Bacause it's first time

Bacause it's first time
Kecewa


__ADS_3

"Sudah cukup!" seru Satrya dengan laganya yang sok didepan Rey. Seolah tidak ada rasa takut sedikit pun dari sorotan mata yang ia lontarkan pada Rey. Rey tersenyum simpul dengan keberanian yang Satrya tunjukkan. Ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada, seolah merasa tertantang oleh Satrya.


"Kau cukup berani juga yah, murid transfer," ucap Rey terdengar meremehkannya. Rey melangkah maju selangkah demi selangkah hingga wajah mereka bertemu cukup dekat.


"Hei! Apa kau ingin cari masalah denganku? Kau yakin? Kenapa kau tidak sembunyi saja, dan menyusu pada ibumu saja dirumah, hmmm?" ledek Rey sambil mendorong kepala Satrya dengan telunjuknya tanpa henti.


Satrya tersenyum lebar lalu tertawa kecil.


"Kau tahu? dimataku kau hanya seorang pengecut, yang bersembunyi dibalik kekuasaan Ayahmu. Aku merasa kasihan kepadamu, karena pada akhirnya kau hanya sendirian. Tanpa cinta, tanpa kasih sayang, dan hanya dipupuk oleh kekecewaan yang besar," balas Satrya tidak mau kalah.


"Apa kau bilang?"


"Aku tahu semua tentang dirimu, Reyan Dirgadana. Dan kuperingatkan, sebaiknya kau berhenti sebelum aku memberimu pelajaran," ancam Satrya menatap tajam pada Rey.


Rey tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman yang Satrya lontarkan. "Hei, anak cupu! Jangan sok jadi jagoan! Dimataku kau hanya lelaki lemah dan culun!"


Perdebatan mereka semakin memakan emosi dan semakin memanas. Seluruh siswa yang menonton dibuat tegang oleh mereka yang terus melontarkan perkataan yang saling menyakiti.


Sementara Arel dan Devina mulai merasa sangat cemas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia masih terdiam menonton seperti yang lainnya. Tapi, ia juga merasa Satrya terlalu nekat, bagaimana jika Rey benar-benar membuat Satrya berada dalam masalah besar karena ini? Pikir Arel.


Aduh Satrya! Kamu sedang apa sih? bathin Arel.

__ADS_1


Satrya kembali tersenyum dan melangkah lebih dekat lagi pada Rey. Lalu, ia membisikan sesuatu ditelinga Rey.


"Hei Rey, aku yakin kau pernah mendengar soal Ghost Fighter. Apa kau ingin mencoba melawannya dan melihat kemapuannya yang brutal saat bertarung tanpa ampun? Kau memiliki kesempatan. Karena dia ada disini, didepanmu."


Rey terbelalak kaget mendengar hal itu. Tapi, ia tidak percaya sama sekali, kalau si cupu Satrya adalah salah satu dari Ghost Fighter yang dibicarakan semua orang. Rey lagi-lagi melontar senyum.


"Ahh, sepertinya kau terlalu banyak bicara," ujar Rey yang tiba-tiba menyerang Satrya dengan melesatkan tinju kuatnya mengarah pada wajah Satrya.


Namun, sangat mengejutkan serangan dadakan itu bisa ditahan oleh Satrya dengan sangat cepat dan kuat. Tanpa goyah sedikit pun Satrya menatap Rey dengan liar. Sontak Rey kaget dengan kecepatan Satrya dalam menangkap gerakan musuhnya.


Kedua teman Rey langsung saja menyerang Satrya dikedua sisi. Sisi kanan dan sisi kirinya. Mereka melesatkan tinju mereka. Satrya menendang perut Rey hingga terdorong kebelakang dan menangkis serangan dari arah kananya dengan membalas memutar tangan lawan kebelakang tubuhnya, lalu menguncinya dalam cengkramannya dan menghindari serangan dari arah kirinya. Lalu memutar tenpa melepaskan cengkramannya dan melesatkan tendangan pada lawan sisi kirinya.


Ternyata Satrya bukanlah lelaki lemah dan culun yang mereka kenal selama ini. Satrya sangat hebat dalam berkelahi. Gerakannya dalam bertarung sama persis dengan yang ada dividio berita viral itu. Arel bisa melihatnya, ia ingat gaya bertarung Satrya begitu mirip dengan dividio itu.


satu lawan tiga. Mungkin bagi sebagian orang itu tidak adil. Tapi bagi Satrya hal itu sama sekali tidak menyulitkan dirinya. Dia terlihat santai melawan Rey dan dua temannya itu. Seolah mereka tidak ada apa-apanya.


