
keesokan harinya, Raka dan Renaldi menjenguk Erin dirumah sakit saat Erin menangis didalam kamarnya. Raka terlihat begitu bahagia saat menemui ibunya dan mengatakan sesuatu padanya.
"ibu ....ibu lihat, apa yang kak Aldi berikan padaku. kue isi coklat kesukaan ku, ibu." Raka pun melihat ibunya yang sedang mengusap matanya.
"ibu....ibu kenapa menangis?" tanya Raka yang sepertinya sudah ingin menangis.
"tidak apa-apa Raka. ibu baik-baik saja, tadi itu, mata ibu hanya sakit sedikit" kata Erin sambil memegang kepalanya
"Erin? kau yakin tidak apa-apa? kenapa matamu bengkak seperti itu? apa kau habis menangis?" tanya Renaldi
"kau tidak usah ikut-ikutan, Renaldi!!" kata Erin yang langsung menginjak kaki Renaldi
akhirnya semuanya tampak baik-baik saja setelah itu. dan ketika Raka melihat ibunya, ia mulai merasakan ada sesuatu yang kurang disana
"ibu! kenapa ayah tidak ada disamping ibu? biasanya ayah ada disana" kata Raka sambil menunjuk ke samping Erin
*ayah? bukankah Erin sudah tidak memiliki suami lagi ya?* dalam hati Renaldi yang juga melihat kesamping Erin
"ah, tidak. ayah memang sudah tidak ada Raka. mungkin itu hanya imajinasi Raka saja" kata Erin
"tapi, Raka benar ibu. Raka sering melihat ayah yang mencoba untuk menyentuh ibu." kata Raka
"iya, ibu percaya. tapi ayah memang sudah tidak ada disini. Raka harus tahu itu"
"iya, Raka juga sudah tahu itu."
sementara itu, kondisi di kafe......
"ha....hari ini, pelanggan yang datang sepi sekali ya. berbeda saat Erin disini" kata Aldo sambil mengelap gelas
"yang terpenting ada yang datang kemari, kau jangan banyak mengeluh Aldo" kata ayah
"iya-iya...."
__ADS_1
"Aldo, kau ini selalu mengeluh saat pelanggan banyak ataupun sedikit ya."
dan disaat ayah Renaldi menceramahinya, Aldo secara tak sengaja tidur disana. ayah yang melihat hal itu, langsung menendang kursi yang Aldo duduki dan membuatnya terjatuh.
"jangan tidur disaat ada pelanggan seperti ini" kata ayah
"aduh...apa yang paman lakukan!? badanku bisa-bisa pegal-pegal nih besok" kata Aldo sambil memegang pinggangnya.
"ini pasti karena wajahmu yang terlalu jelek, aldo. makanya hanya sedikit yang minat kesini" kata ayah
"kenapa paman, malah semakin mengejekku ya? oh, iya paman. ada yang ingin aku tanyakan"
"apa itu?"
"apa, Aldi itu benar-benar menyukai Erin?"
"hah? Aldi, anakku?"
tiba-tiba ayah Renaldi berlari mendekati Aldo dan memegang bahunya serta dengan tatapan melotot melihat Aldo
"benarkah itu, Aldo!!? Aldi, anakku mencoba untuk dekat dengan Erin!!? benarkah itu!!!?"
"i....iya, begitulah"
"kalau begitu, ibu harus tahu hal ini"
"ibu?"
"ibu!!! anak kita sudah dekat dengan cewek Bu!!!!!" teriak ayah sambil mendorong Aldo dan berlari menuju ibu untuk menyampaikan sesuatu yang penting
"aduh...badanku nambah pegel pegel nih. lihat saja, sepulangnya Aldi dari rumah sakit, aku akan menyuruhnya untuk memijat punggungku!!" kata Aldo
sepulang dari rumah sakit, dan ketika Renaldi baru saja masuk kedalam tiba-tiba Aldo melemparkan jaketnya dan menyuruh Renaldi untuk memijat punggungnya.
__ADS_1
"aduh... apa yang kau lakukan sih. sampai-sampai menyuruhku untuk memijat mu?" tanya Renaldi sambil memijat punggung Aldo
"ayahmu itu, selalu saja mengejekku dan mendorongku dari kursi. jadi seperti ini kan"
"jadi ini karena ayahku ya. aku minta maaf kalau begitu"
"iya-iya tidak apa-apa. itu sudah biasa
bagi ku"
"kalau begitu terimakasih"
"oh, iya ada yang ingin aku tanyakan pada mu"
"apa itu?"
"apa kau benar-benar menyukai Erin?"
"eh? apa maksud pertanyaanmu?"
"tenang saja, aku hanya bertanya. kau cukup bilang iya dan tidak kok."
"yah, sebenarnya sih aku juga bingung dengan hal itu. tapi, jika Aldo juga menyukai Erin bagiku itu tidak masalah karena aku juga tak akan menikahinya"
"heh? kenapa kau ringan sekali saat bicara seperti itu!?"
"tidak apa-apa. aku hanya malu untuk mengatakannya"
"malu? itu berarti kau masih ragu untuk itu ya!?"
"eh? T..tidak juga kok. pokoknya aku tidak akan menikahinya! tidak akan!" kata Renaldi yang langsung menutup wajah Aldo dengan jaketnya dan pergi ke kamarnya.
"aduh... apa-apaan sih dia!? seenaknya saja melempar jaketnya yang bau itu!" kata Aldo yang merapikan barang-barangnya dan pergi pulang
__ADS_1