Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 33


__ADS_3

Satu hari menjelang hari pernikahan mereka berdua.Dona sudah mulai cuti dari pekerjaan nya.dan untuk urusan kampus dia juga sudah resmi resign secara baik-baik.jika bukan berkat bantuan secara diam-diam yang di berikan oleh calon suami nya.mungkin saat ini proses resign Dona masih berlangsung dan tentunya juga masih berkewajiban untuk mengajar di sana.beberapa hari yang lalu Nanda sengaja datang ke kampus dan bertemu langsung dengan pihak rektor untuk meminta agar segera menyetujui surat pengunduran diri yang di ajukan oleh Dona sekaligus meminta izin kepada pihak kampus untuk Marwa agar bisa menemani Dona ketika acara pernikahan mereka berlangsung.Nanda yang sangat terkenal di berbagai kalangan.akhir nya berhasil mencapai kesepakatan itu dan meminta pihak kampus agar merahasiakan semua nya dari Dona.dia tidak ingin wanita nya marah karena tahu jika Nanda ikut campur dalam urusan pribadi nya.


Acara pernikahan Nanda dan Dona akan di gelar di kediaman Hutomo begitu juga dengan makan malam mewah nya.halaman belakang rumah yang sangat luas sudah mulai di hias oleh para pihak terpilih yang cukup handal yang sengaja dia sewa oleh Nanda.semua konsep yang mereka pakai sudah atas permintaan Dona sendiri tapi di tangani langsung oleh pihak Wo.Dona sama sekali tidak di biarkan untuk turun ke lapangan dan hanya boleh mengawasi dari jarak jauh.


Sementara untuk Alena dan juga Priska masih tetap bersekolah seperti biasa nya dan baru hari esok mereka bisa libur sekolah selama 3 hari ke depan.


Pukul 09.00 pagi,di saat Dona sudah siap dengan baju kaos putih polos di padukan dengan rok yang menjuntai panjang.pintu kamar nya tiba-tiba di ketuk oleh Bi Surti yang datang untuk memberitahu jika sahabat nya sudah menunggu di lantai bawah.Dona yang tidak ingin membuat Marwa menunggu terlalu lama bergegas keluar dari kamar sambil membawa tas kecil yang dia tenteng di tangan nya.


" Cantik banget sih calon pengantin." puji Marwa ketika melihat penampilan Dona yang selalu cantik dan menarik.


" Bisa aja Kamu ini! Kita berangkat sekarang aja ya." ajak Dona mengalihkan topik pembicaraan karena merasa malu dengan ledekkan dari Marwa.


" Oke calon Nyonya Hutomo." bukan nya berhenti,yang ada Marwa malah semakin menjadi-jadi meledek Dona sehingga membuat wanita tersebut menutup mulut nya dengan begitu kasar.


" Wa! Jangan bahas itu lagi.Aku sudah bukan anak gadis lagi jadi tidak boleh terlalu berlebihan karena Aku juga sangat sadar dengan umur ku yang sekarang.terlebih lagi ada Alena dan Priska yang harus Aku jaga perasaan nya." ucap Dona mengingat kan sahabat nya.


" Alena dan Priska tidak pernah merasa gimana dengan pernikahan Kamu ini Na! Justru mereka berdua yang paling bersemangat menyambut calon Ayah mereka.jangan berkecil hati gitu dong.meskipun ini merupakan pernikahan kedua untuk Kamu.tapi Kamu juga harus tetap menampilkan wajah bahagia dan tidak ada salahnya menggelar pesta yang mewah.apalagi calon suami mu mampu untuk melakukan nya."


" Udah ayok ah kita jalan saja .keburu macet dan dekorasi nya juga sejak tadi sudah di mulai." Dona menarik paksa Marwa masuk ke dalam mobil milik Nanda,di mana ada seorang sopir yang sudah siap akan mengantarkan kemanapun mereka ingin pergi.


Beberapa menit kemudian.karena terlalu asyik menghibahkan Bram.tidak terasa mobil berwarna putih mengkilat ini sudah masuk ke dalam pekarangan rumah Hutomo.


