Bacause it's first time

Bacause it's first time
Kebenaran yang tersembunyi


__ADS_3

Ketika Arel kembali ternyata Rey sudah berhenti mengamuk dan mengacak-ngacak kelasnya. Terlihat nafasnya yang kian memburu cepat. Semua yang menonton terdiam menatap Rey takut. Rey terlihat begitu mengerikan bagi Arel untuk saat ini.


"Kalian dengar! Kalian akan aman, jika kalian tidak menggangguku atau melawanku. Ingat itu!" ujar Rey lagi, lalu melengos pergi begitu saja. Semua mulai merasa tertekan dan takut. Arel berniat mencari tahu apa yang terjadi pada Rey saat ini. Apa yang membuat Rey menjadi seperti ini? Dia berniat untuk mencari tahu akan hal itu.


Untuk hari ini kelas Arel dibubarkan karena kondisi kelas yang tidak memungkinkan. Mereka pulang lebih awal karena banyak kerusakan yang harus diperbaiki dan dibereskan.


"Satrya, maaf yah. Padahal kamu baru saja pindah disekolah ini. Pasti hari ini adalah hari yang buruk buat kamu," sesal Arel merasa tidak enak pada Satrya yang baru saja hadir sebagai siswa sah disekolahnya.


"Tidak papah. Hari ini tidak seburuk hari-hari disekolahku yang dulu," balas Satrya dengan nada polosnya sambil membenarkan letak kacamatanya.


"Memanngnya, hal buruk apa yang kamu dapatkan disekolahmu yang dulu?" sambar Devina penasaran.


"Banyak sekali. Hal yang terus membuatku merasa frustasi dan sangat menganggu. Alasan aku pindah kemari, karena aku ingin mendapatkan kedamaian dalam belajar," jawab Satrya menyungging senyum polosnya.


"Benarkah? Itu artinya, kamu selalu diganggu disekolahmu yang dulu?" tanya Devina lagi dengan antusias.


"Dev!" bentak Arel menyikut perut Devina. Sementara Satrya hanya melontar senyum tipis padanya. Devina pun berhenti bertanya sebelum ia semakin jauh menanyakan hal yang tidak tidak.


"Eh! Karena kita pulang lebih awal hari ini, kalian mau membantuku, tidak?" pinta Arel.


"Apa? Bantuan apa memangnya?" sahut Devina.


"Aku ingin mencari tahu kebenaran yang menyebabkan Rey menjadi seperti ini. Setidaknya kita harus tahu alasannya," balas Arel.


"Kenapa kamu jadi peduli padanya? Padahal kamu bahkan tidak pernah peduli sebelumnya," balas Devina.


"Bukan karena aku peduli Dev. Tapi ini demi kenyamanan kita. Dan aku juga penasaran akan sesuatu. Kenapa Rey merahasiakan kalau dia itu anak dari Pak Haris?"


"Kamu benar juga. Aku juga jadi penasaran akan hal itu," sahut Devina terbawa suasana.

__ADS_1


"Jadi, kapan kita akan menyelidikinya?" tanya Satrya dengan begitu polos.


"Yah sekaranglah!" seru mereka serempak dengan tegas. Membuat Satrya terkejut dan terdiam.


Mereka pun pergi mencari tahu tentang masalah Rey dan kebenaran dibalik rahasianya. Mereka pergi kerumah Pak Haris dengan diam-diam. Mereka mendapatkan alamatnya dari internet. Yah, tentu mudah mencarinya, karena Pak Haris cukup terkenal dikoran-koran dan media sosial juga majalah-majalah.


Terlihat rumah yang berdiri kokoh dan besar. Memiliki halaman yang sangat luas dan pagar yang sangat tinggi. Ada juga satpam yang menjaga gerbang disana.


"Sekarang apa?" tanya Devina.


"Tidak ada jalan untuk bisa menyusup kedalam rumah, selain melompati pagar atau lewat gerbang," balas Arel.


"Kalau masalah itu, kalian bisa serahkan padaku. Aku pandai melompati pagar dan menyusup kedalam rumah seseorang tanpa diketahui," ucap Satrya menawarkan diri. Sejenak Arel dan Devina terdiam menganga dengan apa yang Satrya katakan.


"Kamu yakin, kamu bisa?" tanya Devina seolah tidak percaya.


"Kamu tidak percaya?" sahut Satrya.


"Apa karena penampilanku?" sahut Satrya lagi. Kinj Devina hanya tersenyum canggung.


"Baiklah. Aku akan segera kembalu," lanjut Satrya seraya berlalri berjongkok kesamping rumah tanpa disadari oleh satpam.


