
Bram pulang ke rumah nya dengan wajah yang sangat kusut.dasi yang seharusnya melingkar di leher kini sudah berpindah tempat dan tidak seperti Bram yang biasa nya selalu tampil perfect.langkah kaki Bram terdengar begitu kasar di sertai dengan hembusan nafas yang semakin kencang.tak pernah dia duga sebelumnya jika Dona sangat mudah untuk menemukan pengganti nya dan bahkan calon suami nya Dona sekarang berada di atas kemampuan yang dia miliki.
Berulang kali hembusan nafas panjang terdengar keluar dari mulut Bram membuat Pak Slamet dan Bu Wati yang sedang duduk manis menikmati segelas kopi menatap heran kepada Bram.
" Lho Kamu kenapa pulang-pulang dengan wajah seperti itu ?" tanya Bu Wati menelisik semakin lekat.
" Dona ,Bu!" jawab Bram singkat lalu menendang semua yang ada di depan mata nya sebagai tempat melampiaskan kemarahannya.meja, kursi dan semua nya di buat berantakan .apapun yang ada di atas meja sudah di lemparkan ke arah tembok hingga hancur tidak berbentuk lagi.tak sampai di situ saja ,Bram bahkan sampai berteriak kencang membuat semua orang menggigil ketakutan di tempat mereka masing-masing.
Tak banyak yang bisa di lakukan oleh kedua orang tua nya selain hanya menyaksikan pertunjukan yang ada di depan mata mereka.
" Bram! Sudah hentikan,ada apa sebenarnya dengan Kamu? Kenapa Kamu menyebut nama Dona?" tanya Bu Wati masih bergetar.
" Jangan seperti ini,jelaskan semua nya dengan baik-baik." imbuh Bu Wati yang sudah tidak tahan lagi dan bergegas mendekati putra kesayangan nya.nafas Bram bahkan masih tersengal-sengal akibat luapan emosi nya yang tidak tertahan lagi.
" Aku sekarang sudah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kembali Dona! Hidup ku hancur gara-gara wanita sialan itu dan dengan tidak tahu malu nya kalian malah mendukung rencana poligami yang dia tawarkan.Aku sudah tidak bisa lagi mendapatkan Dona...Dia sudah menjadi milik orang lain." teriak Bram sangat keras membuat Pak Slamet yang awal nya diam kini ikut berdiri mendekati Bram.
" Bukan nya dulu Aku sudah bilang untuk menunggu sebentar dan harus membicarakan semua nya kepada Dona! Tapi Ayah malah memaksa Aku untuk segera beristri dua.dan akhirnya apa? Ayah lihat sendiri kan apa yang terjadi kepada ku saat ini.wanita yang ayah puja-puji itu sangat lah licik melebihi preman bayaran.Aku sudah kehilangan istri terbaik yang Aku punya, anak-anak yang begitu aku cintai begitu juga dengan segala yang ada dalam hidup ku.Aku sudah hancur Bu,Yah! Hancur."lanjut Bram mengeluarkan semua isi hati nya.
" Bram! Jangan berteriak seperti itu? Sudah terima saja semua nya.bukan kah Kami berdua sudah berjanji akan mencari calon pendamping terbaik untuk mu."balas Bu Wati ikut berteriak.
__ADS_1
" Aku hanya ingin Dona,Bu! Kenapa kalian selalu membenci nya dan malah menjerumuskan Aku menjadi lelaki yang tidak bisa bertanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya.tidak bisa kah sedikit saja kalian mengerti Aku,jangan terus-terusan memikirkan uang ,harta dan kekuasaan.Aku sudah kehilangan semua nya."tubuh Bram terduduk tak berdaya.beriringan dengan tangisan yang begitu menyayat hati setiap orang yang mendengar nya.bukan hanya karena rasa takut kehilangan Dona dan kedua anaknya saja Bram mengeluarkan air mata bahagia nya tapi karena menyadari bahwa saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan untuk memperjuangkan semua nya dan seolah-olah dia adalah laki-laki pengecut.
Pak Slamet dan Bu Wati yang syok melihat Bram menangis untuk yang pertama kali nya langsung diam bergeming sambil melirik satu sama lain nya.
" Besok Dona akan menikah dengan pria lain.Sedangkan Aku sendiri sudah mendapatkan karma atas perbuatan ku kepada nya.sedikit pun Aku sudah tidak punya harapan lagi untuk bersama mereka." Bram menatap silih berganti kedua orang tua nya.sedikit pun tidak ada yang menunjukkan simpati terhadap diri nya selain wajah datar yang sudah biasa Bram lihat.
" Alah Bram! Palingan nanti dia di tinggal selingkuh lagi karena tidak becus mengurus suami.tenang saja dan Kamu harus bersabar menunggu kehancuran nya.tidak ada yang nama nya karma karena kita melakukan apa yang terbaik untuk hidup mu.besok akan kami kenalkan Kamu kepada wanita cantik dan masih muda.tidak perlu bersedih seperti ini hanya karena Dona sialan itu." Bram yang sudah merasa lelah melihat keegoisan kedua orang tua nya langsung berdiri dari lantai dan berjalan cepat masuk ke dalam kamar nya.percuma saja dia mengeluarkan semua isi hati nya kepada kedua orang tua nya karena sedikit pun mereka tidak akan pernah mau mengerti maksud dan tujuan nya.
" Yah! Cepat sana telpon sahabat Ayah yang juragan tanah itu,besok atau secepatnya kita harus berhasil menjodohkan Bram dengan anak nya.Bram tidak boleh kalah dari wanita yatim itu.Aku juga ingin Bram ada yang mengurus sehingga nanti pas kita pulang kampung Aku bisa tenang di sana." titah Bu Wati sedikit memaksa karena memang seperti ini lah watak asli nya.Tidak jauh berbeda dari ketiga anak nya.
