Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab 11


__ADS_3

keesokan harinya, saat Erin kembali bekerja di kafe itu. ia mendengar suara pianika yang terdengar di taman bermain yang biasa ia lewati dan juga terdengar suara orang-orang sedang bernyanyi bersama disana. dan ketika Erin berjalan dan melihatnya kesana, ternyata sama seperti yang ia lihat pertama kalinya. terlihat Renaldi sedang bermain pianika dan bernyanyi dengan anak-anak itu ditaman bermain. Renaldi yang melihat Erin berdiri jauh di depannya, langsung melambaikan tangannya dan mereka pun pergi ke kafe bersama


"kenapa kau bisa sampai kesini? bukankah seharusnya kau menjaga kafe?" tanya Erin


"yah, tadinya aku ingin menjemputmu di rumah. tapi, anak-anak itu menarikku dan langsung mengajakku bermain seperti tadi."


"untuk apa menjemput ku, lagipula aku bisa berjalan sendiri, apa ibumu lagi yang menyuruh mu?".


"tidak kok. itu atas kemauan ku sendiri"


"lho? kok gitu?"


"yah, kalau aku tetap menjaga kafe, aku pasti akan disuruh-suruh oleh ibuku lagi. apalagi saat ia menanyakan tentang kapan mau berkeluarga."


"oh, begitu ya. wajar saja sih jika ibumu menanyakan itu"


"hah? kenapa kau malah membelanya?"


"itu berarti, orang tua mu, tidak sabar untuk memiliki cucu"


"tapi, aku tidak ingin menikah. aku takut akan mengecewakan pasangan ku nanti"


"ah... sudahlah itu hal terakhir yang akan kau pikirkan nanti."


"apa maksudmu?"


"Rangga juga dulu seperti itu, tapi dia berusaha untuk yakin kalau dia bisa membuatku senang. dan sekarang lihatlah aku, meskipun Rangga sudah tidak ada disini, aku masih bisa tersenyum disini karena terkadang aku bisa melihatnya ketika aku sedang sendirian"

__ADS_1


"jadi, begitu ya" sambil melihat Erin yang berjalan di depannya


di kafe, Renaldi yang sedang menunggu pelanggan untuk memesan padanya, terlihat hanya memperhatikan Erin yang sedang melayani para pelanggan disana. dan juga terlihat Lita yang kembali berkunjung ke kafe itu dan sedang memesan pada Renaldi


"hei! Aldi! apa yang kau lihat?" tanya Lita yang duduk di kursi meja pesanan


"eh, maaf. mau pesan apa?"


"aku pesan kopi saja."


Renaldi pun membuatkannya kopi dan menyediakannya di mejanya. dan lita langsung meminum kopi itu


"Aldi! aku perlu bicara denganmu saat, kefemu tutup" kata Lita


"mau membicarakan apa? belakangan ini kau sering mengajak orang lain untuk bicara ya. apa kau tidak punya teman untuk mengobrol?"


"jika kau mengajakku berbaikan dengan mu, aku menolak" kata Renaldi yang membuat Lita berhenti sebentar dan kemudian jalan kembali


"ada apa Renaldi?" tanya seorang pegawai di kafenya.


"tidak apa-apa."


saat kafe tutup, terlihat Lita yang sudah menunggu di meja nomor 5. karena sudah ditunggu sejak tadi, akhirnya Renaldi pun memutuskan untuk bicara dengannya


"apa yang mau kau bicarakan Lita?" kata Renaldi sambil menyajikan kopi panas di depannya


"terima kasih kopinya. dan kau benar sebelumnya, aku memang ingin mengajakmu berbaikan dengan ku."

__ADS_1


"kenapa tiba-tiba? memangnya kamu belum menemukan yang lain?"


"yah seperti yang kau lihat, aku memang belum bisa melupakanmu."


"kau tahu kan, kalau orang tua ku sama sekali tidak menyetujuinya? kenapa kau masih bersikeras?"


"tapi, bisakah kau memberiku kesempatan kedua untuk memperbaiki hal sebelumnya?"


"maaf, aku tidak bisa..... aku tidak bisa melakukannya"


"kenapa? apa itu karena pegawai barumu itu ya!?"


"apa maksudmu?"


"kau menyukai orang yang bernama Erin itu kan?! aku tahu itu, bahkan aku juga tidak menyangkanya kalau Erin juga menyukaimu."


"tapi,itu!?"


"memangnya aku ini, kurang apa!?  aku ini orang yang kaya, berbeda dengan wanita itu! apapun aku bisa belikan untuk mu! lalu, apa kau pikir wanita itu bisa memberikanmu sesuatu kalau dia hanyalah seorang pelayan disini!?" kata Lita dengan membentak sambil berdiri dihadapan Renaldi


"aku mohon, hentikan Lita!" kata Renaldi sambil memegang kedua bahu Lita


"apa!? kenapa!? kau tidak rela pegawai barumu aku rendahkan!?"


"cukup! aku tidak ingin melihat mu apalagi bicara dengan mu. sekarang kau boleh pulang" kata Renaldi sambil berjalan ke dapurnya untuk membantu ibunya.


Lita terlihat menyesal telah mengatakan hal itu yang telah membawanya jauh dari Renaldi. "kenapa aku mengatakan hal itu yang malah membuatku jauh darinya. apa yang harus ku katakan nanti!?"

__ADS_1


__ADS_2