
"aldo!? ngapain disini?" tanya perempuan itu
"M...maaf. mau pesan apa?"
"aku tidak ingin memesan apa-apa. aku hanya ingin bicara denganmu sekarang"
"i..iya. mau bicara apa?" tiba-tiba Aldo mulai merasa grogi bicara dengan mantannya itu
"aku ingin, kau menyebut namaku lagi"
"eh...? menyebut namamu?"
"sebutkan saja!!"
"v...Vania klarissa?"
wanita itu begitu terkejut ketika Aldo menyebut namanya dan langsung memeluknya dan menangis
"e...eh, ada apa?"
"kau pasti akan terkejut mendengarnya. aku ingin berbaikan denganmu, bisa?"
"baikan padaku?" sambil melepas pelukannya
"iya. apa kau mau, Aldo?"
"ah....maaf. aku rasa aku akan memikirkannya dulu"
"tidak usah dipikir-pikir. biasanya kau asal mengambil keputusan kan?"
__ADS_1
"benarkah? aku rasa aku tidak seperti itu."
"maaf ya. waktu itu, aku mutusin hubungan kita. karena jika boleh jujur sebenarnya tujuan aku mutusin hubungan waktu itu, karena aku sedang fokus untuk belajar. dan sekarang aku sudah berhasil S2 di universitas."
"uwah...!!!? benarkah!? kau hebat sekali Vania"
"jadi, apa kau mau baikan dengan ku?"
"tentu saja iya. tunggu sampai Aldi mendengar hal ini"
keesokan harinya, Erin kembali pergi ke kafe. anehnya Erin terlihat mengantuk saat itu, hanya karena Renaldi yang terus-menerus menelfonnya semalaman karena tidak bisa tidur.
"ah.... menyebalkan sekali. kalau saja Renaldi tidak membicarakan hal aneh nya, ini pasti tidak akan terjadi. aku mengantuk sekali!!!"
"hei, erin! ada apa dengan wajahmu? kau terlihat lelah" tanya Aldo yang berjalan di sampingnya
"Renaldi menelpon ku sepanjang malam kemarin. aku bahkan tidak bisa tidur hari ini" kata Erin sambil memegang kepalanya
"ah...tidak ah. aku tidak mau tidur dikamar laki-laki"
"eh? yakin tidak mau?"
"tidak!"
Erin pun berjalan dan tiba-tiba ia terjatuh dan langsung tertidur di sana.
"hah, sudah kubilang kan!"
Aldo pun akhirnya menggendong Erin kekamar Renaldi. dan membiarkannya tidur di sana
__ADS_1
"lho? ada apa Aldo?" tanya ibu yang melihat Aldo yang baru saja keluar dari kamar Renaldi
"tidak apa-apa kok, bibi. aku hanya membawa Erin untuk tidur didalam"
"heh? ada apa dengan Erin memangnya?"
"Renaldi menelfonnya semalaman jadi, ia tidak bisa tidur malam harinya"
"oh, jadi begitu. ya sudah biarkan saja, Erin tidur disana"
sementara itu, Renaldi yang sedang sendirian dirumah sakit sedang melihat keluar jendela dan memikirkan apa yang sedang orang-orang lakukan.
"hah...aku ingin pergi keluar sana. melakukan hal yang biasa aku lakukan. hari ini, apa Erin tidak kemari ya? aku ingin mendengar suaranya"
seseorang mengetuk pintu dan membukanya, ternyata Lita datang untuk mengunjungi renaldi disana
"Lita? kau datang sendiri?" tanya Renaldi
"iya, begitulah. menurut mu memangnya aku kemari dengan siapa lagi selain diriku sendiri?"
"oh, begitu ya."
"disini kau juga sendiri? tak ada yang mengunjungi mu dari tadi?"
"tidak ada. aku rasa mereka sedang sibuk disana"
"tapi, sekarang kau sudah tidak sendiri lagi kan? karena saat ini yang kau harapkan hanya aku saja kan?" kata Lita yang membuat Renaldi hanya diam saja setelah itu
sementara itu, Erin begitu terkejut melihat ia tertidur di kamar Renaldi. tiba-tiba Erin pun berteriak dan membuat ibu dan Aldo berlari menghampirinya.
__ADS_1
"ada apa!!!? apa yang terjadi!!?" teriak ibu dan Aldo yang langsung membuka pintu