Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 33 (End)


__ADS_3

malam harinya, Erin kembali mengunjungi Renaldi dirumah sakit bersama dengan Aldo dan Vania.


"wah, kalian sudah datang?" tanya Renaldi yang terkejut melihat semuanya sudah berkumpul dikamarnya.


"iya, kami sudah datang. Erin bilang kalau kau akan melihat kembang api tahun baru dirumah sakit. jadi kami juga ikut kemari." kata Aldo sambil terus menggandeng tangan Vania


"maaf ya, Renaldi. tiba-tiba seperti ini" kata Erin


"yah, tidak apa-apa. lagipula ini jadi lebih menyenangkan jika banyak orang disini" kata Renaldi


"wah ... kembang apinya sudah dimulai ya! padahal bukankah ini masih jam 10.00 malam?" kata Aldo sambil melihat keluar jendela


"ternyata lebih indah kalau dilihat dari sini ya" kata vania.


dan mereka pun melihat kembang api itu bersama dikamar Renaldi. dan ketika waktu menunjukkan pukul 12.00 tengah malam pergantian tahun sudah dimulai, semua kembang api itu menyala membuat pemandangan langit malam begitu indah. dan saat itu juga, tiba-tiba Renaldi mengeluh sakit pada dadanya dan langsung terjatuh.


"Renaldi kau tidak apa-apa?" tanya Erin yang langsung membantu Renaldi berdiri


tiba-tiba Renaldi memuntahkan darah yang cukup banyak dari kemarin dan membuat semua orang disana ketakutan melihatnya. melihat Renaldi yang kondisinya semakin parah, Aldo pun langsung berlari mencari dokter.


dan karena penyakitnya sudah lumayan parah, akhirnya renaldi kembali dibawa ke ruang ICU

__ADS_1


ayah dan ibunya hanya bisa berdoa dan berharap Renaldi bisa selamat. dan ketika kembang api terakhir dinyalakan, Renaldi sudah dinyatakan meninggal pukul 01.00 dini hari


mendengar berita buruk itu, ayah dan ibu Renaldi menangis begitu juga dengan Aldo ia bahkan tidak bisa melepaskan pelukannya pada Vania karena tidak percaya kalau hal itu akan terjadi. hanya tinggal Erin sendiri yang tidak memiliki siapa-siapa saat itu dan akhirnya berjalan pulang ke rumahnya.


"aku tidak percaya ini akan terjadi. malam ini, seharusnya menjadi malam terbaik untuknya lalu kenapa malam ini menjadi malam terakhirnya? aku tidak bisa memberikan hal terbaik untuknya. hei Rangga! apa saat ini kau sedang menangis? apa yang akan kau lakukan sekarang!!?"


disepanjang jalan erin terus menangis dan akhirnya ia beristirahat duduk disebuah kursi taman dekat rumahnya.


"aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan katakan sekarang pada ibu dan Raka di rumah. apa yang harus aku lakukan saat ini, Rangga!!"


sudah sejak tadi Rangga duduk disamping Erin sedang menangis dan Erin sama sekali tidak bisa melihat ataupun merasakannya.


keesokan harinya, Erin datang dalam proses pemakaman Renaldi. makamnya berada di dekat makam Rangga semua yang melihatnya terlihat bersedih bahkan Raka sampai menangis kencang melihatnya. dan setelah pemakaman selesai, orang tua Renaldi memberikan buku harian Renaldi pada Erin


"iya, pasti akan aku baca semua"


disepanjang perjalanan pulang, Erin terus membaca buku itu. semuanya hanya berisi masa-masa saat Renaldi SMA hingga sekarang. dan di halaman terakhir buku itu halaman yang terakhir Renaldi tulis, disana tertera namanya yang ditulis Renaldi dengan pulpen merah


"hai, Erin apa kabar?


aku harap kau baik-baik saja karena sebentar lagi aku akan pergi untuk selamanya. sesuai janji ku waktu itu, aku akan memberikanmu buku harian ku untuk kau baca. apa kau sudah membacanya? maaf ya kalau tulisan tangan ku itu jelek. kau tahu, Erin. impian ku saat ini disaat umurku sudah diambang Kematian adalah aku ingin melihat kembang api bersama mu Erin! dan juga bersama dengan Raka.

__ADS_1


setelah aku mengenalmu lebih dari 3 bulan ini, aku sangat paham tentang Erin. Erin itu ibu yang baik untuk Raka dan juga ibu yang kuat pantang menyerah. aku sangat kagum padamu karena memiliki mental yang kuat, karena itulah aku ingin seperti Erin!


   dan juga sebelum aku seperti ini, aku sempat berfikir kalau aku akan melamarmu pada tahun baru ini dan tidak lupa aku juga memikirkan tentang Rangga, apa Rangga akan cemburu jika aku tetap menikahi istrinya itu?


dan aku akhirnya berubah pikiran, yang aku inginkan bukan lagi melamar atau menikahi mu tapi yang aku inginkan adalah ingin terus bersama Erin sepanjang hidup ku ini!!


"oh iya dan satu lagi, terima kasih atas kue lapis yang selalu kau bawakan untukku. itu sangat enak dan aku juga sudah memakannya sampai habis.


 terimakasih ya, telah mau membuat hari-hari ku menjadi berarti. aku selalu ingin bilang kalau aku mencintaimu, Nadia Erin"


Erin pun akhirnya selesai membaca buku itu meskipun banyak yang ia tak mengerti dan terlewat.


"aku juga, sama seperti mu Renaldi dan juga Rangga. aku harap kau menemukan Rangga disana dan katakan padanya aku mencintainya."


lalu disaat Erin berjalan melewati taman bermain, ia terkadang selalu melihat Renaldi yang sedang berjalan disana dan bermain dengan anak-anak disana.


"terkadang aku bisa melihatnya di sana. sedang bermain seperti biasa dengan anak-anak itu. aku senang melihatmu tapi sekarang mungkin aku tidak akan lagi mencari ayah untuk anakku karena bagiku kalian berdua sudah cukup. dan kali ini aku harus kembali berjalan sendiri dan aku akan terus berjalan"


 


............ ***bersambung***............

__ADS_1


 


__ADS_2