Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 50


__ADS_3

Tidak terasa sudah 4 hari keluarga Hutomo menghabiskan waktu mereka di benua Eropa.pagi ini keluarga bahagia ini sedang duduk di sebuah cafe yang menyajikan secangkir kopi hangat beserta cemilan ringan khas Eropa sebagai pengganjal perut.


Sebuah tempat di kota Den Haag ini terasa begitu asing bagi Dona dan kedua putri nya.tapi tempat ini juga sangat menyejukkan tanpa ada nya polusi udara dan kemacetan yang biasa menemani mereka setiap pagi.di depan mereka saat ini banyak bangunan indah yang berbentuk klasik menjulang tinggi.


" Kita datang di waktu yang tepat sekali.beberapa wilayah sudah ada yang memasuki musim semi." ucap Nanda setelah menyeruput isi cangkir nya.


" Wah Alena nggak sabar lagi pengen melihat nya Ayah.pasti sangat seru sekali." Alena yang baru pertama kali keluar negeri tak berhenti mengucapkan kata syukur serta terimakasih nya kepada sang pencipta.berkat pertemuan dengan Nanda kehidupan mereka bertiga berubah sangat drastis.


" Berarti main ski nya batal dong Yah! Padahal Aku masih ingin main salju terus lari-larian di bawah nya." sahut Priska menimpali.


" Hmm." Nanda berdehem mengiyakan ucapan Priska.


"Nanti kalian masih bisa menikmati salju di negara lain.Ayah kalian juga sudah berjanji akan membawa kalian liburan lagi setelah ini.nikmati saja apa yang ada dan waktu kita yang tinggal beberapa hari lagi." tukas Pak Hutomo memeluk bahu cicit nya.


begitu sarapan mereka semua sudah habis . keluarga Hutomo kembali melanjutkan perjalanan indah ini mengunjungi satu persatu tempat wisata yang ada di Den Haag.kamera Alena selalu standby memotret dirinya dan juga pemandangan indah yang terhampar luas di depan mata.bahkan story aplikasi hijau nya sudah seperti benang jahitan yang nggak ada habisnya membuat kedua sahabat nya menaruh rasa iri kepada Alena.


" Beruntung banget Alena punya Bokap baru! Udah baik, tampan,kaya lagi.pokok nya sempurna banget lah untuk Tante Dona."bisik Nayla kepada Soraya yang sudah beberapa hari ini duduk di samping dia mengganti kan Alena yang sedang izin berlibur bersama keluarga tercinta.


" Gue aja sampai iri ngeliat nya! Mana bokap gue sibuk mulu lagi dan nggak pernah nawarin liburan.garis hidup Alena benar-benar indah ya Nay." Nayla mengangguk kan kepala nya masih tetap fokus melihat satu persatu gaya centil Alena di aplikasi hijau nya.


" Ternyata benar apa kata orang Aya! Akan ada pelangi setelah badai menerjang.sama persis kayak kehidupan Tante Dona dan juga Alena." ketiga nya sesekali bergosip ria di dalam grup.kedua sahabat Alena bahkan tanpa segan meminta oleh-oleh khas benua Eropa kepada Alena yang sudah tajir melintir saat ini.Alena yang memang berniat membelikan kedua sahabat nya oleh-oleh langsung menyanggupi nya tanpa berpikir panjang lagi.


Sebelum kembali ke hotel.mereka terlebih dahulu menyempatkan waktu untuk melaksanakan ibadah sholat magrib berjamaah bersama dengan warga Den Haag.waktu sholat antara tanah air dan di sini sangat berbeda dan untung nya Pak Hutomo sudah menyiapkan jam khusus sebagai pengingat untuk mereka semua.


" Mau makan di mana sayang?" tanya Nanda kepada Dona.

__ADS_1


" Di hotel aja deh Mas! Rasa nya badan udah lengket-lengket semua dan butuh di siram pakai air dingin deh." balas Dona memberikan saran nya.


" Baik lah, anak-anak masih tahan kan kalau menunggu kita sampai ke hotel ?" tanya Nanda selalu saja perhatian kepada kedua putri sambung nya.


" Aman Mas." jawab Dona tersenyum dan semakin hari rasa cinta nya semakin bertambah besar untuk Nanda, Walaupun kedua gadis remaja ini bukan lah darah daging nya.tapi Nanda selalu mencurahkan kasih sayang berlimpah tanpa pernah sedikitpun merasa keberatan dengan kehadiran mereka berdua.bahkan Kedua gadis cantik ini di perlakukan begitu istimewa sampai membuat Dona speechless dengan mata berkaca-kaca.


Mereka memutuskan untuk segera kembali ke hotel yang berjarak 300 meter dari tempat mereka berdiri saat ini.Nanda menggandeng tangan Dona agar sang wanita tidak kedinginan.dan untuk kedua gadis remaja ini berjalan beriringan bersama Pak Hutomo yang juga tengah menggandeng erat tangan kedua cicit nya.walaupun sudah memasuki musim semi.tetapi suhu udara di sana masih sangat dingin jika di bandingkan dengan apa yang sering mereka rasakan di tanah air.


Begitu sampai di hotel Nanda langsung mengajak keluarga nya untuk menyantap makan malam sebelum benar-benar istirahat di dalam kamar mereka masing-masing.