" Gila...Rumah semegah ini nanti nya akan menjadi milik Kamu loh Na!" seru Marwa berdecak kagum.


" Jangan ngaco Wa." tegur Dona merasa tidak enak karena di dalam mobil itu bukan hanya ada mereka berdua saja melainkan ada pak sopir juga yang sedang tersenyum tipis.Dona tidak ingin status nya sebagai seorang istri Nanda membuat orang berstigma jika Dona hanya ingin mengincar kekayaan calon suami nya.


Marwa mendengus sebal sambil menggosok tangan yang terasa perih karena di cubit oleh Dona.


" Sudah ayok kita masuk." ajak Dona karena di teras depan sana sudah ada Pak Hutomo yang sedang tersenyum menatap ke arah nya.


Dona bergegas menghampiri Pak Hutomo lalu mencium punggung tangan nya dengan penuh kasih.


Marwa yang mulai sadar jika saat ini hanya ada dia yang berada di dalam mobil.bergegas ikut turun dan melakukan hal yang sama seperti yang Dona lakukan.


" Perkenalkan ini teman Dona,Kek." ucap Dona memberitahu.


" Terimakasih sudah mau membantu Dona ya Nak." Pak Hutomo tersenyum ramah kepada Marwa.


" Sama-sama Kek,kami sudah bersahabat begitu lama.jadi nggak ada salah nya Saya ikut membantu Dona." jawab Marwa sedikit grogi.meskipun sudah berumur cukup panjang.dengan rambut nya berwarna putih merata.tapi kharisma dan ketegasan masih terpancar jelas dari wajah Pak Hutomo.

__ADS_1


" Masuk lah kedalam Nak,maafkan Nanda yang masih sibuk di kantor dan juga rumah sakit.Kakek harap Kamu bisa memaklumi semua nya.dan tolong ingatkan dia untuk tetap menjaga kesehatan nya." Pak Hutomo selalu menatap Dona dengan penuh kasih sayang.ketulusan yang di miliki oleh Pria renta ini bisa di lihat oleh Marwa sehingga membuat dia benar-benar merasa iri.


" Beruntung sekali Dona berpisah dengan Bram laknat itu! Semua orang menyambut Dona dengan suka cita.bahkan mungkin nanti akan di ratu kan dengan begitu terhormat nya."


" Aku saja sampai iri melihat nya.walau kaya raya tapi Pak Hutomo begitu menghormati Dona, berbeda jauh dengan kedua orang tua Bram yang tidak punya akhlak itu."batin Marwa mulai membanding-bandingkan antara Pak Hutomo dengan keluarga dari mantan suami Dona.


Setelah berpamitan dengan Pak Hutomo yang kebetulan juga hendak keluar menemui sahabat nya.Dona langsung mengajak Marwa pindah ke halaman belakang. ada banyak orang yang sedang berlalu lalang membereskan pekerjaan mereka masing-masing.tenda dan hiasan mewah sudah terpasang dengan begitu megah nya.meskipun di laksanakan dengan konsep outdoor.tapi pihak Wo sengaja mendirikan tenda untuk mengantisipasi jika nanti nya cuaca tiba-tiba saja tidak bersahabat.karena kebetulan sekarang sudah masuk musim penghujan sehingga sulit bagi mereka untuk menebak cuaca untuk hari esok.


" Ini mah bukan pesta kecil-kecilan Dona! Mewahhhh bangetttt." Marwa menggoyangkan lengan Dona yang juga sedang menatap kagum setiap hiasan yang tersusun rapi di depan mata nya.


" Aku juga nggak tahu Wa! Tapi benar kok Aku milih yang sederhana aja." jawab Dona lalu mendekati wo penanggung jawab pesta pernikahan nya.wanita berjilbab itu nampak sangat sibuk sekali dengan banyak tumpukan kertas yang berada di tangan nya.


" Mbak! Ini benar kan konsep yang Aku pilih kemarin?" tanya Dona memastikan.


