
sepulangnya dari rumah sakit, semuanya sudah keluar dari kamar Renaldi dan hanya ada Erin yang masih ada didalam sana.
"hei, Erin ini sudah terlalu malam lho. apa kau tidak takut?" tanya Renaldi
"tidak. aku sudah biasa pulang malam seperti ini. lagipula biasanya kan aku pulang dari kafe mu itu jam segini"
"jika aku bisa menghantarkan mu pulang, aku pasti akan melakukan itu. tapi sekarang aku minta maaf ya, tidak bisa menghantarkan mu pulang"
"tidak usah memikirkan ku, pikirkan saja dirimu sendiri. aku akan baik-baik saja. tenang saja"
"aku tidak akan melupakan, saat-saat bersama mu Erin. aku tidak akan melupakannya"
"aku rasa aku juga seperti itu. cepatlah sembuh Renaldi!! aku pulang ya!" kata Erin sambil berjalan keluar kamar Renaldi
"aku harap bisa bersamamu terus, erin. jika aku sanggup untuk melamar mu, pasti akan aku lakukan dan membuat mu bahagia." kata Renaldi sambil berjalan melihat keluar jendela
keesokan harinya, di kafe hanya ada Aldo dan Erin yang menjaga kafe itu sedangkan orang tua Renaldi pergi untuk mengunjungi renaldi di rumah sakit. kafe itu semakin sepi seiring berkurangnya pegawai di kafe itu
"hei, Aldo. apa kau sadar? kafe ini semakin sepi ya"
"masa sih? tapi bagiku ini masih terlihat sama saja"
"kenapa kau melihatnya seperti itu? sudah jelas kan, ini memang sepi"
"lalu memangnya kenapa?"
"eh...a..aku juga tidak tahu sih kenapa"
"permisi aku mau beli!" terdengar suara anak kecil di kafe itu yang langsung membuat Aldo merinding
__ADS_1
"Erin? apa kau mendengarnya?"
"mendengar apa?"
"tadi loh, suara anak kecil disini"
"yang bener?"
"hei!! aku di bawah sini!!!" suara anak kecil itu semakin kencang ketika mereka mengabaikannya dan ketika Erin dan Aldo melihat kebelakang mejanya, ternyata hanya seorang anak kecil yang ingin memesan minuman
"aduh ...kalian ini payah sekali ya!? ada pelanggan disini masa kalian abaikan?" Kata anak kecil itu
"heh? siapa ini?" tanya Erin
"eh! cebol!! ngapain Lo kesini!?" tanya Aldo yang tiba-tiba ngegas
"kakak bukannya yang waktu itu ya? yang sering dibilang jomblo seumur hidup!" kata anak kecil itu yang semakin ngawur
"masa sih? emang kakak udah punya pacar?" tanya anak kecil itu lagi
"punya tentu saja aku punya kok. banyak lagi!!"
"benarkah?"
"tentu saja. untuk apa aku berbohong"
"WAH....TERNYATA KAK ALDO SEORANG BUAYA DARAT!!!" teriak anak kecil itu yang membuat seisi kafe melihat Ke Arah mereka
"kurang ajar kau, cebol!!! sini Lo!!" kata Aldo yang mencoba melompati mejanya
__ADS_1
"iya-iya, sudah-sudah. ini ku buatkan jus mangga, tapi kau harus segera pergi ya!" kata Erin yang menarik Aldo kembali
"terimakasih kakak. kakak memang baik banget. nggak kayak si jomblo itu yang ada di belakang kakak"
"apa Lo bilang" sambil mengancam dengan sebuah lap gelas
"sudah-sudah kau boleh pergi sana!!"
"terimakasih kakak. aku pulang ya" kata anak kecil itu sambil berjalan keluar kafe
"jangan membuat masalah disini Aldo. nanti akan aku beritahukan pada Renaldi!!"
"e...eh? jangan begitu dong!!!"
"yah, sudahlah. didepan ada pelanggan, mungkin lebih baik kau melayaninya dulu"
sepulangnya dari kafe, Erin dan Aldo kembali mengunjungi renaldi menggantikan orang tuanya yang pulang kerumah.
"hei, Aldo. apa menurutmu Renaldi akan sembuh dari penyakitnya itu?"
"heh? memangnya kau tidak yakin kalau Aldi akan sembuh dari penyakitnya?"
"tidak juga sih. tapi kemarin, wajah Renaldi terlihat pucat sekali"
"tidak usah khawatir padanya. dia orang yang kuat. sudah berkali-kali dia bisa melawan penyakitnya itu jadi, dia pasti bisa sembuh"
"jadi, begitu ya. Renaldi akan sembuh dan kembali seperti semula"
"ya, begitulah"
__ADS_1
lalu ketika Erin dan Aldo sudah berada dekat dengan kamar Renaldi. terlihat seorang perawat yang membawa peralatan bedah kekamar Renaldi. Erin dan Aldo pun segera berlari ke kamar Renaldi dan ternyata kondisi Renaldi sedang kritis dan sedang dalam perawatan. lalu seorang perawat kembali datang bersama seorang dokter dan langsung mendorong mereka menyuruh Erin dan Aldo pulang kerumah mereka masing-masing "apa yang terjadi pada Renaldi!?" kata Erin yang wajahnya mulai pucat