
Setiba nya di Amsterdam airport.ada sebuah mobil mewah yang datang menjemput mereka.Nanda tampak berbincang dengan pria pengemudi mobil tersebut cukup lama dan sambil tersenyum hangat.
" Dulu suami mu itu memang sering berkunjung ke sini.selain untuk urusan bisnis dia juga senang sekali menenangkan diri di sini."ujar Pak Hutomo menjelaskan dan sekaligus menjawab rasa penasaran di hati Dona.
" Oh begitu ya Kek! Pantesan aja Mas Nanda seperti nya sangat akrab sekali dengan Pria itu." Dona yang masih syok mendengar penjelasan dari Pak Hutomo hanya bisa bertanya dalam hati.entah apa maksud dan tujuan dari suami nya membawa mereka ke tempat yang sudah sering dia datangi.kalau hanya untuk menyenangkan hati kedua buah hati nya. Dona sungguh merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.
" Bukan hanya si Steven itu saja.Nanda bahkan punya banyak sahabat di sini.dan Kakek harap Kamu jangan salah paham jika nanti ada teman wanita nya yang tiba-tiba saja datang menyapa kalian." Pak Hutomo yang sering di ajak bertemu dengan semua sahabat Nanda di negara ini tentunya sudah mengenal betul siapa saja yang berada di sekitar Cucu nya.bahkan pria renta ini menangkap sinyal adalah seorang wanita belanda yang menaruh rasa untuk Cucu nya.tapi Nanda tidak pernah merespon dan hanya menganggap mereka semua sebagai sahabat baik nya.
" I-Iya Kek." Jawab Dona gugup.
Sesampai nya di depan hotel.Nanda langsung menggandeng tangan Dona masuk dan di depan mereka ada Pak Hutomo bersama dengan dua dayang cantik nya.
" Bagaimana sayang? Apa Kamu masih kuat berjalan sampai ke kamar?" goda Nanda dengan suara yang cukup keras sehingga membuat orang yang berada di depan mereka ikut tersenyum mendengar pertanyaan itu.
" Ya bisa dong Mas! Memang nya Aku kenapa sampai nggak kuat jalan lagi?" tanya Dona heran.
" Ya kali aja Kamu mau Aku gendong gitu." jawab Nanda tersenyum tipis.
" Nggak usah Mas, terimakasih banyak untuk tawaran nya." tolak Dona menahan kesal ketika sadar jika sekarang suami nya dalam mood usil.
Hahaha...Tawa Nanda lepas kendali di ikuti dengan suara tawa dari barisan depan sana.
" Mas! Kamu kok usil banget sih." Dona mencubit gemas perut suami nya dengan begitu kuat .Nanda yang memakai baju dingin tebal kembali tertawa lebar melihat raut wajah Dona yang sudah tidak bersahabat lagi.
" Bercanda sayang! Jangan terlalu serius dong nanti kita cepat tua lagi."
" Terserah Kamu aja Mas! udah ayo cepat ke kamar nya.Aku pengen ke kamar mandi." Dona menyeret paksa tangan suami nya untuk berjalan lebih cepat lagi.untuk urusan koper akan menjadi tanggung jawab Sopir mobil tadi.semua koper mereka di dorong oleh beberapa bellboy berwajah putih bersih.
Hotel yang di pilihkan oleh Nanda kali ini seperti bangunan tua di masa dulu.Dona dan bersama kedua putri nya begitu menikmati suasana ini dan sesekali berdecak kagum setelah melihat keindahan yang terpancar nyata di depan mata mereka.rasa tidak percaya itu masih menyelimuti hati mereka bertiga.tidak ada yang menyangka jika saat ini mereka sudah berhasil menginjakkan kaki di benua Eropa.
" Thank you." ucap tiga orang bellboy tersebut setelah mendapatkan tips dari Nanda.
Alena dan Priska menempati kamar yang sama dan berada persis di samping kamar sang Eyang.dan untuk Dona dan juga Nanda Kebagian kamar paling ujung tetapi masih begitu dekat dengan kedua putri nya.
