
ketika Renaldi sedang tidak ada dikamarnya, ayahnya masuk untuk mengambil barang disana.
"aduh...kamar aldi berantakan banget sih!? lihat saja, akan aku suruh untuk merapikan kamarnya nanti sampai bersih!!"
dan ayahnya tak sengaja menginjak sebuah buku yang Renaldi pakai untuk menutupi darah yang tak sengaja ia muntah kan. ayahnya pun terkejut ketika mengambil buku itu, yang terdapat darah di dalamnya
"apa-apaan ini!? apa yang terjadi pada Aldi!? jangan-jangan dia!?" ayahnya pun pergi mencari Renaldi sambil membawa buku yang ia temukan tadi.
sementara itu, Aldi sedang ada di kafenya dan sedang membersihkan meja yang kotor bersama ibunya
"ibu, ada yang ingin aku tanyakan pada ibu" kata renaldi
"apa itu, Aldi?"
"apa yang ibu bicarakan dengan ibu Erin tadi? sampai melompat-lompat seperti tadi"
"ah ...tidak kok Aldi. bukan apa-apa"
"ibu sedang merencanakan sesuatu ya!?"
"tidak Aldi,..ibu tidak merencanakan apapun"
tiba-tiba ayah datang menghampiri mereka dan langsung memeluk Renaldi dan menangis disana
"eh? kenapa ini? ada apa ayah?" tanya Renaldi yang heran melihat sikap ayahnya itu
"Renaldi, kau tidak apa-apa kan!? tidak ada yang terluka kan?" kata ayah sambil menepuk-nepuk kaki dan tangan Renaldi
__ADS_1
"ada apa ayah, kenapa ayah tiba-tiba seperti itu?" tanya ibu yang juga menghampiri mereka
"ayah, aku baik-baik saja. untuk apa ayah melakukan hal itu?" tanya Renaldi
"Aldi, kamu tau kan, kalau orang tua mu ini sangat mengkhawatirkan kesehatanmu.? jadi jangan selalu menyembunyikan sesuatu dari orang tuamu ini. tolong, Aldi, jangan suka menyembunyikan sesuatu dari orang tuamu!" kata ayah sambil menahan tangisnya
"sebenarnya ada apa ini? Aldi tolong katakan yang sebenarnya" kata ibu
"aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun!! justru apa yang sedang kalian bicarakan saat ini!?"
"jangan berbohong Aldi, lalu apa ini!?" kata ayah sambil menunjukkan buku yang terdapat darah di dalamnya
"dari mana ayah, mendapatkannya?" tanya Renaldi
"ayah menemukannya ada di kamarmu, dan di kamarmu juga ada bekas darah di lantai. sebenarnya Aldi, apa yang terjadi padamu?" kata ayah
"ah...i...itu benar ibu. benar apa yang dikatakan ayah tadi" mendengar apa yang Renaldi katakan tadi membuat ibunya menangis dan langsung memeluk Renaldi.
"mulai sekarang kau tidak perlu berbohong pada orang tuamu lagi Aldi. katakan saja ya" kata ibu
Renaldi pun akhirnya dibawa kerumah sakit dirawat disana. dan ternyata Renaldi mengalami suatu penyakit yang proses penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama.
keesokan harinya, ketika Erin baru sampai di kafe ia melihat Aldo yang sedang duduk di depan kafe itu yang seharusnya sudah dibuka sejak tadi.
"Aldo? apa yang kau lakukan disini? memangnya pintunya belum dibuka?"
"yah, seperti yang kau lihat sekarang erin, aku sedang menunggu disini"
__ADS_1
"tidak biasanya seperti ini. bukankah harusnya saat ini kafe sudah dibuka?"
"yah, aku juga tidak tahu sih. tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi disini"
dan tak lama kemudian, ayah dan ibu Renaldi datang membuka pintu kafe itu dan melihat mereka berdua sedang menunggu di depannya
"apa yang kalian lakukan disini?" tanya ibu
"kami kan, harus bekerja disini. memangnya bibi lupa?" kata Aldo
"oh, begitu ya. tapi sekarang kalian bisa pulang"
"ada apa memangnya?" tanya Erin
"Aldi sedang dirawat dirumah sakit sekarang, jadi bibi harus menjaganya disana"
"M...memangnya apa yang terjadi pada Renaldi, bibi?" tanya Erin yang mulai khawatir
"tidak apa-apa kok. semua baik-baik saja. jika kalian ingin menjenguk Aldi, bibi persilahkan" kata bibi sambil berjalan masuk kedalam kafe
"ada apa dengan Renaldi ya? apa dia sedang sakit?" tanya erin
"tidak usah khawatir Erin. ini sudah biasa, Aldi memang sering sakit-sakitan seperti itu" kata Aldo
"aku akan menjenguk Renaldi nanti." kata Erin sambil berjalan pulang
"hah, ya sudahlah aku juga akan menjenguknya nanti" kata Aldi yang juga berjalan pulang
__ADS_1