
" Waww...Bagus banget hotel nya! Kalau kayak gini mah sampai sore nanti Aku bakalan betah main kuda-kudaan di sini." batin Monik dengan wajah riang nya setelah berhasil mendapatkan informasi di mana sugar Daddy sedang menunggu nya.
Monik lalu mengetuk pintu dengan jemari lentiknya membuat Jonan yang sudah tidak sabar lagi ingin bercinta langsung menyeret tangan Monik masuk ke dalam kamar yang sangat luas itu.seketika rasa kesal nya atas keberuntungan yang di dapat kan Dona sedikit terlupakan karena kebahagiaan ini.
" Sayang! Hotel nya cantik sekali." ucap Monik sambil berjalan mengelilingi setiap ruangan yang ada.
" Apa Kamu suka sayang! Aku rela merogoh kocek dalam-dalam demi bisa menikmati kehangatan mu di sini.puaskan Aku sekarang dan jangan sampai perjuangan ku ini sia-sia begitu saja." Jonan si pengusaha yang sudah punya istri dan juga anak langsung melepas kasar seluruh pakaian nya lalu mencium Monik dengan begitu bringas nya.Monik yang tidak bisa melawan tetap saja menikmati ciuman itu dan bahkan sampai mengeluarkan suara laknat nya ketika Jonan sengaja menghisap leher nya yang akan meninggal kan jejak merah di sekitar lehernya.Monik yang sudah punya banyak pengalaman langsung mengelus pusaka Jonan yang sudah berdiri tegak membuat lelaki dewasa itu mengeram panjang sambil memejamkan kedua mata nya.seluruh pakaian Monik sudah terlepas dari tempat nya dan saat ini sudah berada dalam tawanan pria yang menjadi sugar Daddy nya.
Kondisi kamar hotel ini sudah sangat kacau tak berbentuk lagi .suara laknat milik kedua nya terus saja bersahut-sahutan sehingga membuat siapapun yang mendengar nya merasa sangat jijik.
Kedua nya terus mereguk manis nya hubungan penuh dosa ini dengan sangat serakah.seakan- akan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk bercinta.
" Sayang,Aku capek." keluh Monik ketika Jonan sudah mengangkat tubuh nya untuk pindah ke atas meja rias yang ada di ujung kamar ini.
" Aku masih belum puas sayang,dua ronde lagi." jawab Jonan seolah tidak mengenal kata lelah ataupun puas jika sudah menguasai tubuh Monik.Jonan membenarkan posisi yang dia inginkan lalu mulai melakukan penyatuan secara kasar membuat Monik menjerit antara sakit dan juga keenakan.
Monik yang sudah tidak sabar lagi untuk menyudahi semua nya langsung mengambil alih permainan agar dua ronde yang di minta sugar Daddy cepat terpenuhi dan dia bisa segera beristirahat.
Tubuh Monik akhirnya terbaring lemas tak berdaya setelah dua ronde yang di maksud ternyata cukup menguras banyak tenaga dan memakan waktu selama berjam-jam lama nya.
" Sayang! Aku capek banget." gumam Monik lirih lalu tertidur pulas tanpa perduli lagi dengan apa yang di lakukan oleh Sugar Daddy nya.
Bram yang baru saja pulang menyelesaikan segala tuntutan di perusahaan nya kembali di buat pusing dan lemas oleh permintaan dari sang kakak.bagaimana mungkin dia bisa meminjamkan sejumlah dana yang tidak sedikit itu kepada kakak nya di saat perusahaan yang dia pimpin juga sedang butuh banyak modal .Bram yang sudah kehabisan tabungan langsung menolak mentah-mentah permintaan tersebut dan membiarkan sang Ibu yang melanjutkan telepon yang masih menyala.