" Kalian istirahat dulu ya sayang nanti malam baru kita keluar mencari udara sejuk." titah Nanda mengusap penuh kasih sayang kepala kedua anak gadis nya.
__ADS_1
" Iya Yah! Ayah sama Ibu juga istirahat saja.kita berdua nggak papa kok kalau di tinggal."
" Baiklah, nanti kalau butuh apapun panggil atau telpon saja kami .kamar Eyang juga ada di samping kamar kalian." ujar Nanda menjelaskan karena Pak Hutomo sudah terlebih dahulu pamit masuk ke dalam kamar karena ingin menuntaskan sesuatu.
Begitu sampai di dalam kamar mereka.Dona langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang yang begitu nyaman.dia bahkan sampai lupa untuk membersihkan tubuh nya setelah rasa kantuk tiba-tiba saja menyapa kedua bola mata nya.
"Kamu istirahat saja dulu sayang." ujar Nanda begitu pengertian.
" Iya Mas! terimakasih." jawab Dona dan dalam hitungan menit sudah berhasil masuk ke dalam alam mimpi nya.
Dan untuk Nanda langsung menyibukkan diri dengan macbook dan juga ponsel genggam nya.walaupun sedang liburan bersama keluarga nya.pria sukses ini tidak lah benar-benar seratus persen liburan.ketika semua orang sedang beristirahat dengan tenang.Nanda malah menyempatkan diri untuk mengecek email dan laporan yang di kirim oleh Asisten pribadi nya.
Dona yang sudah terlelap tentu saja tidak bisa melihat lagi apa yang sedang di kerjakan oleh suami nya saat ini.
" Ya halo Sukri." jawab Nanda menerima sambungan telepon dari asisten pribadi nya.
" Apakah Bos sudah sampai di Belanda?" tanya Sukri sebelum memulai inti dari semua nya.
" Sudah dan kami mau istirahat sebentar di hotel sebelum keluar menikmati indahnya pemandangan alam di sini." jawab Nanda pelan takut menganggu tidur nyenyak sang istri.
" Ya sudah jika itu yang mereka ingin kan.tapi ingat jangan ganggu Aku sampai 6 hari ke depan dengan semua drama di tanah air.Kamu kerjakan saja sendiri dan tidak perlu menelpon bolak balik."
" Sudah sSaya ingat kan mereka semua Bos.maaf jika Saya sudah mengganggu waktu Bos.selamat bersenang-senang Bos." Sukri langsung menutup sambungan telepon karena tidak ingin menganggu aktivitas Bos nya yang tengah berbahagia.
" Mas, tidur dulu! Nanti lagi kerja nya.Kamu nggak di tanah air nggak di sini tetap aja kerja.kalau gitu lebih baik bulan madu nya di rumah aja ketimbang harus melihat Kamu bekerja keras seperti ini setiap hari."
" Kalau Kamu jatuh sakit nanti bagaimana Mas." Imbuh Dona masih dengan mata lengket nya.
" Iya sayang,tadi Aku cuman ngecek email aja kok.ini udah mau ikut tidur juga." balas Nanda bergegas naik ke atas ranjang sebelum istri nya kembali merasa bersalah.
" Ayok kita tidur lagi karena nanti malam kita berdua harus lembur sampai pagi." Nanda memeluk tubuh Dona yang sedang bersembunyi di dada nya.udara yang terasa begitu dingin membuat kedua insan ini semakin mengeratkan pelukan untuk mencari kehangatan dari pasangan sah nya.
" Jangan ngaco deh mas!" seru Dona tidak percaya.
Bram yang sedang kesulitan membayar semua ganti rugi akhirnya berhasil mendapatkan seorang pembeli yang datang menawarkan diri untuk membeli rumah nya dengan harga yang cukup fantastis dan tidak membuat dia rugi banyak.
__ADS_1
" Setelah Saya amati semua yang ada di rumah ini.Saya sangat tertarik untuk membeli rumah ini.besok ada staf Saya yang datang ke sini untuk mengurus semua nya." ucap lelaki yang baru pertama kali di temui oleh Bram.
