Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku
bab. 21


__ADS_3

sepulangnya dari kafe, tak disangka hujan turun begitu derasnya. Aldo dan Erin akhirnya tidak bisa pulang karena di kafe itu tidak memiliki payung saat itu


"hei, Aldo apa kau sempat memikirkan kalau pulang nanti akan turun hujan selebat ini?" tanya Erin


"tidak juga. lagipula kenapa kafe ini tidak memiliki payung sih!?" kata Aldo yang tiba-tiba ngegas


"jika aku punya cewek, mungkin aku akan menyuruhnya untuk menjemput ku disini"


"tidak mungkin. nggak ada cewek yang mau melakukan hal itu. justru kau yang harus melakukan itu untuknya"


"hah? masa sih?"


sementara itu, Raka menunggu Erin pulang di depan rumahnya


"Raka, kenapa kau disini?" tanya nenek sambil membawakan susu hangat untuk Raka


"Raka sedang menunggu ibu pulang, nek! ibu lama sekali ya"


"hari ini, hujannya lebat sekali.  nenek rasa ibu masih berteduh disana."


"kalau begitu, ayo jemput ibu di sana. Raka tidak mau menunggu ibu lebih lama lagi"


"yasudah, nenek mengambil payung dulu ya"


sementara itu, Renaldi yang baru saja mengganti pakaiannya di kamar. tiba-tiba ia terjatuh dan batuk dengan mengeluarkan darah yang membuat lantai kamarnya terkena darah yang ia muntahkan tadi. Renaldi pun tidak tahu harus melakukan apa dan hanya menutup darah itu dengan sebuah buku tebal miliknya agar tidak ada yang melihatnya.


"ah.....Aldo...bagaimana ini...kita tidak bisa pulang...." kata Erin sambil bersandar di kursi nomor 4.


"aku juga tidak tahu....bagaimana kalau kita hujan-hujanan saja?" kata Aldo


"tidak mau ah."


"heh? kenapa?"


Renaldi yang baru saja keluar dari kamarnya, terkejut melihat mereka yang belum pulang sejak tadi. Renaldi pun menghampirinya dan menertawai mereka


"tidak bisa pulang ya? kasihan sekali!" kata Renaldi sambil senyum-senyum sendiri

__ADS_1


"ini semua salah kafe mu! karena tidak menyediakan payung disini!!" kata Aldo yang tiba-tiba ngegas


"heh? kenapa jadi menyalahkan ku!? payung itu sudah kau rusak 2 Minggu lalu kan!? dan sekarang mana gantinya!?" kata Renaldi yang ikutan ngegas


"kalian sudah belum berantemnya? aku mau pulang" kata Erin sambil menggandeng Raka yang baru saja datang bersama neneknya


"heh? sejak kapan Raka dan bibi sudah ada disini?" tanya Aldo


"bibi baru saja sampai. karena Raka yang meminta untuk menjemput ibunya disini" kata ibu Erin


"wah...jadi begitu, kau anak yang baik Raka" kata Aldo sambil mengusap kepala Raka.


"ibu, laki-laki ini jelek ibu. aku takut" sambil memegang tangan Erin


"heh? jelek?" kata Aldo yang terkejut mendengar hal yang gak ia duga


"jangan salah kan Raka, Aldo! dia masih kecil!" kata Erin


"bibi kenapa tidak duduk saja? akan aku buatkan kopi panas untuk bibi" kata Renaldi sambil menuntun ibu Erin untuk duduk di kursi sebelahnya


"iya, terimakasih Renaldi. kau memang laki-laki yang baik ya" kata ibu Erin


ibu Renaldi yang melihat ibunya Erin langsung terkejut dan nyaris terjatuh. beruntung ada suaminya yang menangkapnya agar tidak terjatuh


"aduh....ibu ini ada apa sih? sampai jatuh seperti itu" kata ayah


"yah, ayah lihat deh. perempuan yang sepertinya seumuran dengan kita. yah sedang duduk disamping Erin" kata ibu


"hah!!!!!???? a....apa itu ibunya Erin? benar kan ibu!?" kata ayah yang juga terkejut melihatnya


"ayo ayah, kita minta izin sama ibunya Erin"


"untuk apa?"


"jangan pura-pura nggak peka ayah!! kita meminta izin pada ibunya Erin agar mau menikahkan Erin dengan Aldi, ayah!"


"oh, gitu ya"

__ADS_1


orang tua Renaldi pun menghampiri ibunya Erin disaat Renaldi baru saja menyiapkan kopi pada ibu Erin


"bibi ini kopinya" kata Renaldi sambil menaruh kopi itu


"iya, terimakasih Renaldi" kata bibi


"maaf, apa anda ibu dari Erin?" tanya ibu Renaldi saat ibu Erin ingin meminum kopi itu


"iya, ada apa ya?"


"saya dan suami saya ingin bicara sebentar dengan anda. boleh?"


"i...iya boleh" kata ibu Erin yang langsung ditarik oleh orang tua Renaldi


"aduh.... mereka pasti membicarakan hal aneh lagi" kata Renaldi sambil memegang kepalanya


"jadi....begini, ibu Erin... sebenarnya tujuan saya untuk bicara dengan anda seperti ini adalah untuk meminta izin dari anda" kata ibu Renaldi


"meminta izin untuk apa ya?"


"yah, ayah yang bilang ya?!"


"kenapa harus ayah?" tanya ayah renaldi


"udah bilang saja!!" kata ibu Renaldi dengan tatapan seram


"iya-iya, jadi ibunya Erin... kami ingin meminta izin pada anda agar anak kami Renaldi bisa menikahi anak ibu yang bernama Erin itu." kata ayah Renaldi


"i..iya begitulah. jadi, bagaimana dengan jawaban anda?" tanya ibu Renaldi


"untuk menikahi anakku Erin?"


"i...iya. apa jawaban anda?" tanya ayah renaldi yang mulai ketakutan


"tentu saja aku setuju menikahi anakku dengan Renaldi!!" kata ibu Erin yang tiba-tiba bersemangat


"wah....benarkah!!!!" kata ibu Renaldi yang terkejut mendengar jawabannya

__ADS_1


"iya, itu benar!!"


mereka pun akhirnya saling berpelukan dan melompat-lompat bersama. Renaldi dan Erin yang melihatnya hanya bisa terdiam melihat orang tua mereka yang lompat-lompat nggak jelas


__ADS_2