Bacause it's first time

Bacause it's first time
Kecemburuan Arel


__ADS_3

"Satrya! Boleh aku selfie sama kamu!" seru gadis berambut pendek dengan genit dan memelas manis pada Satrya. Satrya merasa sangat canggung sekali. Tetapi melihat usahanya itu, membuat Satrya tidak bisa menolaknya.


"Ah baiklah," balas Satrya. Gadis itu mendekat sangat dekat dengan Satrya. Dan mengangkat tangannya keatas yang sedang menggenggam ponsel androidnya dan berfose.


Sangat menyebalkan melihat pemandangan seperti itu bagi Arel dan Devina. Gadis itu menggangu mereka saja yang sedang makan siang dikantin. Sungguh, Arel dan Devina mendadak tidak nafsu makan karena gadis genit itu.


Sementara Yoga hanya tersenyum melihat Satrya yang sangat populer dikalangan para gadis disekolah barunya itu.


"Apaan sih, tuh cewek?" gumam Devina.


"Tahu! Genit banget jadi cewek. Emangnya Satrya itu artis apa? Minta selfie segala," sahut Arel lebih kesal dari pada Devina saat ini.


Devina menoleh dan mengeryit bingung dengan ucapan dan kekesalannya itu. "Tumben kamu kesal karena hal seperti ini?" balas Devina.


"Hah? Ahh tidak juga. Hanya menyebalkan saja melihat seorang gadis yang genit duluan sama cowok," jawab Arel mencari alasan.


Devina hanya mengangguk-angguk saja percaya akan alasan yang Arel buat. Padahal dalam hati Arel kini ia tengah dibakar api cemburu terhadap Satrya.


"Kak Satrya! Aku juga mau dong selfie sama Kakak!" lontar gadis lain, sepertinya dia adik kelas juga meminta selfie pada Satrya.


"Hah? Oh baiklah."


"Kak Yoga juga yah?" pinta gadis itu dengan nada manjanya.


"Aku juga? Tapi kenapa?" sahut Yoga menunjuk dirinya sendiri.


"Aku sangat menyukai Kak Satrya sama Kak Yoga. Jadi kita selfie bertiga yuk? Ayolah Kak, aku mohon!" pinta gadis itu memohon dan memelas.


"Baiklah baiklah."


Arel semakin merasa kesal. Sungguh hari yang sangat menyebalkan. Kini api cemburu semakin menggulung membesar dalam hatinya. Wajahnya memanas dan memerah.


Ihh apaan sih si Satrya. Sok kecakepan banget deh. Tuh cewek lagi, genit benget! bathin Arel.


Tiba-tiba beberapa siswi yang berada dikantin pun ikut berlarian menghampiri Satrya dan Yoga untuk mengantri Selfie.


"Aku juga dong!"


"Aku juga mau selfie sama mereka!"


"Hei, minggir! Aku duluan!"


Mereka dikerumuni oleh para siswi yang berebutan ingin selfie bersama mereka. Devina dan Arel tidak tahan lagi melihatnya. Dan Braakkk!!


Arel menggebrak meja dengan sangat keras. Sehingga mereka berhenti dan menoleh pada Arel.


"Berisik tahu! Kalian gak lihat apa, kita lagi makan siang! Mengganggu saja! Aku jadi gak nafsu makan gara-gara kalian! Haish.. Menyebalkan sekali!" Amarah Arel meledak dengan tatapan sinisnya. Lalu, ia melengos pergi dari kantin.

__ADS_1


"Tahu! Artis bukan, K-pop bukan. Sok cakep kalian berdua!" timpal Devina, lalu menyusul Arel pergi melampiaskan kekesalannya pada Satrya dan Yoga.


Satrya dan Yoga hanya terdiam heran dan menatap kepergian mereka yang berlalu meninggalkan kantin.