Arella sangat takut akan perkelahian yang kini sedang terjadi. Ia takut mereka lepas kendali dan bisa saling membunuh. Sementara tidak ada yang berani melerai mereka. Bahkan para guru yang berdatangan tidak bisa masuk kearena perkelahian mereka. Karena takut terkena akan serangan mereka yang sedang amuk bara api dan emosi yang memuncak dalam diri mereka.


Kedua teman Rey sudah menyerah dan kalah. Namun, Rey masih bersikeras dan tidak mau kalah. Walau ia sudah babak belur oleh pukulan yang Satrya lesatkan. Sementara itu, tidak ada satu pukulan pun atau tendangannya yang mengenai Satrya atau melukainya. Rey masih mencoba bangkit dan menyerang Satrya. Satrya membalas serangannya hingga Rey terjatuh tidak berdaya.


"Ah, melelahkan sekali. Kau belum menyerah juga?" ujar Satrya yang mencengkram kerah baju Rey dan mempersiapkan tinjunya untuk menonjok wajah Rey.Namun, sebelum itu terjadi Arel menghentikan tinju Satrya.

__ADS_1


"Satrya!" teriak Arel dengan takut melihat Satrya yang liar dan tanpa ampun pada lawannya. Satrya menoleh pada Arel yang kini tengah menatapnya dengan tatapan takut dan berkaca-kaca. Nafasnya memburu seolah menahan segala ketakutannya.


"Hentikan! Kumohon, berhenti, Satrya!" seru Arel.


Satrya pun berhenti dan melepaskan cengkramannya. Ia bisa melihat ketakutan dari sorot mata Arel terhadapnya. Tidak lama pak Haris datang karena keributan itu. Ia terkejut melihat putranya yang sudah babak belur dipukuli oleh Satrya. Hingga pak Haris harus menelpon ambulance untuk membawa Rey kerumah sakit.


Ternyata Ghost Figter itu salah satunya adalah Satrya. Dan hal itu membuat Arel merasa kecewa. Mendadak Satrya menjadi disukai oleh para siswi yang berkumpul disana. Tidak hanya dari wajahnya, juga mereka mengagumi dari gaya bertarungnya yang keren.


"Waahh.. Dia keren sekali!" seru salah satu siswi disana.


"Kau benar. Kupikir awalnya dia memang culu. Tapi aku merubah pikiranku sekarang. Dia adalah lelaki sejati," sahut siswi lainnya.


Termasuk Devina merasakan hal yang sama seperti yang lainnya. Ia kini semakin menyukai Satrya dan memandang Satrya sangat keren tadi.


"Satrya, kamu keren sekali,"ucapnya.


Berbeda dengan Arel, untuk pertama kalinya ia merasa kecewa pada seorang lelaki, yang bahkan baru ia kenal dua hari ini. Tapi entah kenapa, ia benar-benar merasa tersakiti oleh kebohongan Satrya terhadapnya.


"Arella?" ucap Satrya merasa bersalah karena telah membohongi Arel. Melihat ekspresi dari raut wajah Arel terhadapnya membuat Satrya sedih dan menyesal telah berbohong dan menyembunyikan dirinya yang sebenarnya pada Arella.


Sebenarnya, Satrya sudah lama tertarik pada Arel. Bahkan sebelum ia datang kesekolah ini. Ternyata tanpa Arel sadari Satrya sering memperhatikan Arel setiap kali Satrya tidak sengaja melihatnya dimana pun ia dapati Arel.

__ADS_1


Ternyata mereka sudah beberapa kali bertemu tanpa Arel sadari. Pertama kali mereka bertemu adalah waktu hujan deras yang membuat Satrya tergelincir dan jatuh dari motornya dan saat itu ada Arel yang terus memperhatikannya. Lalu, kedua kalinya waktu disupermarket saat Arel tidak sengaja menabrak Satrya dan membuat barang belanjaannya jatuh berserakan. Ternyata Satrya telah menyimpan rasa pada Arel sejak saat itu.


__ADS_2