" Baiklah! Ayah ke kamar dulu mau ngambil ponsel.Kamu bantu Bibi bersihkan semua kekacauan ini." Pak Slamet langsung meninggal kan istri nya yang terlihat ogah-ogahan membantu Bi Soidah.
" Mbak! Sini dulu,Ibu mau ngomong sebentar sama Mbak dan juga Adek." ucap Dona ketika pandangan mata mereka saling bersitatap lembut.
" Iya Bu,maaf ya tadi Mbak ,Eyang sama Adek makan duluan,kami pikir Ibu sama Ayah akan makan di luar." Alena dan Priska mengambil posisi duduk di antara Dona dan Nanda.Pak Hutomo yang sengaja ingin memberi mereka waktu untuk berkumpul berempat langsung pamit masuk ke dalam kamar dengan alasan ingin menghubungi teman-teman nya.
Sebenarnya sudah sejak tadi pikiran Dona bercabang dan tidak fokus,bahkan ketika masuk ke dalam mall untuk menjemput cincin pernikahan mereka saja Dona beberapa kali harus menabrak pengunjung lain nya sehingga membuat Marwa dan Nanda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat nya.Dona tau jika saat ini kedua putri nya sudah begitu dewasa dan pintar dalam bersikap.tapi tidak ada salahnya mereka berbicara serius sebelum hari esok datang menyapa dan semua sudah berubah total.
" Apa benar kalian sangat ingin melihat Ibu menikah lagi? Apa kalian sudah ikhlas menerima semua nya?" tanya Dona dengan tenang dan penuh perhitungan.Nanda yang duduk di sebelah Priska memilih diam sambil menyimak pembicaraan yang sedang terjadi.
__ADS_1
Alena dan Priska langsung melempar tatapan mata penuh tanya kepada sang Ibu dan sedetik kemudian langsung mengangguk kan kepala dengan begitu kompak.apa tidak cukup dengan wajah ceria mereka selama ini bahkan karena itu juga Alena mulai bisa fokus dengan sekolah nya begitu juga dengan Priska yang lebih mudah melupakan kejadian masa lalu karena kehadiran Nanda di tengah-tengah mereka.
" Ibu serius sayang,Ibu tidak ingin nanti kalian berpikir buruk.Ibu menikah lagi bukan berarti Ibu tidak akan memikirkan perasaan kalian.bukan berarti Ibu melupakan kalian.bukan berarti kalian tidak berharga lagi.dan bukan berarti Ibu harus membagi kan kasih sayang.kalian berdua segala nya untuk Ibu.semua yang Ibu lakukan hanya demi kebahagiaan kalian." imbuh Dona dengan wajah sendu nya.ini lah yang paling Dona sukai karena anak-anak nya dengan sangat mudah di ajak berbicara dari hati ke hati dan selalu merespon dengan sangat baik.
" Kita ikhlas menerima semua nya Bu! Bukankah hidup harus berjalan dan Mbak serta adek sudah sangat ikhlas menerima semua nya.bukan hanya Ibu saja yang harus bahagia tapi kita berdua juga Bu.dan Mbak lihat Ayah Nanda bisa memberikan itu untuk kita bertiga." jawab Alena sambil memeluk perut ibu nya.
Nanda menatap lekat kedua anak sambung nya.karena dia sendiri juga sudah berjanji akan menghadirkan kebahagiaan untuk ketiga wanita spesial nya.
" Terimakasih sudah memberikan kesempatan serta kepercayaan penuh kepada Ayah.jika nanti Ayah salah maka tolong ingatkan agar Ayah bisa merubah kesalahan itu menjadi kebenaran.tidak akan ada yang berubah jika nanti Ayah dan Ibu sudah resmi menikah .kalian tetap lah permata di hati kami sekarang dan selamanya." ucap Nanda lalu mengecup bergantian kening ketiga wanita itu dengan penuh kasih dan sayang.
" Kita sama sekali tidak keberatan dengan pernikahan ini Bu,Yah! Karena besar kemungkinan baik Aku atau Mbak nanti nya tidak akan bisa terus bersama dengan Ibu sampai nanti.kelak kami juga akan memiliki rumah tangga masing-masing kan, Bu! Maka dari itu,Ibu berhak untuk mendapatkan pendamping yang bersedia membersamai Ibu sampai senja nanti." Priska yang masih berada di bawah Alena ternyata mampu berpikir sangat dewasa sehingga membuat tenggorokan Dona menjadi kering kerontang.sangat jauh dari apa yang dia bayangkan selama ini.
" Kami juga tidak ingin melihat Ibu kembali terpuruk seperti dulu ketika di tinggal pergi oleh Kakek Suryo dan Nenek Nela. I u wanita baik dan harus selalu bahagia." sambung Alena lagi.
" Ibu tidak menyangka kalian berdua sudah sedewasa ini,Ibu sangat bangga memiliki kalian berdua." Dona mengulurkan tangannya memeluk kedua putri nya.sedangkan Nanda sejak tadi sudah terlebih dahulu mengulurkan tangan kanan nya sehingga membuat mereka berempat saling berpelukan dengan rasa haru.
" Kalian begitu manis dan Ayah juga sangat bangga memiliki kalian dalam hidup Ayah." ujar Nanda dengan mata yang berkaca-kaca.
" Terimakasih untuk semua nya Ayah.meskipun kami berdua bukan lah dari darah daging Ayah.tapi kami merasa begitu istimewa.selalu di perlakukan dengan baik dan tulus oleh Ayah dan juga Eyang.kami janji akan menjadi kebanggaan untuk Ayah dan Eyang." balas Alena semakin mengeratkan pelukan tangannya.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