Wanita berjilbab itu pun langsung mengangguk sambil tersenyum manis.


" Benar Mbak ,tapi ada sedikit sentuhan yang di tambahkan oleh Pak hutomo.maaf jika kami tidak sempat memberitahu Mbak Dona lagi , waktu nya sudah sangat mepet dan nanti malam harus sudah sempurna." jawab pihak wo tersebut.


" Oh gitu, nggak papa kok Mbak,semua terlihat lebih cantik dan sangat elegan sekali." Dona dan Marwa yang tidak bisa tinggal diam akhirnya ikut membantu pihak wo agar semua nya bisa selesai lebih cepat lagi.bahkan Dona tidak sungkan untuk ikut menyusun kursi sehingga membuat para pekerja semakin mengagumi kerendahan hati nya.


Sedangkan di tempat yang berbeda.Bram yang baru saja terbangun dari tidur nya.di kaget kan oleh suara bass milik kedua orang tua nya yang sudah masuk ke dalam kamar nya.


" Ibu ,Ayah! Bagaimana kalian bisa sampai di sini?" tanya Bram tidak percaya.


" Ya bisa aja dong,kalau ada duit semua nya bisa di lakukan dengan mudah." jawab Bu Wati begitu angkuh nya.


" Bukan seperti itu Bu! Untuk apa Ibu datang ke ibu kota! Bukan kah Aku sudah berjanji akan mengunjungi Ibu dan juga Ayah nanti nya." sanggah Bram membenarkan posisi duduk nya.


" Tapi Ibu mu sudah tidak bisa tenang sejak mendengar kabar perceraian mu itu.lalu di mana wanita itu sekarang?" tanya Pak Slamet dengan bola mata yang masih sibuk memindai isi kamar putra kebanggaan nya.


" Ya mana Aku tahu Yah! Terserah dia mau tinggal di mana.karena sudah bukan kewenangan Aku lagi." jawab Bram ketus.


" Kenapa nggak Kamu tahan saja dia sampai ibu datang kesini,rasa nya tangan Ibu sudah sangat gatal sekali ingin menghajar wajah jahat nya itu." Bu Wati nampak berapi-api ketika mengingat kembali wajah Monik yang selalu saja membantah ucapan nya.sangat berbanding terbalik dengan Dona yang selama 17 tahun menikah selalu patuh dan tidak pernah melawan perintah nya.


" Aku sudah jijik melihat wajah nya.lalu untuk apa lagi Aku mengotori rumah ku dengan kehadiran wanita murahan seperti dia. Sudah lah Aku mau mandi dulu terus habis ini kita sarapan bersama." Bram langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan sang Ibu yang terus saja menyumpahi Monik dengan kata kotor nya.


Bram yang awal nya ingin kembali menumpang sarapan di rumah Dona akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya itu karena kedatangan kedua orang tua nya secara mendadak.


Begitu sarapan nya habis.Bram langsung pamit ke kantor dan meninggalkan kedua orang tua nya yang tengah asyik bermain air di kolam renang.kedua pasangan renta itu seperti anak kecil yang begitu senang bertemu air.meski berasal dari keluarga yang sangat berada di kampung sana.tapi rumah besar mereka belum di lengkapi fasilitas yang lengkap seperti yang di miliki oleh Bram.

__ADS_1


" Gimana ya Yah kabarnya si Dona sama kedua anak nya itu?" tanya Bu Wati membuat suami nya mendelik tajam.


" Untuk apa Kamu menanyakan wanita itu sama Ayah! Dia sudah bukan lagi menantu kita dan Ayah juga tidak sudi lagi mencari tahu tentang dia." tegas Pak Slamet dengan rasa tidak suka nya.padahal ada kedua Cucu nya yang mewarisi darah dari putra kebanggaan mereka.


" Bukan seperti itu loh Yah! Kali aja saat ini dia sedang susah dan masih berharap bisa kembali lagi bersama putra kita.Ayah kan tahu sendiri berapa gaji seorang dokter.apalagi selama ini dia sudah terbiasa hidup mewah dengan harta yang di miliki oleh putra kita.Ibu hanya ingin menertawai nya saja dan tidak punya maksud lain." jelas Bu Wati membuat Pak Slamet tersenyum kecut.


