedangkan 1 koper lagi di bantu oleh Bi Soidah yang berjalan di belakang mereka berdua.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍
__ADS_1