" Bram ! Tolong lah Mbak mu ini.kasihan anak-anak nya kalau sampai rumah mereka jadi di sita oleh pihak Bank! Kamu kan masih punya banyak tabungan." bujuk Bu Wati lembut yang tidak ingin melihat putri sulung nya hidup menderita setelah perusahaan milik menantu pertama nya gulung tikar akibat di tipu oleh rekan bisnis nya sendiri.
" Mau pakai apa lagi Aku membantu mereka Bu!Sudah cukup selama ini Aku terus-menerus membantu si Dito itu! Kenapa dia terlalu bodoh sekali sampai bisa tertipu berulang kali.terserah mereka saja mau hidup di mana pun,Aku sudah tidak perduli lagi dan Aku harap Ibu jangan lagi terus mendesak Aku untuk melakukan apa yang di inginkan oleh Mbak Ningsih.suami nya itu sangat licik sekali dan selalu mengandalkan Mbak Ningsih untuk membantu keuangan nya."
" Aku juga butuh uang yang banyak untuk menyelamatkan perusahaan ku.kenapa tidak mereka jual saja semua aset yang mereka punya.tanpa harus kembali menyusahkan Aku yang jelas-jelas tidak ada kaitannya dengan perusahaan mereka." geram Bram lalu masuk ke dalam kamar nya dari pada harus kembali mendengar permintaan aneh dari kakak yang sangat dia cintai.Bram bukan nya tidak tahu bagaimana licik nya ipar nya itu yang suka bermain wanita dan juga judi online.selama ini Bram memilih diam karena dia sendiri juga bukan lah manusia sempurna.kali ini dia benar-benar lepas tangan dan tidak bisa membantu lagi meskipun kedua orang tua nya harus mengemis meminta bantuan nya.
Bram yang sudah merasa buntu untuk mendapatkan suntikan dana hanya bisa berputar-putar di dalam kamar nya .tidak lupa juga dia mengunci pintu kamar agar kedua orang tua nya tidak bisa menerobos masuk ke dalam dan kembali membuat kepala nya menjadi pusing tujuh keliling.
" Aku harus menjual semua aset yang Aku punya! Termasuk juga tas serta perhiasan peninggalan Monik." batin Bram tersenyum puas sambil berjalan menuju walk in closet .semua barang-barang berharga itu dia keluar kan dari lemari kaca dan di susun dengan rapi di atas ranjang.jika di total kan hasil dari penjualan barang ini nanti nya sangat lumayan juga untuk menolong dia yang sedang kesusahan.
__ADS_1
" Aku akan buktikan kepada tua bangka itu jika Aku mampu bangkit lagi dari permasalahan ini.akan Aku buat dia mengemis setelah melihat perusahaan nya hancur oleh tangan ku sendiri." batin Bram seolah-olah jika diri nya mampu melakukan semua yang dia inginkan.padahal seujung kuku Pak Hutomo saja Bram tidak ada apa-apa nya ,apalagi untuk melawan Pak Hutomo yang jelas-jelas sudah punya banyak jaringan di manapun berada.
Sedangkan di lantai bawah sana.Ningsih terus saja merengek kepada kedua orang tua nya agar mau membantu membujuk Bram untuk yang terakhir kali nya.wanita ini bahkan sampai mengancam akan memutuskan hubungan di antara mereka jika kedua orang tua nya gagal meminta Bram untuk mengirimkan sejumlah uang kepada dia.
" Ningsih! Tenang lah Nak,Bram saat ini sudah tidak bisa lagi membantu Kamu dan suami mu, perusahaan milik dia juga sedang kesusahan dan nyaris bangkrut."
" Lagian suami mu itu kenapa sampai tertipu lagi setelah berulang kali mendapatkan kejadian yang sama.apa Kamu sedikit pun tidak menaruh rasa curiga kepada Dito? Mungkin saja uang yang dia maksud sudah habis untuk wanita lain dan bukan karena di tipu oleh rekan bisnis nya." ujar Bu Wati lugas karena sudah bosan mendengar tangisan anak perempuan yang selama ini selalu mereka manja.