" Bukan hanya Kamu saja yang akan menertawakan nasib nya,Ayah juga akan melakukan hal yang sama karena dia sudah berani meminta cerai terlebih dahulu kepada putra kita.seharus nya Bram yang mencampakkan dia bukan malah dia yang sibuk menuntut cerai." entah dasar apa kedua orang tua itu begitu menaruh benci yang teramat besar kepada Dona.padahal selama menjadi istri sah dari Bram.Dona sama sekali tidak pernah mencari masalah dengan mereka dan selalu mengalah jika perasaan nya tersakiti.


Kedua orang tua Bram tertawa puas dengan kaki yang menjuntai masuk ke kolam renang.


Baru saja Bram hendak mendarat kan tubuh nya di kursi kebesaran yang begitu empuk.bola mata Bram terasa mau copot ketika melihat ada sebuah undangan terletak di atas meja nya dengan sebuah nama yang masih terukir manis di hati nya.


" Dona akan menikah besok pagi." gumam Bram lirih.tangan nya nampak bergetar hebat memegang kartu undangan berwarna hitam dengan hiasan bunga di setiap ujung nya.


Tidak pernah terpikirkan oleh nya jika Dona akan menikah dalam waktu yang dekat.dan itu artinya kesempatan dia untuk meyakinkan kedua putri nya tersisa hanya beberapa jam saja.Bram yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini langsung membuka plastik yang masih tersegel rapi dan membaca dengan begitu teliti setiap kata yang tertulis di sana.


" Jefri... Sarah." teriak Bram memanggil asisten pribadi dan juga sekretaris nya.


Kedua orang yang merasa namanya di sebut dari ruangan sana.langsung berlarian masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Siapa yang mengantar undangan ini ke sini?" tanya Bram murka.seolah sedang mencari pelampiasan dari rasa yang tidak bisa dia jelaskan saat ini.


"Menurut penuturan pegawai resepsionis,ada seorang kurir yang membawa undangan ini dan minta di serahkan langsung kepada Bos." jawab Jefri yang memang sudah menyelediki semua nya.


" Dona tidak boleh menikah lagi..Dia harus tetap menjadi istri ku...selama nya." teriak Bram menyapu bersih semua yang ada di atas meja nya termasuk juga laptop yang masih tertutup rapat.


" Brengsek sekali Nanda itu! Akan aku balas semuanya." ancam Bram terdengar begitu menakutkan tapi tidak untuk Nanda yang lebih segala nya di banding kan dengan Bram yang hanya punya satu perusahaan saja.


Jefri dan Sarah yang sudah tahu bagaimana kisah rumah tangga Bram hanya mampu meledek Bram dalam hati.mungkin saja ini merupakan balasan yang di berikan atas apa yang sudah dia tanam dulu.


" Maka nya Bos! Sudah punya berlian mengkilat.malah sibuk memungut kerikil di kali.ya gini jadi nya." batin Jefri yang sejak dulu ingin menasehati Bram tapi dia selalu takut dengan ancaman yang di berikan.


" Wanita murahan di pertahankan.malah menendang bidadari dari hidup nya.Bos...Bos...Percuma pengusaha sukses tapi otak ngenes..." Sarah juga ikut mengumpat Bram hanya dalam hati nya.


Setelah merasa tidak punya kepentingan lagi di dalam ruangan tersebut.kedua asisten Bram langsung keluar menuju meja masing-masing dan tidak lupa tertawa puas melihat penderitaan Bram saat ini.


" Rasakan tuh Bos! Begini jadi nya kalau nakal di usia tua...bukan nya tobat malah semakin menjadi-jadi.makan tuh cinta nya si Monik wanita sewaan." ucap Jefri di sambut acungan jempol oleh Sarah yang sebenernya juga tidak menyukai sosok Monik.yang sejak dulu memang sudah terlihat belang nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2