
sementara itu, Erin terlihat kelelahan dan tertidur di meja nomor 2 setelah mengelap meja itu. Renaldi pun langsung menghampirinya dan duduk di depannya sambil memandangnya
"ternyata teman kecil ku rangga memang tidak salah pilih ya. tidak menyerah dan kuat mentalnya."
dan ketika wajah Renaldi berdekatan dengan wajah Erin seakan-akan ingin mencium dahinya, hal itu tak sengaja membangunkan Erin yang langsung membuat Renaldi terkejut dan kembali duduk.
"lho? ada apa? sudah pagi ya?" tanya Erin yang masih setengah sadar
"hei, jangan tidur disini!? kalau mau tidur sana pulang!!" kata Renaldi
"hah? kau mengusirku?"
"eh....b....bukan gitu juga sih"
"iya-iya, aku pulang deh." mengambil tasnya dan keluar dari kafe itu
"e...eh tunggu!! aku akan mengantarkanmu pulang!" kata Renaldi yang membuat Erin menoleh ke arahnya sebentar
"tidak usahlah. nanti malah merepotkan mu" kata Erin yang kembali berjalan keluar
ayah dan ibunya yang melihat tingkah laku Renaldi, mengendap-endap berdiri disamping Renaldi
__ADS_1
"Aldi.... ibu lihat kok apa yang kamu lakukan" kata ibu yang membisikkannya pada Renaldi
"iya, ayah juga lihat. sepertinya kamu suka sama Erin ya" kata ayah yang juga membisikkannya
"ibu, ayah bisakah kalian tidak usah bisik-bisik di telingaku?" kata Renaldi
keesokan harinya, Erin kembali bekerja dan ketika ia melewati sebuah taman bermain, Erin melihat Rangga yang duduk di kursi ayunan. Erin pun menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"Rangga, kenapa kau ada disini? biasanya kau selalu muncul di sampingku kan?" tanya Erin
"oh, Erin ya. maaf aku hanya ingin sendiri saja."
"tidak apa-apa kok, Erin. aku baik-baik saja"
"apa aku membuatmu sedih? jika iya, aku minta maaf"
"eh? tidak usah minta maaf, ini bukan salahmu kok."
"aku tahu, kau cemburu kan, ketika aku dekat dengan Renaldi? karena itu aku minta maaf"
"tidak usah khawatirkan hal itu. Renaldi itu cowok yang baik, jadi bagiku itu tidak masalah"
__ADS_1
"kau tahu Renaldi?"
"tentu saja aku tahu, karena selama ini aku terus memperhatikanmu tahu!!"
"iya, aku tahu kok. tangan ku selalu terasa hangat saat tidak memegang apa-apa. awalnya aku pikir aku sedang sakit tapi, pada akhirnya aku tahu kalau itu adalah tanganmu yang ingin menyentuh tangan ku kan?"
"sudah kuduga kau pasti tahu." kata Rangga yang tiba-tiba saja, ia menghilang dari sana.
"Rangga menghilang lagi... kenapa dia selalu menghilang tiba-tiba ya?"
sementara itu, Renaldi yang sedang ada dikamarnya. memegang sebuah foto yang ia ambil dari rumah Erin, dan foto itu adalah foto Rangga dan ia saat kecil
"dulu, kita begitu akrab ya. Rangga aku tak menyangka kau begitu tega pada istrimu sendiri. kenapa kau harus meninggalkannya? Erin sekarang menjadi orang yang kuat, Rangga. sayang, kau tidak melihatnya jika kau melihatnya kau pasti akan semakin mencintainya."
"Aldi!? kau didalam? cepat keluar, banyak pelanggan yang datang" kata ibu sambil mengetuk pintunya
"iya, ibu aku akan kesana."
Renaldi pun berjalan keluar kamarnya dan tiba-tiba saja ia terjatuh dan nyaris tidak bisa berjalan. Renaldi pun mengabaikan hal itu dan tetap berjalan keluar kamarnya
sementara itu, Erin yang baru saja datang langsung ditarik oleh ayah Renaldi dan disuruh untuk melayani pelanggan yang sedang mengantri
__ADS_1