Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 14


__ADS_3

malam harinya, akhirnya Erin mengatakan yang sebenarnya pada Raka anaknya itu. dan Erin mendapatkan jawaban yang tidak ia duga sebelumnya, Raka mengatakan kalau ia sangat membenci Erin. setelah Raka mengatakan hal itu, Raka langsung menangis dan memeluk neneknya itu


dan keesokan harinya, hari itu hujan turun dengan derasnya. lalu ketika ibu memanggil Erin untuk makan pagi bersama, Erin sedang tidak ada dikamarnya. ibunya sudah mencarinya kemana-mana dan tak kunjung ketemu juga. akhirnya ibu menelpon Renaldi untuk mengetahui apakah Erin ada disana


"halo, Renaldi apa Erin sekarang ada di tempatmu?" tanya ibu yang mulai khawatir


"tidak, Erin belum kemari. memangnya kenapa?"


"saat ini, Erin tidak ada dirumah. ibu tidak tahu harus mencarinya kemana lagi."


"Erin tidak ada? k....kalau begitu aku akan mencari Erin, sekarang juga" Renaldi pun segera menutup teleponnya dan segera mencari Erin dengan menggunakan sepedanya. Lita yang melihatnya mulai semakin kesal karena Renaldi semakin dekat saja dengan Erin


"kenapa Aldi, mau saja mencarikan Erin? padahal ia memiliki kafe yang cukup ramai hari ini. ternyata cewek itu memang menyebalkan ya"


Renaldi sudah mencari Erin kemana-mana tetapi tak ketemu juga. ia sudah mencari di taman bermain sampai disekolah Raka. ditambah lagi hujan yang begitu derasnya, membuat pandangan sedikit terganggu.


"kemana lagi, aku akan mencari Erin. jika kau ada di posisi ku saat ini, Rangga. apa yang akan kau lakukan untuk istri mu!?"


tiba-tiba, didepan Renaldi ia melihat seseorang yang sedang berjalan dan mirip sekali dengan Rangga dari belakang itu. Renaldi pun mengikutinya dan bayangan itu membawanya hingga sampai ke sebuah pemakaman umum. Renaldi pun melihat-lihatnya untuk memastikan Erin ada disana. dan ternyata benar dugaannya, Erin sedang berdiri didepan makam Rangga.


Renaldi langsung menjatuhkan sepedanya dan berlari menuju Erin yang ada disana dan langsung memeluknya

__ADS_1


"r....Renaldi? apa yang kau lakukan disini?"


"kau kemana saja, Erin!? semua orang mengkhawatirkan mu, termasuk aku yang mengkhawatirkanmu."


"maaf... aku membuat kalian khawatir"


hujan pun akhirnya reda, dan mereka pun beristirahat duduk di kursi taman yang dekat dengan kafenya


"jadi, kenapa kau kabur dari rumah mu, Erin? ibumu sangat mengkhawatirkanmu tahu!!"


"maaf, sebenarnya saat ini suasana hatiku kacau sekali"


"hah? kenapa?"


"heh? kau sudah berkata jujur padanya? lalu apa yang dia jawab?"


"Raka bilang kalau dia membenciku dan tidak ingin melihat wajahku lagi"


"begitu ya. ternyata Raka juga bisa bilang seperti itu pada ibunya" 


"tidak apa-apa bagiku. karena itu juga adalah salahku, dan aku pantas mendapatkannya. jika aku berada diposisi Raka saat ini, mungkin aku juga akan mengatakan hal itu. dan juga, aku bisa merasakannya. besok akan diadakan hari ayah di sekolah raka, pastinya semua temannya akan membawa ayah mereka masing-masing dan menyanyikan sebuah lagu untuk ayahnya. dan jika Raka tetap berangkat sekolah, saat hari ayah itu.... memangnya untuk siapa jika ia disuruh gurunya untuk bernyanyi diatas panggung?" kata Erin yang menangis sambil menutupi wajahnya

__ADS_1


"sudahlah, Erin jangan menangis lagi, aku sudah tidak tahan" kata Renaldi sambil memeluk erat Erin


ibu dan Raka yang juga sedang mencari Erin, akhirnya bisa menemukannya sedang bersama Renaldi ditaman. Raka yang melihatnya pun menangis dan langsung memeluk ibunya itu


"ibu, Raka minta maaf.... Raka sama sekali tidak membenci ibu, raka sangat menyayangi ibu." kata Raka sambil menangis dipelukan ibunya


"Raka tidak usah menangis ya. tenang saja, ibu sama sekali tidak membenci Raka" kata Erin


"Renaldi, terima kasih ya, telah mau mencarikan Erin untuk ibu" kata ibu Erin


"ya, tidak apa-apa. lagipula, aku juga membutuhkan tenaga Erin untuk mengurusi kafe ku yang sedang ramai itu" kata Renaldi


"besok ibu akan datang ke-sekolah ku kan?" tanya Raka sambil mengusap air matanya


"tapi, tidak ada ayah untuk menemani mu disana"


"tidak apa-apa. bagi Raka, ibu saja sudah cukup"


"yah, sepertinya semuanya sudah berkumpul ya. aku mau pergi dulu ibuku pasti repot hari ini" kata Renaldi yang berjalan pulang


"Renaldi!" kata Erin yang membuat Renaldi berhenti sejenak

__ADS_1


"terima kasih ya, telah mau mencariku"


"yah, tidak apa-apa!! besok aku akan menunggumu di kafe" kata renaldi yang kembali berjalan pulang


__ADS_2