Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 30


__ADS_3

malam harinya ketika menunjukkan pukul 01.00  dini hari. tiba-tiba Renaldi menelpon Erin yang sedang tidur itu ketika tengah malam. dan setelah berkali-kali mencoba untuk menelponnya akhirnya Erin pun menjawab telepon darinya.


"lama sekali kau menjawabnya Erin. apa yang sedang kau lakukan sih? sampai-sampai telepon dariku dijawab lama banget!?" kata renaldi yang tiba-tiba ngegas.


"menurutmu apa yang dilakukan orang normal di jam segini!?"


"ngapain emangnya?"


"ya, tidur lah!! emang jam segini orang-orang lagi pada ngapain, terjun payung!?"


"iya-iya, aku tahu kau tidur tadi"


"lalu?"


"kau sedang ada di lantai dua rumahmu kan?"


"iya, lalu kenapa?"


"lihatlah keluar jendela. ada banyak kembang api disana!!"


Erin pun melihat keluar jendela dan benar apa yang dikatakan Renaldi, ada banyak kembang api di luar sana.


"wah....kau benar, ada banyak kembang api"


"yah, aku benar kan!? tahun baru tinggal dua hari lagi. aku tidak sabar sekali"


"tahun baru ya, aku ingin melihat kembang api bersama mu, Renaldi!"

__ADS_1


"eh? tapi aku tidak boleh keluar dari rumah sakit saat ini"


"tidak apa-apa. meskipun melihatnya hanya dari rumah sakit, aku tetap ingin melihat kembang api itu bersama mu, renaldi"


"ah, iya. itu, terimakasih ya. aku senang mendengarnya"


"kalau begitu sampai besok ya. semoga kau cepat sembuh"


"iya, terimakasih"


Renaldi dan Erin pun akhirnya menutup telepon itu. Renaldi yang masih melihat keluar jendela memikirkan sesuatu yang akan terjadi pada tahun baru sekarang.


"kira-kira, apa saat tahun baru nanti, apakah aku masih bisa melihat kembang api disini ya? atau bahkan apakah aku masih bisa melihat Erin dan anaknya disini ya?"


keesokan harinya, ketika Aldo baru saja sampai di kafe. Aldo terkejut melihat wajah Erin yang terlihat kelelahan karena menjawab telepon Renaldi kemarin malam


"kau kacau sekali Erin. apa Aldi menelponmu lagi tadi malam?" tanya Aldo


"wah, ternyata kau juga sama ya? kemarin Aldi juga menelponku jam 10 malam ketika aku bersiap untuk tidur"


"sepertinya Renaldi sangat kesepian disana ya...sampai terus-terusan menelpon seperti itu"


"yah, Aldi memang seperti itu orangnya. dulu saat dia masih sehat-sehat saja, setiap malam Aldi selalu saja menelpon Rangga. Aldi pasti selalu bilang kalau dia membutuhkan seseorang untuk mengisi waktu luangnya."


"Rangga ya, pantas saja setiap pagi Rangga selalu mengantuk dan bangun telat"


"heh? kau juga tahu tentang Rangga!? eh, tapi...namamu Erin kan? kalau tidak salah Rangga pernah bilang padaku nama calon istrinya saat itu, adalah... jangan-jangan, kau itu istrinya Rangga!!!" kata Aldo yang tiba-tiba terkejut mengetahuinya

__ADS_1


"jadi, kau belum tahu ya?"


"itu benar!!!? kau benar-benar istrinya Rangga!!?"


"i.. iya, kenapa kau begitu terkejut sekali!?"


"tidak apa-apa, hanya saja saat itu, Rangga pelit sekali. ia tidak mau memperkenalkan istrinya pada teman-temannya bahkan ia tidak mengizinkan teman-temannya untuk bertemu dengan istrinya sebelum ia memiliki anak"


"jadi, Rangga seperti itu ya sikapnya"


"tapi, aku yakin maksudnya berbeda kok. ia mungkin tidak ingin melihat istrinya bersama dengan laki-laki lain, ia akan merasa cemburu jika itu terjadi. lalu maksudnya ketika ia sudah memiliki anak adalah itu berarti kau sudah setia dengan Rangga dan memperbolehkan teman-temannya untuk menemuimu, Erin"


"tapi, saat ini Rangga sudah tidak ada. kenapa kalian masih mengingatnya?"


"karena, bagi ku dan Aldi, Rangga itu sangat istimewa. dia sama sekali tidak ingin menyerah dan pantas saja istrinya sangat mencintainya"


"aku sangat ingin melihat wajah Rangga saat ini"


"apa? tadi kau bilang apa?"


tiba-tiba Erin mengingat sesuatu dan langsung berlari pergi keluar dari kafe itu.


"eh? Erin? mau kemana!? pekerjaanmu belum selesai sekarang!!" teriak Aldo


"aku mau kerumah sakit, mengunjungi renaldi seperti biasa."


"he? lalu dia membiarkan ku sendiri disini?"

__ADS_1


Erin yang berlari menuju rumah sakit itu berhenti sejenak untuk membelikan Renaldi kue lapis kesukaannya dan kembali berlari kesana


"lihat saja Renaldi!!! akan aku buat kau mengakui ku! dan aku akan memaksa mu menjadi ayah untuk anakku!!!"


__ADS_2