🍂🍂🍂


Cuaca hari ini sangat panas. Amelia hari ini mengambil cuti karena harus mengurus Metra. Mereka telah membuat keputusan untuk hubungan. Dan yang mereka pikirkan saat ini adalah bagaimana meminta izin pada Arel supaya Arel setuju dengan hubungan mereka.


Walau bagaimana pun, Amelia tidak ingin menyakiti hati Arel sebagai seorang ibu. Setelah kepergian ayahnya Arel sering sekali cemberut saat Amelia dekat dengan pria. Tapi kali ini, Amelia akan membujuk Arel secara pelan. Lagi pula Amelia berani membuat keputusan sebesar ini, sebab Arel pernah membahas hal seperti ini.


Siang ini Metra sudah boleh pulang dari rumah sakit dan kini Amelia tengah mengurus kepulangannya. Setelah selesai mengurus pembayaran rumah sakit. Amelia mengantar Metra pulang kerumahnya. Walau Metra memiliki asisten yang bisa mengurus segalanya. Tapi, Amelia yang menginginkan hal itu dengan sukarela untuk Metra.


Mereka tiba di rumah Metra. "Duduklah, aku akan mengambil air minum untukmu," ucap Metra.


"Tidak tidak! Aku akan mengambilnya sendiri. Kamu kan lagi sakit!"


"Tapi apa kamu tidak lelag?"


"Tidak. Aku tidak akan pernah lelah jika itu untukmu,"


"Baiklah, kalau begitu."


Amelia pun bergegas ke dapur dan membuat minumnya sendiri juga satu untuk Metra. Ia tampak sangat bahagia sekali. Karena hal itu mengingatkannya pada masa lalunya saat berpacaran dengan Metra dulu.


🍂🍂🍂


"Kenapa aku sangat kesal melihat para gadis itu menggoda Satrya? Kenapa rasanya sangat aneh disini?" ucapnya sambil meraba dadanya.


"Apakah ini yang disebut dengan cemburu? Apakah sesakit ini?" lanjutnya lagi.


"Tidak Arel! Apa yang kamu pikirkan! Satrya hanya teman kamu. Dia bahkan tidak menyukaimu!" serunya menggeleng cepat dan memukul kedua pipinya sendiri. Ia mulai berbicara pada dirinya dicermin.


"Hah! Sepertinya aku menjadi gila karena Satrya," ucapnya lagi. Lalu, pergi keluar dan berniat kembali ke kelas. Tanpa Arel sadari ternyata Devina mendengar semua yang ia ucapkan. Devina cukup kecewa karena Arel ternyata diam-diam menghianati perasaannya dan menusuknya dari belakang.


"Arel kupikir, kau benar-benar temanku. Kau bilang, kau tidak akan pernah jatuh cinta pada Satrya," gumam Devina.


Arel tiba dikelas, dan langsung duduk dibangkunya dengan kesal. Lalu, ia membuka buku agar pikirannya teralihkan. Tidak lama Satrya dan Yoga juga tiba dikelas dengan nafas yang terengah-engah. Ternyata para gadis itu mengejar Satrya dan Yoga yang menolak untuk selfie dengan mereka.


Arel terkejut melihat penampilan mereka yang sangat kacau. Mereka menutup pintu kelas dengan sangat rapat.


"Kalian kenapa?" tanya Arek bingung.


"Gawat! Kalau begini caranya, aku gak akan bisa bersekolah dengan tenang," ucap Yoga.


"Kau benar. Ahh itulah mengapa, saat pertama kali aku masuk sekolah, aku menyamar menjadi murid cupu," sahut Satrya.


Mereka mengabaikan pertanyaan dari Arel. "Menyamar? Kamu?" ulang Yoga terkejut.

__ADS_1


"Benar. Seharusnya aku melakukan hal yang sama."


"Hei, apa sekarang kalian mengabaikan ku? Aku bertanya kalian kenapa?" geram Arel.


"Ouh Arel? Kamu ada disini?" sahut Satrya.


