
sesampainya dirumah sakit, Erin melihat renaldi yang sedang duduk sendiri di kamarnya sambil melihat keluar jendela kamarnya. dan begitu Renaldi melihat ke pintu kamarnya, ia begitu senang melihat Erin yang datang untuk mengunjunginya.
"senang melihatmu ada disini Erin. kau baik-baik saja kan?" tanya Renaldi
"justru aku yang seharusnya menanyakan hal itu, bagaimana kabarmu hari ini!?"
"memangnya harus seperti itu ya? mungkin aku lebih mempedulikan orang lain daripada diri sendiri" kata Renaldi sambil sedikit tertawa
"jangan berpura-pura seperti itu terus, Renaldi! kau tahu, aku sangat mengkhawatirkanmu saat ini!!"
"ah...kalau begitu, aku minta maaf ya. aku memang selalu membuat orang lain khawatir padaku. padahal yang aku harapkan adalah aku bisa membuat orang lain senang. tapi, kenyataannya memang seperti ini"
tiba-tiba, Erin memasukkan buah apel kedalam mulut Renaldi agar ia bisa berhenti bicara
"sudahlah jangan bicara terus, terima saja apa yang sudah terjadi hari ini!!!"
"jangan sembarangan memasukkan makanan kedalam mulut ku!! itu berbahaya nantinya!!" kata Renaldi dengan mengeluarkan buah apel yang ada di mulutnya itu
"justru tubuhmu yang akan bahaya jika tidak makan buah!!" kata Erin sambil memaksa Renaldi untuk memakan buahnya
"tidak!!! aku tidak mau!! nanti saja"
"makan sekarang!!!!"
__ADS_1
Erin terus berusaha memasukkan buahnya kedalam mulut Renaldi sedangkan Renaldi berusaha untuk menghindarinya.
"Aldi!!! aku masuk ya!!!" kata Aldo yang tiba-tiba mendobrak pintu dan melihat Erin dan Renaldi dengan gaya yang tidak normal
"apa yang kau lakukan pada Erin, Aldi!!!??" kata Aldo yang mulai curiga
"eh....a...Aldo? i... ini bukan seperti yang kau pikirkan!!!" kata Renaldi yang mulai ketakutan
sementara itu, Lita yang sedang ada di kantornya sedang bersiap untuk menjenguk Renaldi di rumah sakit tentunya dengan berdandan yang cantik agar Renaldi bisa mengakuinya.
"mbak Lita, dandanannya tebal banget ya" kata seorang karyawan yang membisikkannya pada temannya yang lain
"iya, mbak Lita mau kemana ya?"
"mungkin dia mau kondangan kali, ya?"
sesampainya di rumah sakit, Lita terkejut melihat Erin dan Aldo yang sedang bersama dengan Renaldi dan sedang tertawa bersama disana. Lita menjadi ragu untuk masuk dan memilih untuk lari dari sana. melihat Lita yang baru masuk dan keluar lagi, akhirnya Erin pun mengejarnya
"Lita, tunggu!!" kata Erin yang memegang tangannya dan membuat Lita berhenti berlari
"kenapa kau lari, Lita? padahal Renaldi ingin melihatmu"
"tidak! aku yakin tidak seperti itu!"
__ADS_1
"lalu, alasanmu lari kenapa?"
"a...aku hanya belum siap untuk bertemu dengannya"
"jadi cuma gara-gara itu!!?" dalam hati Erin
"katakan padaku!! apa saat ini aku terlihat jelek!?"
"e....eh?"
"jujur saja!! apa hari ini aku terlihat jelek!?" tanya Lita sambil menggoyangkan tubuh Erin
"T...tidak kok. a...aku rasa Renaldi akan semakin menyukaimu sekarang" kata Erin dengan terpaksa
"wah, sudah kuduga kalau aku ini memang cantik seperti biasanya" kata Lita yang mulai kepedean ketika Erin mengatakan hal itu
"aduh....nyesel banget aku mengatakan hal itu" dalam hati Erin
"kalau begitu, aku akan menemui Aldi sekarang juga!!" kata Lita sambil berlari ke kamar Renaldi
dan ketika Erin menyusul dibelakangnya, dan disebuah koridor didepan Erin, ia melihat Rangga sedang berjalan disana. Erin pun berusaha mengejarnya namun Rangga tiba-tiba menghilang ketika sampai di ujung koridor.
"rasanya tadi aku melihat Rangga disini. tapi dia kemana ya?"
__ADS_1
dan di depannya sebuah jendela yang memperlihatkan pemandangan matahari terbenam disebelah barat.
"matahari terbenam, yang untuk pertama kalinya aku melihatnya bersama Rangga disini. aku yakin tadi itu benar-benar Rangga yang menuntunku kemari. aku bisa merasakan kehangatan tangannya" kata Erin sambil membuka jendela itu dan menikmati pemandangannya