
sepulangnya dari kafe, tak disangka hujan turun dengan lebatnya. Erin lupa untuk membawa payung dan akhirnya ia tetap berjalan pulang hujan-hujanan. tak lama kemudian, setelah Renaldi membersihkan gelas. ibunya tiba-tiba melemparkan payung ke wajahnya.
"aduh....ibu kenapa sih? sakit tahu!!" kata Renaldi sambil memegang kepalanya
"kau ini tidak peka sekali ya, Erin pulang hujan-hujanan tadi."
"lalu?"
"CEPAT HANTARKAN IA PULANG!!!" teriak ibu yang langsung menendang Renaldi keluar
sementara itu, Erin yang masih berjalan dengan cuaca hujan, beristirahat di sebuah kursi yang ada di bawah pohon. begitu melihat Erin yang sedang duduk disana, Renaldi pun langsung memayunginya tanpa mempedulikan bajunya yang basah terkena hujan itu
"kenapa kamu langsung pulang? padahal aku bisa menghantarkan mu pulang kan?" kata Renaldi sambil duduk disamping Erin
"kenapa kau ada disini?"
"ibuku yang menyuruhku untuk kemari, ibuku langsung saja melemparkan payung padaku dan menyuruhku untuk menghantarkan mu pulang"
"begitu, ya. ibumu sangat pengertian dan baik ya"
"ya begitulah. oh, iya ngomong-ngomong tadi aku melihatmu bicara dengan Lita. memangnya apa yang ia bicarakan tadi?"
"ah... dia hanya bilang kalau ia ingin berbaikan dengan mu"
"b..berbaikan dengan ku? kok bisa gitu!?" kata Renaldi yang tiba-tiba terkejut mendengarnya
"ya, kurasa Lita ingin berpacaran lagi dengan mu."
__ADS_1
"begitu ya."
"memangnya apa yang membuat kalian putus ditengah jalan?"
"yah, aku juga tidak tahu. tapi yang jelas ibuku tidak menyetujuinya."
"kenapa?"
"tidak tahu."
setelah itu, Erin dan Renaldi kembali terdiam tak bicara apapun. hingga Erin beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan pulang.
"h...hei? jangan hujan-hujanan lagi!" kata Renaldi yang menghampiri Erin didepannya dan kembali memayunginya.
"ah, jangan memayungi ku! aku sudah terbiasa hujan-hujanan tahu!!" kata Erin
"heh? tapi nanti kau akan sakit tahu!!"
"tidak..... pokoknya aku akan mengantarmu sampai rumah!"
"ah....tidak usah!!"
dan pada akhirnya, Renaldi berhasil menghantarkan Erin sampai rumah meskipun Erin tetap memaksa untuk tidak diantarkan pulang. sesampainya dirumah mereka langsung disambut oleh Raka yang sudah menunggu mereka di depan pintu
"ibu sudah pulang. wah ada kak Aldi juga disini" kata Raka sambil memeluk keduanya
"wah...Raka, kau tambah tinggi saja ya." kata Renaldi sambil memegang kepala Raka
__ADS_1
"tentu saja, makan ku kan banyak." kata Raka dengan polosnya
"nenek dimana, Raka?" tanya Erin
"nenek ada didapur. akan aku panggilkan!!" kata Raka sambil berlari ke dapur
"kau mau mampir sebentar, Renaldi?" tanya Erin sambil membuka sepatunya
"ah...aku rasa tidak perlu. aku pulang saja"
"Erin, kau sudah pulang? wah ada Renaldi juga disini. kau tidak mengajaknya masuk, Erin?" kata nenek yang berjalan ke arah mereka
"ah, tidak usah. a..aku pulang saja" kata Renaldi sambil membuka pintunya
"heh, jangan menolak pemberian dari orang lain. ayo masuk dan ganti pakaian mu. bajumu basah sekali" kata nenek yang langsung mendorong Renaldi untuk masuk
"eh? tapi aku..."
"sudahlah masuk saja, jangan malu-malu. Erin, pinjamkan baju Rangga untuk Renaldi ya" kata nenek
"iya, ibu"
Renaldi pun mengganti bajunya di kamar Rangga, suami Erin yang telah lama meninggal. Renaldi pun melihat-lihat kamar itu dan yang paling ia ingin tahu adalah sebuah album foto pernikahan mereka. Renaldi begitu terkejut melihatnya
"pernikahan mereka begitu indah ya. ternyata Erin wanita yang sekuat itu ya. kenapa dia tidak mencari suami baru lagi ya? dan juga sepertinya aku pernah melihat orang ini" sambil menunjuk Rangga yang ada di foto itu
"kak Aldi sudah selesai mengganti bajunya? ayo kita makan bersama ibu dan nenek." kata Raka sambil mengetuk pintu dari luar
__ADS_1
"iya, Raka sebentar lagi" kata Renaldi dari dalam kamar itu
Renaldi kembali merapikan barang-barang yang ia buka-buka tadi. dan ketika Renaldi menaruh album foto di atas meja, sebuah foto tiba-tiba terjatuh dari album itu. dan ketika Renaldi mengambilnya, ia sangat begitu terkejut melihatnya.