Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 16


__ADS_3

keesokan harinya, Erin kembali bekerja di kafe itu, dan terlihat Lita yang memesan padanya. wajah Lita terlihat kesal melihat Erin, dan akhirnya ia menarik tangan Erin ketempat yang sepi.


"apa-apaan ini! kenapa kau membawaku kemari!?" tanya Erin sambil melepaskan tangannya dari genggaman Lita


"kau tahu kan, kalau aku sangat membenci mu. dan kau tahu kan, kalau aku adalah mantan Renaldi"


"kau sudah menceritakan semua itu. lalu memangnya ada apa!?"


"dasar cewek gak tau diri!!" bentak Lita dan menampar wajah Erin, namun Erin hanya diam saja dan tak membalasnya


"memangnya berapa banyak laki-laki yang kau inginkan didunia ini!!? apa bagimu Rangga saja tidak puas!? jadi kau merelakan kematian suami lamamu itu hanya karena menginginkan Renaldi!!? jawab pertanyaan ku!! kenapa hanya diam saja!? apa kau ini sudah tuli hah!!?" bentak Lita sambil terus menampar wajah Erin


Erin hanya bisa terdiam meskipun ia tahu wajahnya sudah penuh dengan luka memar. hingga Aldo yang melihat hal itu, langsung menghentikan Lita yang terus memukul wajah Erin


"lebih baik kau hentikan aksi egoismu, Lita." kata Aldo yang memegang tangan kita dengan kencang. Lita pun melepaskan tangannya dari Aldo dan langsung pergi keluar kafe itu


"Erin, kau tidak apa-apa?" tanya Aldo sambil memegang pipi Erin


"tidak apa-apa Aldo. aku baik-baik saja" kata Erin sambil melepaskan tangan Aldo yang memegang pipinya


"wajahmu penuh memar. aku akan mengobatinya"

__ADS_1


"tidak usah. aku baik-baik saja kok. a..aku kedepan dulu ya" kata Erin sambil berjalan ke meja antrian yang ada di kafe itu


"baru kali ini, aku memegang pipi perempuan. ternyata selembut ini ya" kata Aldo sambil melihat tangannya


saat kafe tutup, untuk menutupi wajahnya yang penuh memar itu, Erin menutupinya dengan menggunakan masker mulut agar tidak terlalu terlihat. dan ketika Erin sedang mengelap meja yang kotor, Renaldi tiba-tiba mengajaknya bicara dan ketika Renaldi mencoba untuk melihat wajahnya, Erin menolak untuk memperlihatkan wajahnya. Renaldi pun memaksa untuk melihatnya dan ia terkejut melihat Erin yang memakai masker mulut saat itu.


"Erin? kenapa kau memakai masker mulut?"


"T... tidak apa-apa kok. aku hanya menghindari polusi saja"


"jangan sembunyikan sesuatu dariku, Erin" kata Renaldi sambil mencoba untuk membuka masker Erin. dan ketika ia berhasil membukanya ia terkejut melihat wajah Erin yang penuh memar.


"ada apa dengan wajah mu, Erin? kenapa bisa memar seperti itu?"


"jangan berbohong padaku Erin. katakan saja apa yang terjadi padamu? apa ada pelanggan yang marah padamu?"


"s... sebenarnya tadi itu, aku hanya terjatuh saja. tidak ada yang melakukan kekerasan padaku"


"tidak mungkin seperti itu Erin. katakan saja padaku, apa yang terjadi?"


"Erin dipukuli oleh Lita tadi, Aldi" kata Aldo yang mendengar pembicaraan mereka dari meja antrian

__ADS_1


"apa itu benar, Erin? kau tadi dipukuli oleh Lita?"


Erin pun menolak untuk menjawab itu dan berusaha lari keluar dari kafe itu tanpa kata-kata


"Aldo, apa kau benar apa yang kau katakan tadi?" tanya Renaldi


"iya, aku rasa mantan mu itu sangat membenci Erin"


"hah, apa yang harus aku lakukan saat ini, Aldo? aku bingung sekali, aku yakin besok pasti Erin takut untuk datang kemari lagi."


"cobalah untuk bicara dengannya saja nanti"


"mungkin kau benar. aku harus bicara dengannya!" Renaldi pun memakai jaketnya dan berlari keluar mencari Erin


sementara itu, Erin yang sedang berjalan pulang melewati sebuah taman. ia melihat Rangga yang sedang berdiri di depannya, Rangga terlihat marah saat itu dan tatapannya juga terlihat tak bersahabat


"Rangga? tidak biasanya kau muncul disaat-saat seperti ini"


"maaf, Erin. saat ini aku sedang marah. aku tidak rela istri ku disakiti seperti itu, aku pasti akan membalaskannya untuk mu"


"membalaskannya, untuk ku?"

__ADS_1


"aku akan membunuh gadis tidak tahu diri itu!"


tiba-tiba saja, Rangga menghilang dari hadapannya. dan Erin baru menyadari akan hal itu, Rangga berniat untuk membunuh Lita. Erin pun segera berlari mencari Rangga keseluruh jalan itu dan akhirnya Erin berhasil menemukannya sedang berdiri di belakang Lita saat Lita ingin menyebrang jalan. begitu Erin melihat Rangga yang mendorong Lita ditengah jalan, Erin pun berlari ke tengah jalan dan mendorong Lita ke seberang jalan untuk menghindari tabrakan yang akan terjadi. namun karena jarak antara Erin dan mobil itu yang sudah terlalu dekat, akhirnya tabrakan itu tetap terjadi dihadapan Renaldi yang juga ada di seberang jalan.


__ADS_2