Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 32


__ADS_3

malam harinya, Renaldi kembali menuliskan sesuatu di buku hariannya. tentang tahun baru sekarang dan melihat keluar jendela


"pada tahun baru saat ini, yang ingin aku lakukan.... aku ingin sekali melihat kembang api di luar sana. jika hidupku masih lama, aku akan melamar Erin dan menikahinya. dan jika itu terjadi, apa Rangga akan merelakan istrinya untukku? aku tahu, kau masih ada disini, Rangga. hanya saja tak ada orang yang bisa melihat mu saat ini,kan? Erin sangat ingin melihatmu"


dan setelah mengatakan itu, tiba-tiba Renaldi terjatuh dan memuntahkan darah di lantai kamarnya.


"aku tidak percaya ini, apa pada akhirnya aku akan berakhir disini? dan tidak lagi melihat Erin dan anaknya lagi?"


terdengar suara kembang api dari luar jendelanya. Renaldi pun akhirnya mencoba untuk melihat keluar jendela dengan sisa tenaganya hari ini


"itu...adalah kembang api yang akan aku lihat bersama Erin nanti. akan aku pastikan melihatnya bersama Erin nanti"


suara dan tubuh Renaldi semakin melemah dan akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri dikamarnya.


akhir bulan Desember, Erin akhirnya mencoba bertanya pada orang tua Renaldi tentang keadaan Renaldi saat ini.


"maaf, ayah dan ibu Renaldi! ada yang ingin aku tanyakan" kata Erin


"apa itu Erin?"

__ADS_1


"bagaimana kondisi Renaldi pada hari-hari sebelumnya? apa dia baik-baik saja?" tanya Erin


"tentang Aldi ya. Aldi pasti tidak memberitahukan soal itu ya" kata ibu


"iya, Renaldi bilang kalau ia tidak mau mendengar berita buruk tentangnya" kata Erin


"hm.... kalau begitu akan aku beritahu. saat ini bisa diperkirakan kalau Aldi tidak bisa hidup lama lagi, kondisinya semakin parah. bahkan kemarin Aldi kembali pingsan di kamarnya" kata ayah


"kami sebagai orang tuanya bahkan tidak bisa memberikan hal-hal terakhir yang menyenangkan pada Aldi." kata ibu


"iya, kami adalah orang tua yang buruk" kata sambil mengusap matanya


"tidak perlu menangis, kalian orang tua yang baik bagi Renaldi. biar aku saja yang mempersembahkan saat-saat bahagia pada Renaldi" kata erin


Erin pun akhirnya kembali berjalan menuju rumah sakit untuk mengunjungi Renaldi disana.


"hari ini aku sedang tidak bersemangat seperti waktu itu. ternyata sebentar lagi ya...padahal aku hampir saja menemukan ayah untuk Raka tapi, sepertinya aku memang tidak bisa menemukannya. mungkin Raka harus kembali seperti dulu lagi, hidup tanpa ada orang yang bisa Raka sebut ayah."


sesampainya dirumah sakit, Erin kembali membuka pintu kamar Renaldi dan melihatnya sedang melihat keluar jendela. Renaldi yang menyadari Erin mengunjunginya langsung tersenyum padanya dan menyambutnya dengan hangat

__ADS_1


"kau baru datang Erin?" tanya Renaldi


"iya."


"kau sedang bersedih. apa yang membuatmu seperti itu?"


Erin tidak menjawab dan hanya diam saja di depan kamar Renaldi. dan akhirnya Renaldi pun mencoba untuk berjalan dan menarik Erin masuk ke kamarnya.


"tidak baik jika hanya diam saja didepan pintu. ayo bicaralah padaku, pasti akan aku jawab jika memang ada yang ingin kau tanyakan" kata renaldi yang masih tersenyum pada Erin.


tiba-tiba Erin memeluk erat Renaldi dan menangis di bahunya


"jangan tinggalkan aku. aku mohon, jangan biarkan aku sendiri disini. aku sudah tahu keadaanmu saat ini, ayah dan ibumu menangis karena melihat kondisimu saat ini. karena itu aku mohon jangan tinggalkan aku disini dan jadilah ayah untuk anakku"


"aku tau itu dan aku juga ingin seperti itu. tapi, untuk kali ini saja...bisakah aku melihat kembang api bersama Erin dan lainnya?"


"eh?" Erin tiba-tiba terkejut dan melepaskan pelukannya


"ya. aku ingin melihat kembang api bersama Erin dan yang lainnya. mau kan?"

__ADS_1


"i.. iya akan aku lakukan. jika itu membuatmu sembuh."


begitu Erin mengatakan hal itu, tiba-tiba Renaldi terkejut dan hanya bisa terdiam dengan hal itu. Renaldi hanya bisa berbohong dengan perkataannya dan kondisinya saat ini.


__ADS_2