"Satrya!" panggil Arel pelan.


"Dia benar-benar nekat," ujar Devina.


"Kamu juga sih!" balas Arel menyalahkan Devina.


Namun, siapa duga ternyata Satrya memang hebat saat memanjat dan melompati pagar yang tinggi itu dan melompat turun dengan penuh gaya, tanpa membuat suara sehingga ia berhasil lolos masuk dan menyusup kedalam rumah pak Haris.

__ADS_1


"Wahh.. Gila! Ternyata walau cupu, dia cukup hebat dan penuh gaya;" ucap Devina terkagum tanpa sadar memuji aksi hebat dari Satrya.


"Kamu benar," sahut Arel sependapat dengan Devina.


Satrya pun masuk dengan mengendap-endap naik dan merayap kelantai dua rumah Pak Haris seperti spiderman. Ia membuka kacamatanya dan melepas salah satu kancing yang paling atas. Setelah sampai dilantai dua rumah Pak Haris dengan mudahnya. Ia pun mengecek jendela dan pintu. Kebetulan sekali, pintunya tidak dikunci, sehingga memudahkan Satrya untuk masuk kedalam.


Satrya mencari sesuatu yang menurutnya sangat berpengaruh pada perubahan Rey. Lalu, tidak sengaja ia melihat sebuah foto dua wanita yang berambut panjang dan pendek. Salah satunya sedang mengendong bayi, yang mungkin baru menginjak 11 bulan. Satrya memperhatikan foto itu dengan seksama. Ia merasa ada yang janggal dengan foto tersebut, lalu ia memotretny dengan hp-nya.


Ia pun mencari sesuatu yang lainnya. Lalu, ia mendapati sebuah kamar yang kebetulan kamar itu pun memang tidak dikunci oleh pemiliknya. Satrya pun masuk dan melihat-lihat.


"Sepertinya ini kamar Rey," gumamnya. Ia mendapati beberapa foto dua wanita yang sama. Lalu, ia mendapati sebuah album foto keluarga. Satrya mengambil album foto itu dan melihat isinya. Lagi-lagi beberapa foto wanita yang sama menghiasi setiap halaman dalam album itu. Anak kecil itu terlihat akrab dengan kedua wanita dalam foto itu. Yang menjadi pertanyaan Satrya saat ini adalah, siapa kedua wanita itu?


"Yang mana ibunya, Rey?" gumam Satrya tidak bisa menerkanya. Belum sempat Satrya membuka halaman terakhir. Namun, terdengar suara langkah dua orang yang menuju kekamar itu. Sontak Satrya kaget dan meletakkan kembali album itu. Lalu ia bersembunyi dibawah ranjang tidur.


"Kasihan sekali tuan muda," ucap salah satu wanita yang sepertinya pembantu dirumah ini.


"Benar. Tuan muda pasti sangat marah besar ketika ia tahu, kalau pengasuhnya adalah ibu kandungnya. Sementara nyonya besar adalah ibu tirinya. Itulah sebabnya sampai sekarang Tuan besar masih takut memberita publikan tentang tuan muda pada media. Ia takut skandal ini diketahui oleh orang lain," balas salah satu rekannya yang juga tidak lain sebagai pelayan dirumah ini.


Satrya yang mendengar hal itu pun terbelalak kaget. Kini ia mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tentang kedua wanita itu. Dan juga pertanyaan mengapa Rey bertindak seperti itu dengan amarah yang meledak dan sorotan mata kebencian yang ia lontarkan pada Ayahnya saat itu.


Sementara Arel dan Devina masih menunggu diluar memcemaskan Satrya yang belun kembali juga. Mereka takut kalau Satrya ketahuan.


"Aduh! Satrya, kenapa kamu lama sekali?" ucap Arel gelisah.


"Benar. Apa jangan-jangan dia tertangkap lagi?" balas Devina menerka.


"Jangan bicara seperti itu! Jangan sampe dia ketangkap, nanti kita juga yang akan kena."


"Kamu benar juga. Aduh Satrya! Jangan bikin panik deh!"

__ADS_1


Disisi itu, Satrya menunggu para pelayan itu selesai membereskan kamar Rey agar dia bisa keluar. Dan tidak begitu memakan waktu yang lama mereka pun selesai dan keluar. Itu menjadi kesempatan buat Satrya untuk keluar dari sana.


"Ahh! Akhirnya, aku bisa keluar dari tempat berdebu dan pengap itu," ujar Satrya saat keluar dari persembunyiannya.


__ADS_2