" Mana mungkin Mas Dito berani berselingkuh di belakang Aku ,Bu! Aku ini cantik dan pandai merawat diri,tidak seperti mantan menantu Ibu itu! Jangan nuduh yang macam-macam kalau Ibu nggak punya barang bukti nya." sanggah Ningsih tidak terima dengan ucapan sang Ibu.
" Ibu hanya mengingatkan Kamu saja,kalau memang begitu menurut Kamu ya tidak perlu marah-marah.kami tidak bisa membantu Kamu lagi karena di sini keadaan nya juga sedang riweh." Bu Wati langsung menutup paksa sambungan telepon tersebut dari pada harus kembali mendengar permintaan aneh dari putri sulung nya.bahkan Bu Wati yang ingin merasa tenang langsung mematikan sambungan telepon nya agar tidak ada siapapun yang bisa menggangu nya malam ini.
" Yah! Apa sebaiknya kita percepat saja acara perkenalan dengan anak dari teman Ayah itu? jangan di tunda-tunda terus dong Yah!" seru Bu Wati mulai menemukan cara untuk menyelamatkan kehidupan putra kebanggaan nya.
" Ayah juga mikir nya kayak gitu Bu! Tapi apa mungkin mereka mau menerima Bram yang sudah jatuh miskin ini.kalau Pak Gontor marah bagaimana?" tanya Pak Slamet belum yakin dengan ide yang ada di kelapa nya saat mengingat bagaimana keras dan disiplin karakter dari sahabat nya tersebut.
" Ya jangan di kasih tahu dong Yah! Diam-diam saja toh nanti kalau sudah menikah anak Pak Gontor pasti akan jatuh cinta kepada Bram.anak kita itu gagah dan memiliki kharisma yang kuat.wanita manapun tidak akan bisa menolak kehadiran nya."
" Ayah minta mereka untuk datang besok siang agar Bram bisa terlepas dari masalah nya.toh anak Pak Gontor itu pasti punya banyak simpanan yang akan membantu Bram nanti nya." imbuh Bu Wati lalu mulai memikirkan apa saja yang harus dia persiapkan untuk menyambut calon menantu nya besok.
Sedangkan Bu Wati terpaksa harus berbincang dengan Bi Soidah untuk meminta pendapat kepada wanita paruh baya tersebut.
Di kediaman Hutomo.
Dona yang baru saja keluar dari mobil langsung berjalan masuk ke dalam rumah dengan tangan kanan yang di gandeng mesra oleh suami posesif nya.di belakang mereka berdua ada tiga orang asisten rumah tangga yang membantu membawa sejumlah belanjaan Dona.
Tak tanggung-tanggung,Dona bahkan sampai menghabiskan banyak isi saldo atm milik suami nya untuk membeli baju serta perlengkapan liburan nanti.Nanda yang merasa gemas dengan tingkah istri nya lalu membeli beberapa tas mewah yang cukup mahal sebagai kado pernikahan mereka.Dona yang awal nya sempat menolak akhirnya kembali pasrah ketika Nanda memaksa dia untuk menerima tanpa harus membantah lagi.
" Bu! Ini punya siapa?" tanya Alena tidak percaya karena selama ini sang Ibu tidak pernah berbelanja sebanyak itu.
Dona yang merasa sungkan dengan kehadiran Pak Hutomo hanya bisa tersenyum tipis lalu menggenggam lebih kuat tangan suami nya untuk meminta pertolongan.Nanda yang mengerti kode yang di berikan oleh sang istri langsung membalas sambil tersenyum.
" Kakek nggak akan marah jika Kamu belanja seperti ini sayang! Malah ini masih kurang banyak loh.ya kan Kek?" goda Nanda langsung mendapat kan anggukan kepala dari Pak Hutomo.
__ADS_1
" Mas!" bisik Dona semakin sungkan.
