
keesokan harinya, saat Erin menghantarkan Raka ke sekolahnya. ia melihat teman-teman Raka, berjalan dengan ayah mereka. saat melihat wajahnya, Erin terkejut melihat wajah Raka yang seperti kecewa karena ia satu-satunya anak yang tidak memiliki seorang ayah. Erin pun mencoba untuk menenangkannya dan memegang kedua bahu Raka
"Raka, tidak apa-apa ya. kau satu-satunya yang tidak bersama ayah. andai saja ayah ada disini...."
"tidak kok. ayah sedang bersama kita. aku melihatnya, ada disamping ibu"
Erin pun melihat disebelahnya, dan ternyata benar apa yang Raka katakan. Rangga memang ada disamping Erin saat itu.
"Rangga?"
"yah, syukurlah Raka bisa melihat ku ya" kata Rangga sambil tersenyum
"Raka, pikir cowok yang selalu ada disamping ibu itu adalah ruh gentayangan. tapi setelah ibu cerita ternyata itu memang ayah"
Erin yang mengetahui hal itu langsung menangis dan memeluk Raka dengan erat.
dan tak lama kemudian, acara itu dimulai. semuanya bercerita tentang ayah mereka masing-masing, dan tanpa menduganya, ternyata panitia disana memperbolehkan para siswanya untuk mengundang ayahnya masing-masing untuk naik keatas panggung dan menyanyikan lagu mereka untuk ayahnya. disaat semua ayah sudah naik keatas panggung, dan hanya menyisakan Raka yang tidak didampingi ayahnya.
"Raka, mana ayahmu? apa dia tidak datang hari ini?" tanya seorang guru yang menghampiri Raka disana
__ADS_1
"ayah ku ...." disaat Raka ingin mengatakan hal sebenarnya. jauh di belakang tiba-tiba seorang laki-laki mengangkat tangannya dan mendampingi Raka diatas panggung.
"maaf, aku terlambat. aku yang akan mendampingi Raka disini" kata laki-laki itu yang ternyata adalah Renaldi yang memakai pakaian seperti ayah yang lain
"ya, kalau begitu. berarti tidak apa-apa kan. saya pergi dulu" kata guru itu sambil beranjak pergi dari panggung.
"kak Aldi? kenapa kakak ada disini?" tanya Raka
"nah, Raka. tidak apa-apa kan. aku menjadi ayah pengganti mu untuk hari ini?" tanya Renaldi sambil memegang bahu kanan Raka
"kak Aldi... i...iya tidak apa-apa. Raka senang kakak ada disini" kata Raka sambil memeluk Renaldi
Erin yang baru saja keluar dari toilet dan melihat anak-anak itu membawa ayahnya ke atas panggung, langsung berlari menuju panggung untuk melihat Raka disana. dan setelah ia melihatnya, ternyata Raka bersama Renaldi diatas sana. Erin pun akhirnya bisa bernafas lega melihat Raka yang kembali tersenyum.
"nah, Raka. meskipun saat ini kau harus hidup tanpa seorang ayah, kau harus kuat ya. kuat seperti ibumu. dan kapanpun itu, jika kamu memerlukan seorang ayah, kau bisa memanggil kakak ayah ketika bersama ibumu. mulai saat ini kau jangan pernah lagi merasa kesepian ya. tersenyumlah seperti dulu, kakak akan membawakanmu kue coklat kesukaan mu jadi, tersenyum lah ya"
"a...ayah ...." tiba-tiba raka menangis dan memeluk Renaldi
"kakak, terimakasih ya. mau menemaniku hari ini. tadi itu aku malu sekali karena hanya aku yang tak memiliki ayah. tapi Raka sangat senang saat kakak hari ini mau menggantikan posisi ayahku" kata Raka
__ADS_1
"tidak apa-apa, Raka. jika Raka ingin memanggilku ayah bilang saja ya" kata Renaldi
setelah acara selesai, Erin dan Renaldi mencoba untuk bicara hanya berdua saja di taman.
"hei, Renaldi. apa tadi itu...saat kau menggantikan posisi ayahnya Raka, apa itu keputusanmu sendiri?" tanya Erin
"oh, itu ya. sebenarnya tidak juga sih. apa kau ingat saat kau bicara dengan Raka di kafe saat itu?"
"iya. ada apa?"
"yah, ternyata selain aku yang menguping pembicaraan kalian ternyata ayahku juga ikutan menguping pembicaraan kalian."
"benarkah itu?"
"iya, lalu malamnya saat aku baru pulang sehabis mencarimu kemarin itu, ayahku bilang kalau aku harus menjadi orang yang berguna mulai hari ini dan lakukan hal-hal yang baik diluar sana"
"maksud ayahmu ketika bilang berguna mulai hari ini, itu berarti selama ini kau tidak berguna?"
"b...bukan itu maksudnya. ayahku bilang, cobalah untuk menjadi ayah pengganti bagi Raka untuk acara hari ayah besok. buatlah Raka senang kembali seperti dulu. dan lihat hasilnya nanti"
__ADS_1
"L..lalu apa hasilnya?"
"hasilnya, pada akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah" kata Renaldi sambil tersenyum pada Erin dan membuat wajah Erin memerah setelah itu