Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 27


__ADS_3

sepulang dari kafe, ketika Erin sedang mengelap gelas. Erin begitu terkejut melihat seorang perempuan yang terlihat cantik menawan memasuki kafe itu. dan Erin dibuat heran lagi ketika perempuan cantik itu menghampiri Aldo.


"lho? kok bisa sih? Aldo punya cewek secakep itu!?" kata Erin yang heran melihatnya.


dan tak lama kemudian ketika, Erin mengambil tasnya dan pulang. Aldo dan perempuan yang ia lihat tadi tiba-tiba menghampirinya.


"hei, Erin! mau ikut menjenguk Aldi di rumah sakit?" tanya Aldo sambil menggandeng perempuan tadi


"aku rasa aku tidak ikut" kata Erin


"lho? kenapa?"


"tidak apa-apa. oh iya, siapa perempuan yang ada di belakangmu itu?"


"oh, dia. aku belum memperkenalkannya ya? kenalkan dia adalah Vania klarissa. pacar ku"


Erin pun terkejut mendengarnya dan dengan tiba-tiba ia tersedak lidahnya sendiri.


"a...ada apa Erin? kau baik-baik saja?" tanya Aldo


"T..tidak apa-apa kok." kata Erin yang sedikit menahan tawa


"oh, kalau kau memang tidak mau ikut. biar aku dan Vania saja yang akan menjenguk Aldi. kau istirahat saja dirumah, tadi kau terlihat lelah sekali"


"i...iya kalau begitu aku pulang ya! dah" kata Erin yang langsung berjalan pulang dan memikirkan hal yang tadi


*masa iya. Aldo punya pacar!? dia nggak pernah bilang padaku! ataupun pada Renaldi. ah....ini mungkin hanya khayalanku saja* dalam hati Erin sambil memegang kepalanya

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit, Aldo yang melihat Aldi sedang duduk di kamarnya langsung menceritakan semuanya


"hei, Aldi.... aku berhasil baikan dengan Vania lho!! kau masih ingat kan!!!?" kata Aldo yang begitu bersemangat


"oh... jadi begitu ya. pasti Vania memutuskan hubunganmu karena Vania ingin fokus belajar kan?" kata Renaldi


"heh? dari mana kau tahu?"


"dia yang bilang padaku"


"gitu ya. enggak apa-apa deh...."


"pasti setelah ini, aku akan dicuekin oleh kalian kan!?"


"nggak lah.. nggak bakal dicuekin tenang saja" kata Aldo


dan pada akhirnya, Renaldi beneran dicuekin oleh mereka. Aldo dan Vania hanya berbicara berdua dan tidak mengajak Renaldi berbicara sama sekali


"iya, halo Renaldi, ada apa?"


"kau jahat sekali Erin!!!?" teriak Renaldi ditelepon


"eh? kenapa?"


"kenapa kamu tidak mengunjungiku di rumah sakit!? kau tahu, Aldo hanya bicara pada Vania saja, sama sekali tidak mengajakku bicara. apa kau sama sekali tidak kasihan padaku!?"


"kasihan sekali" kata Erin dengan suara datar

__ADS_1


"hah? cuma itu saja yang kau jawab!!?"


"terus? mau bilang apa lagi?"


"ah...paling tidak, katakan sesuatu yang bisa membuat ku tenang"


"iya-iya. bagaimana kabarmu hari ini? apa kau sehat-sehat saja?"


"iya!! aku sehat-sehat saja!! terima kasih sudah bertanya!!" kata Renaldi dengan bersemangat


"maaf ya, tadi aku tidak sempat mengunjungimu. karena aku sangat lelah tadi"


"lelah kenapa?"


"kau lupa ya, kemarin kamu ngomong terus sampai pagi. hingga aku sama sekali tidak bisa tidur tahu!!!"


"ah ....itu ya. sepertinya aku juga harus minta maaf. soalnya tadi malam itu, aku tidak bisa tidur. dan aku membutuhkan seseorang untuk mengisi waktu luang ku di rumah sakit"


"oh, jadi begitu ya. tapi tenang saja, besok aku akan mengunjungimu disana. mau ku bawakan apa?"


"ah...mungkin kue lapis yang kau bawa waktu itu."


"kue lapis?"


"iya! kue lapis yang waktu itu kau belikan untukku rasanya enak sekali. aku ingin memakannya lagi"


"i..iya, besok akan aku bawakan. tenang saja!!"

__ADS_1


"benar ya!! akan aku tunggu besok!! dah!" sambil menutup teleponnya


"sepertinya yang Renaldi harapkan saat ini adalah aku. jadi, aku tidak boleh mengecewakannya. besok akan aku bawakan kue lapis yang banyak agar Renaldi bisa cepat sembuh!!"


__ADS_2