
Keesokan harinya, Erin kembali mengunjungi renaldi dirumah sakit setelah ia bekerja dengan membawakannya kue lapis yang banyak. Erin terlihat menatap Renaldi dengan penuh senyum diwajahnya itu ketika renaldi memakan kue pemberian darinya.
"Ada apa Erin? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Renaldi
"Tidak apa-apa kok. Aku hanya senang melihatmu lagi" kata Erin yang masih tersenyum
"Oh, jadi begitu ya. Sepertinya kau senang sekali, itu berarti aku termasuk orang yang istimewa di hatimu kan?"
"Eh? Masa sih? Memangnya kau merasakannya seperti itu?"
"Iya, wajahmu menjelaskan semuanya. Karena di hari-hari yang aku lewatkan bersamamu, memperlihatkan satu persatu ekspresi mu dan itulah yang membuatku yakin"
"Benarkah? Kalau begitu kau juga tahu, apa yang aku rasakan saat ini kan?"
"Ya. Sepertinya aku juga tahu soal itu. Aku akan berusaha sekuat tenaga"
"Kalau begitu cepat sembuh!!"
"Oh, iya. 5 hari lagi tahun baru aku, ingin sekali melihat kembang api bersama dengan Erin di luar. Bisa?"
"Melihat kembang api di luar? Memangnya A..apa kau sudah sehat?"
"Yah, tidak juga sih. Tapi, aku ingin sekali keluar sana. Melihat pemandangan yang berbeda aku bosan melihat peralatan kedokteran terus. Sekali-kali aku ingin keluar"
"Ya!! Aku akan membawamu keluar!! Asalkan kau cepat sembuh ya!" Kata Erin sambil tersenyum. Dan membuat Renaldi menangis terharu.
"Terimakasih ya. karena mu, aku bisa melewati hari-hari ini dengan indah seperti ini. Terimakasih dan maaf aku tidak bisa melakukan apapun saat ini" kata Renaldi sambil mengusap matanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Tak usah pikirkan hal itu, pikirkan saja dirimu sendiri. Aku yakin tahun baru ini kau akan sehat seperti dulu"
"Terimakasih Erin, aku senang melihatmu disini"
Sementara itu, ketika Aldo baru saja keluar dari kafe Aldo melihat Lita yang sedang duduk di depan kafe itu. Dan akhirnya Aldo pun mencoba untuk bicara dengannya.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat sedih seperti itu?" Tanya Aldo yang duduk disamping Lita.
"Aku sedang menunggu Aldi keluar."
"Tapi, saat ini Aldi tidak ada disini"
"Ya, aku tahu itu. Aku selalu menunggunya datang disini"
"Aku juga mengerti itu. karena aku juga adalah temannya. Oh, iya apa kau mau mengunjungi Aldi? Disana juga ada Erin"
"Hari ini, semua orang terlihat aneh ya"
Malam harinya, saat Renaldi sedang berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit, sambil membayangkan malam tahun baru dengan Erin.
"Senangnya... Kali ini aku akan merayakan tahun baru tidak sendiri lagi. Aku jadi tidak sabar ...."
Dan disaat Renaldi merasakan kesenangan akan merayakan tahun baru bersama Erin. Tiba-tiba Renaldi terjatuh dan kepalanya membentur keras ke lantai.
"Aduh.... Ada apa ini? Kenapa aku bisa terjatuh?"
Renaldi pun melihat tangannya yang memegang kepalanya tadi. Ia terkejut melihat tangannya sudah berlumuran darah dari kepalanya yang terluka karena membentur lantai itu.
__ADS_1
"Tidak .....ini tidak mungkin!! Tidak boleh seperti ini....tidak boleh!!!" Renaldi pun akhirnya menangis duduk dengan kepalanya yang ditaruh di lantai dan berteriak disana.
Keesokan harinya, Erin kembali pergi ke kafe dan melihat pintu kafe itu masih tertutup.
"Sepertinya sesuatu terjadi lagi pada Renaldi disana. Sampai-sampai orang tuanya tidak berani untuk pulang."
Erin pun akhirnya menunggu di depan kafe itu dan duduk di kursi yang ada di samping kafe.
"Tinggal tersisa empat hari lagi, tahun baru akan datang. Renaldi cepatlah sembuh"
Sementara itu, Renaldi hanya bisa duduk di kasur rumah sakit dengan melihat keluar jendela dan ditemani oleh orang tuanya saja.
"Aldi, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah baikan?" Tanya ibu sambil mengusap matanya
"Aku sudah tidak apa-apa ibu. Aku baik-baik saja" kata Renaldi yang sama sekali tidak melihat orang tuanya
"Ayah harap, kau cepat sembuh Aldi. Ayah merasa sedih jika selalu melihatmu seperti ini." Kata ayah yang seperti menahan tangisnya
"Semuanya juga berharap begitu, ayah. Dan juga, apa aku boleh meminta sesuatu?"
"Apa Aldi? Katakan pada ibu!!" Kata ibu
"Aku ingin Erin disini dan juga aku ingin kalian beristirahat di rumah. Kemarin malam aku melihat kalian tidak tidur semalaman, jadi beristirahat saja dirumah, ya" kata Renaldi sambil tersenyum pada mereka.
"Ya, kalau begitu baiklah. Ibu dan ayah akan menyuruh Erin kesini." Kata ibu
"Kami pulang dulu ya, Aldi. Cepat sembuh" kata ayah yang beranjak pulang bersama ibu
__ADS_1
"Aku harap bisa terus bersama kalian. Tahun baru ini, akan aku buat sangat berarti untuk kalian."