" Nggak papa sayang,uang Aku masih sangat banyak dan tidak akan membuat Aku jatuh bangkrut jika hanya membayar belanjaan ini."tukas Nanda semakin memperjelas bahwa semua nya masih normal dan Dona berhak atas apa yang dia miliki saat ini.beda sekali dengan Mantan istri nya terdahulu yang selalu riang jika di ajak berbelanja dan bisa menghabiskan jumlah yang sangat fantastis.
Pak Hutomo yang melihat jika Dona sedang menghindari nya langsung meletakkan kembali koran yang di baca ke atas meja .
" Kenapa Kakek harus marah Nak? Semua yang suami mu miliki adalah milik Kamu dan anak-anak juga.Malah Kakek akan semakin marah jika Nanda tidak bertanggung jawab kepada kalian.ini masih terlalu sedikit dan besok akan Kakek temani Kamu untuk berbelanja lebih banyak lagi." canda Pak Hutomo sedikit tertawa di akhir pembicaraan nya.
"Kek..." gumam Dona lirih.
Akhirnya semua tas belanjaan yang di bawa oleh para asisten rumah tangga di bongkar di ruang tamu .Alena dan Priska langsung gembira melihat baju yang dipilihkan oleh sang Ibu untuk mereka.begitu juga dengan Pak Hutomo yang menatap penuh haru sosok Dona.ini kali pertama nya bagi Pak Hutomo di beliin baju oleh cucu menantu nya.ada rasa sesak di dada yang tak pernah bisa untuk dia jelaskan kepada siapapun.
" Kenapa tidak dari dulu Aku menikahkan Nanda dengan Dona.menyesal Aku tidak bergerak cepat.jika saja Aku tahu sesempurna ini sifat dan wujud nya.Aku dengan senang hati membuat mereka bersatu meski harus mengorbankan kebahagiaan orang lain." batin Pak Hutomo terus menatap teduh sosok Dona yang sudah menghadirkan warna di dalam rumah mewah ini.
" Minggu depan kita akan berangkat ke eropa.Ayah sudah mengurus izin kalian kepada pihak sekolah.dan untuk Kakek nanti satu hari sebelum berangkat harus control dulu sekalian minta obat serta vitamin penunjang lain nya."ucap Nanda .
" Terimakasih Ayah." sahut kedua nya kompak.
" Kakek sudah merasa enakan Nan! Tidak perlu pergi ke dokter lagi.Kakek muak kalau harus mencium bau rumah sakit terus.obat Kakek ada di sini jadi tidak perlu jauh-jauh untuk mencari nya." Pak Hutomo langsung memeluk erat kedua cicit nya dan di balas kontan oleh Alena dan juga Priska.
" Jika mereka tetap bersama Kakek! Kakek janji akan selalu sehat ." imbuh Pak Hutomo dengan wajah bahagia.
" Eyang! Harus kuat dan temanin kita sampai nanti.Mbak dan Adek juga sangat sayang sekali sama Eyang."
" Terimakasih sudah membuat kami bisa merasakan bagaimana rasa nya punya sosok seorang Kakek.dan ternyata rasa nya sangat luar biasa sekali.punya banyak orang yang menyayangi kami.sayang Eyang banyak -banyak." imbuh Alena lagi.
" Eyang jauh lebih sayang kalian berdua.bahkan lebih dari apa yang Eyang berikan kepada Ayah kalian." balas Pak Hutomo lagi membuat Nanda menggeleng tak percaya.
" Aku nggak papa kalau Kakek berubah haluan.Aku juga udah punya seseorang yang spesial di hidup ku." Nanda memeluk mesra tubuh istri nya di hadapan seluruh keluarga.
Malam ini menjadi penuh kebahagiaan untuk keluarga Hutomo. berkat kehadiran ketiga wanita cantik ini mereka lebih sering berkumpul bersama dan menghabiskan waktu luang di ruang keluarga.
Pak Hutomo yang kemarin sempat sakit-sakitan kini terlihat fresh dan rileks menikmati hidup nya .
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