Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 25


__ADS_3

keesokan harinya, Erin kembali berjalan menuju kafe dan ketika orang tua Renaldi melihat Erin yang baru masuk kafe langsung mendorongnya keluar.


"heh? a...ada apa ini?" tanya Erin yang heran melihatnya


"Erin, hari ini kau pergi kerumah sakit saja ya!!" kata ibu


"eh? kenapa?"


"Aldi ingin kau yang menjaganya hari ini, di rumah sakit!!" kata ayah


"heh? kenapa bisa tiba-tiba sih?"


"yah, sudah-sudah... pokoknya Erin jagain Aldi di rumah sakit saja ya!! yang menjaga kafe serahkan pada ibu dan ayah saja ya, dan juga Aldo!!"


"iya, pokoknya Erin tenang saja ya!!"


"dah!!!!!" kata ibu dan ayah yang langsung menutup pintu kafe


"aku merasa diusir dari sini"


Erin pun akhirnya menaiki kereta yang menuju rumah sakit. sesampainya dirumah sakit, Erin melihat Renaldi sedang berdiri melihat keluar jendela dan terlihat baik-baik saja.


"r..Renaldi? kau sudah tidak apa-apa?" tanya Erin yang berdiri didepan pintu


"Erin? kau sudah ada disana sejak tadi?"


"tidak, baru saja aku sampai kemari"


"senang melihatmu baik-baik saja"


"kau sendiri bagaimana?"


"yah, seperti yang kau lihat, aku terlihat sehat-sehat saja kan?"

__ADS_1


Renaldi pun melirik pada sebuah bingkisan yang Erin bawa dan melihat-lihat bingkisan itu


"bingkisan apa itu?" tanya Renaldi


"ah...ini isinya kue lapis, untuk mu. apa kau mau?"


"tentu saja aku mau!!!" kata Renaldi yang langsung mengambil bingkisan itu membuka isinya dan memakannya


"wah .....enak sekali...dari mana kau tahu kalau aku menyukai kue lapis!?"


"ah...t...tidak juga sih. mungkin itu hanya kebetulan saja"


"benarkah!? hmm....ini enak sekali, apa kau mau Erin!?" sambil memakan kue itu


"tidak. aku sudah kenyang."


"kau sudah kenyang ya. kalau begitu aku makan sendiri saja"


"oh, iya. kemarin sore, aku lihat kondisimu sedang kritis ya?"


"lalu sebelum itu, apa yang kau rasakan saat itu?"


"entahlah, dokter hanya bilang kalau aku kemarin hanya mengalami kejang-kejang saja. dan setelah itu aku sadar, masuk ruang ICU itu memang tidak enak ya"


"memangnya siapa bilang kalau masuk ke rumah sakit itu enak!?"


"yah, meskipun begitu aku sudah terbiasa dengan ini. dulu aku sering sekali masuk keluar rumah sakit, bahkan dalam setahun sudah 6 kali aku dilarikan kerumah sakit. sejak dulu, aku memang sering sakit-sakitan. itu sebabnya aku tidak ingin menikah karena takut akan menyusahkan istriku nanti. tapi, orang tuaku selalu saja menyuruhku untuk mencari pasangan disana, tapi aku tetap tidak mau dan malah membuka usaha kafe di depan rumahku. yah, menurutmu aku jahat sekali ya"


"menurutku tidak seperti itu. hanya saja kau mencoba untuk membahagiakan orang tuamu dengan cara yang lain. aku yakin jika kau menceritakannya pada mereka, orang tuamu akan mengerti"


"begitu, ya"


tiba-tiba ponsel Erin berdering, Raka telah menelponnya dan Erin akhirnya mengangkat telepon itu.

__ADS_1


"ya, halo Raka ada apa?"


"ibu, apa ibu sedang bersama kak aldi disana?"


"ah...tidak kok. memangnya ada apa?"


Renaldi yang mendengarnya merasa tersinggung dan langsung mengambil ponsel Erin dan mengambil alih teleponnya


"halo, Raka!!" kata Renaldi


"wah..kak Aldi!! apa kak Aldi sedang bersama ibu?"


"iya Raka."


"itu berarti, kak Aldi dan ibu sedang berduaan dikamar ya!?"


Erin yang mendengarnya kesal dan mencoba mengambil kembali ponselnya itu.


"Raka bisa kesini? kak Aldi ingin sekali melihat Raka ada disini" kata Renaldi


"kak Aldi ingin Raka kesana!?"


"iya, Raka. kak Aldi ingin sekali Raka mengunjungi ku disini"


"k..kalau begitu Raka dan nenek akan pergi kesana!!" kata Raka yang langsung menutup teleponnya dan memanggil neneknya.


"Renaldi!!! kembalikan ponselku sekarang juga!!!"


"nih." sambil memberi ponselnya


"apa yang kau bicarakan dengan Raka tadi!?"


"tidak tuh. aku hanya menyuruhnya untuk kemari, mengunjungi ku disini"

__ADS_1


"beraninya kau menyuruh anak orang!!!!".kata Erin yang mulai ngegas


sementara itu, di kafe saat Aldo sedang beristirahat di meja pelanggan. tiba-tiba seorang perempuan duduk di depannya. Aldo begitu terkejut melihatnya yang ternyata wanita itu adalah mantannya sendiri.


__ADS_2