Alena dan Priska yang begitu menyukai makanan luar tampak menikmati apa yang di pesan kan oleh sang ibu untuk mereka berdua.tak jarang Pak Hutomo juga berbagi makanan agar kedua cicit nya bisa merasakan jenis makanan pilihan nya yang tentunya berbeda dengan apa yang mereka makan.enak ! Kata itu lah yang keluar dari mulut kedua gadis itu membuat Pak Hutomo kembali memasukkan makanan nya ke dalam piring kedua gadis remaja itu sampai habis tak bersisa lagi.


" Sayang! Aku masih sangat kedinginan .Aku butuh kehangatan lebih." goda Nanda yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah mandi nya.


" Jangan banyak alasan Mas! Seperti nya penghangat kamar ini masih berfungsi dengan baik." Dona yang sudah selesai merapikan pakaian yang berserakan di lantai langsung merangkak naik ke atas ranjang.tanpa dia sadari Nanda yang juga punya tujuan lain ikut merangkak sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.


Dona langsung merebahkan tubuhnya membiarkan Nanda melakukan apa yang sedang ingin dia lakukan saat ini.


" Kita shalat isya aja dulu Mas! Biar nanti bisa langsung istirahat." ucap Dona ketika Nanda akan memulai permainan.


Nanda melirik ke arah jam dan mengangguk kan kepala dengan ragu.jika tidak di laksanakan sekarang juga mungkin saja mereka berdua akan lupa karena jika sudah berada di atas ranjang pasti akan memakan waktu yang cukup lama.


Nanda terlebih dahulu masuk ke kamar mandi sedangkan Dona memilih menyiapkan perlengkapan sholat sambil menunggu antrian untuk membasuh seluruh wajah nya.


Pasangan suami istri ini sholat dengan begitu khusuk nya dan tidak lupa juga berdoa memohon kepada sang pencipta dengan begitu tulus nya.

__ADS_1


" Sayang! Sini." ajak Nanda menepuk sisi ranjang kosong di samping nya.


Dona langsung mengangguk patuh tanpa banyak basa-basi.


Nanda menyentuh dengan lembut bibir manis milik istri nya.menyesap dan memainkan hingga membuat kedua nya semakin terbakar.Dona mengalungkan kedua tangan nya di leher Nanda sehingga membuat keduanya semakin dekat tanpa ada jarak yang memisahkan.malam ini Dona terlihat begitu agresif membuat Nanda merasa sangat bahagia sekali dan puas menikmati apa yang di lakukan oleh sang istri malam ini.berulang kali Nanda meminta mengulang kembali percintaan panas ini sehingga membuat tubuh kedua nya lelah dan tertidur dengan saling berpelukan mesra.


Bram yang masih merasa penasaran dengan apa yang sedang lakukan oleh Dona dengan kedua anak nya selama di luar negeri.terus menerus mengirim pesan kepada Priska putri sulungnya yang memang selalu membalas pesan nya.berbeda dengan Alena yang memilih mengabaikan pesan tersebut tanpa berniat untuk membaca nya sedikit pun.


" Kemana mereka semua? Kenapa nggak ada satu pun pesan Aku yang mereka balas?"


" Ini semua pasti gara-gara Nanda yang sudah membawa pengaruh buruk untuk kedua putri ku."


" Tidak bisa di biarkan ,Aku harus bertindak lebih keras lagi supaya Nanda sadar siapa dirinya sebenernya untuk kedua putri kandung ku." Bram terus saja menggerutu sambil melirik pesan yang masih centang satu.entah lupa atau karena tidak tahu jika perbedaan waktu mereka saat ini jauh berbeda dan kedua putri nya sudah terlelap damai dalam tidur indah nya.


Tak ingin membuang waktu secara percuma.sambil menunggu pesan yang dia kirim di balas oleh sang putri.Bram memilih menghubungi Jefri menanyakan tentang kabar kepergian Sarah.


" Maaf Bos! Sarah sudah pindah ke luar negeri dan seperti nya akan menatap di sana.untuk melacak keberadaan Sarah di sana membutuhkan dana yang begitu besar dan belum tentu usaha ini akan berhasil juga Bos." ucap Jefri menjelaskan sekaligus memberi saran kepada Bram.


" Wanita licik! Bagaimana bisa dia pergi membawa semua uang ku .siapa yang sudah menolong dia selama ini? Apa Monik?" tuduh Bram kembali menyeret nama mantan istri nya.


" Sarah melakukan semua nya sendiri karena sedang butuh uang yang cukup besar untuk mengeluarkan ayah nya dari penjara.dan saat ini ayah nya sudah bebas dari penjara dan sedang berkumpul bersama keluarga nya.dan untuk Sarah langsung pergi dari rumah setelah menjual mobil milik nya."


Bram terdengar menarik nafas panjang nya lalu mengusap wajah dengan sangat kasar.


" Hidup ku aja udah sulit begini.malah di tambah semakin sulit hanya gara-gara wanita polos itu.nanti kalau dia sudah kembali ke tanah air akan Aku tagih apa yang seharusnya menjadi milik ku."

__ADS_1


" Besok Kamu tolong temani Aku untuk menyelesaikan semua tagihan yang ada." imbuh Bram mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari Jefri yang masih begitu setia mengabdikan diri nya kepada dia yang sudah tidak punya apa-apa lagi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2