Arel mendengus dan memutar kedua bola matanya malas. Tidak lama kerumunan cewek itu sampai didepan kelas dan mencoba mendobrak pintu kelas. Satrya dan Yoga mencoba menahannya sekuat tenaga tapi, mereka tidak cukup kuat dibandingkan kekuatan para gadis yang sedang di mabuk cinta oleh Satrya dan Yoga.


Mereka berhasil mendobrak pintu hingga Satrya dan Yoga terpental kedepan dan terjatuh dilantai. Para gadis itu langsung mengerumuni mereka dan ribut sekali ingin berselfie dengan mereka. Bahkan mereka saling mendorong dan menarik hanya untuk bisa berselfie dengan mereka. Arel hanya menggeleng melihatnya.


Tapi ia juga merasa kasihan pada Satrya yang sepertinya sangat tersiksa karena para gadis itu.


"Berhenti!" teriak Arel selantang mungkin agar bisa didengar oleh mereka yang sangat berisik itu.


Dan caranya itu berhasil mereka berhenti dan menoleh pada Arel. "Apaan sih? Ganggu saja!" sahut salah satu dari gadis yang berusaha ingin berfoto dengan Satrya dan Yoga.


"Kalian harus berhenti!" seru Arel.


"Kenapa kami harus berhenti. Memangnya kamu siapa, hah?" tukas gadis lainnya.


"Kalian sungguh ingin tahu. Aku sangat kesal sama kalian. Karena apa? Orang yang kalian kejar-kejar itu, yang tidak lain bernama Satrya EL. Dia... Adalah pacarku!" serunya membuat semua orang terbelalak tidak percaya.


Bahkan Satrya dan Yoga terkejut mendengarnya. "Alah! Ngaku-ngaku. Gak mungkin! Kamu itu cuma ngibul kan?" sahut gadis berambut cokelat.


"Aku gak bohong! Kalau gak percaya, tanya saja padanya. Kami sudah jadian. Dan dia sekarang pacarku! Jadi, sebagai pacarnya, aku tidak suka jika ada cewek lain yang mengejarnya!" balas Arel berusaha untuk terlihat meyakinkan.


"Itu benar!" sambar Satrya bangkit dan menghampiri Arel, lalu ia merangkulnya. "Itu sebabnya aku menolak selfie dengan kalian. Karena aku lihat, pacarku ini sangat cemburu melihatnya. Jadi, aku mohon banget sama kalian. Berhentilah mengejarku, atau pacarku ini akan membunuhku," pinta Satrya dengan lembut.


"Benarkah? Yah, hilang kesempatanku!" seru salah satu gadis itu.


"Tapi, kalau Yoga masih sendiri, kan?" tanya gadis lainnya dengan antusias.


"Hah?" sahut Yoga pasrah. "Tidak! Sebenarnya aku sudah menyukai seseorang," sangkal Yoga mencoba lepas dari mereka.


"Siapa?"


"Devina! Aku menyukai Devina. Aku berencana akan mengungkapkan cintaku padanya hari ini! Jadi, bisakah kalian juga melepaskan ku?" pinta Yoga dengan memelas.


"Ahh.. Apa-apaan ini? Kita terlambat satu langkah dari mereka. Yasudahlah gak ada gunanya kita mengejar mereka!" ucap gadis berambut kriting, mulai menyerah dan pergi berlalu. Beberapa siswi lainnya pun ikut menyerah dan berhamburan keluar.


Akhirnya Satrya dan Yoga bisa bernafas dengan lega dan merasa sangat bersyukur karena telah lepas dari cengkraman para gadis itu.


"Tapi aku bingung, kapan kita jadian?" tanya Satrya menggoda Arel.


"Jangan salah paham! Aku cuma mencoba membantu saja," balas Arel.


"Benarkah? Padahal jika benar pun tidak apa," sahut Satrya memberi kode.

__ADS_1


"Apaan sih?" sahut Arel memerah karena malu. Yoga hanya tersenyum dan mulai memahami situasi diantara mereka.


__ADS_2