" Baik Pak. Terimakasih sudah membeli rumah Saya. Barangkali Bapak juga sedang mencari mobil.Saya kebetulan juga ingin menjual mobil yang ada di garasi samping." tawa Bram lagi agar semua barang-barang nya bisa terjual dalam waktu cepat.
" Maaf untuk saat ini Saya belum membutuhkan mobil lagi , Saya pamit dulu karena masih ada urusan yang harus Saya selesaikan Mas." pamit lelaki tersebut setelah menerima pesan masuk dari nomer yang tersimpan di layar ponsel nya.
" Iya tidak apa-apa Pak, Saya memaklumi nya kok.sekali lagi terima kasih atas bantuannya Pak." Bram melepas kepergian pria tersebut dengan sedikit senyum.setidak nya ada seseorang yang mau membeli rumah nya dan membantu dia melunasi utang yang sudah menumpuk.
Bram bergegas masuk ke dalam dan meminta Bi Soidah untuk mengemasi semua barang-barang milik dia dan juga milik Bi Soidah sendiri.malam ini juga rencana nya Bram akan pindah ke apartemen yang letak nya sangat dekat dengan perusahaan nya.untuk semua isi rumah akan dia lelang di toko furniture dan sudah pasti akan kembali mendapat kan tambahan dana yang cukup besar.
" Baju Saya jangan sampai ada yang ketinggalan ya Bi, nanti malam kita akan pindah dari sini dan Bibi akan tetap bekerja dengan Saya."
" Baik Pak." jawab Bi Soidah tanpa bertanya lebih lanjut lagi.
Seluruh pakaian milik Bram sudah berhasil di masukkan kedalam beberapa koper dan juga kardus besar.Bi Soidah sengaja menyusun semua nya di dekat pintu kamar untuk mempermudah memindahkan nya nanti.Bi Soidah lantas kembali turun untuk membereskan pakaian nya sendiri.
" Sayang sekali rumah ini harus di jual, padahal hanya tinggal ini harta benda yang Aku miliki saat ini."
Bram duduk menopang dagu lalu mencoba menghubungi nomer kedua putri nya.Priska yang baru selesai mandi langsung menjawab sambungan telepon tersebut dengan suara pelan agar tidak kedengaran oleh sang kakak yang masih berada di kamar mandi.
" Kita lagi di eropa Yah,jadi belum bisa ketemu sama Ayah." balas Priska ketika Bram meminta ingin bertemu dengan dia dan juga Alena .
" Ayah Nanda yang mengajak kami kesini.Eyang Hutomo juga ikut .nanti Aku kabari lagi jika kami sudah pulang ke tanah air."
" Iya Ayah, assalamualaikum." Priska langsung menutup sambungan telepon ketika mendengar pintu kamar mandi akan di buka oleh Alena dari dalam.
Sedangkan di tanah air.saat ini Bram sudah sama persis seperti cacing yang sedang kepanasan.dia tentu nya sudah bisa menebak maksud kepergian Dona keluar negeri dan tidak lain adalah untuk berbulan madu.
" Sialan Nanda sama Kakek nya itu,di saat Aku sedang kebingungan dan sibuk mengurus perusahaan ku.mereka malah enak-enakan main kuda-kudaan di sana.mana Aku masih begitu mencintai Dona lagi ."
" Akan Aku ambil lagi apa yang seharusnya menjadi milik ku."
" Mungkin nggak ya Dona mau membantu Aku mengeruk harta Hutomo dan setelah mendapatkan semua nya dia harus kembali lagi kepada Aku." Bram mulai berandai andai jika Dona mau melakukan apa yang dia perintah kan.dalam sekejap mata dia akan kembali kaya raya jika rencana busuk nya itu benar-benar menjadi kenyataan.
" Aku harus bujuk Dona , tidak mungkin dia tidak punya perasaan lagi kepada Aku .secara dulu kami pernah menikah dan menghabiskan waktu bersama cukup lama." Bram terus saja bergumam sendiri seolah-olah Dona sama seperti Monik yang begitu licik nya.yang ada bukan nya menolong Bram,Dona malah akan semakin marah mendengar permintaan aneh dari mantan suami nya yang sudah tidak punya urat malu lagi.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