Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Kerja


__ADS_3

...Menolak Kesempatan Yang Datang Sebelumnya, Adakah Kemungkinan Untuk Kesempatan Itu Datang Kembali...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 10: Kerja...


...•••...


Widia tidak dapat masuk kerja karena sakit, jadi Raya yang datang dan menggantikan dia bekerja disana. Dia sudah meminta izin hanya dapat bekerja setelah pulang dari sekolah


Gadis itu memasukkan semua barang keperluan kedalam tas. Mulai dari seragam milik mamanya yang akan dia pakai saat bekerja, botol air, bekal bahkan dia juga membawa payung bersamanya. Padahal cuaca hari itu cerah


"Kakak pergi dulu ya. Kamu disini aja jaga rumah, jangan keluar-keluar"


"Memangnya kakak mau kemana?"


"Ada tugas kelompok, jadi kakak harus pergi. Kakak udah masak di dapur, nanti kamu makan diluan aja" -Raya membohongi anak kecil yang masih polos


Bella memeluk erat kakaknya, Begitu pula dengan Raya "Tapi nanti kakak balik lagi kan? Jangan kayak mama yang gak balik kerum-"


"Ck jangan gitu. Kakak kan udah bilang, kerjaan mama lagi banyak. Jadi gak bisa pulang"


Raya mengarang cerita tentang mamanya yang tidak bisa pulang karena urusan kerjaan, namun nyatanya sedang terbaring di rumah sakit dan harus segera melakukan operasi


Sebetulnya dia tidak tega untuk membohongi Bella yang masih kecil, namun ini semua Raya lakukan supaya adiknya tidak ikut bersedih. Cukup dia saja yang mengetahui kesedihan ini


...•••...


Devan mampir ke restoran keluarganya yang bernama Resto Family. Rumah makan itu sangatlah besar dan terkenal akan makanannya yang lezat


Tingg


Bell akan berbunyi tiap kali pintu terbuka, untuk memudahkan para pelayan memberi hormat kepada pelanggan


Begitupun dengan Devan, saat dia membuka pintu bell yang terpasang disana langsung berbunyi. Pria yang merupakan anak dari pemilik resto langsung disambut dengan baik


Setiap pelayan akan menundukkan kepalanya jika melihat Devan sebagai bentuk penghormatan


Namun ada 1 pelayanan yang kelihatannya tampak acuh terhadap dia. Bahkan pelayan itu tidak memperdulikannya, dia justru sibuk dengan pekerjaan yang sedang dilakukan


"Lo kesini" -Devan memanggil salah satu pelayan yang bekerja di resto keluarganya


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu"


Tangan Devan menunjuk ke arah salah satu pelayan, "Kenapa pelayan yang disana tidak memberi hormat ke gue"


"Dia pelayan baru tuan. Mamanya sedang sakit, jadi dia datang untuk bekerja menggantikan mamanya" -jelas si pelayan itu


"Ouh gitu, ya udah lanjut kerja"


"Baik tuan, saya permisi dulu"


Kaki devan melangkah menghampiri pelayan yang sedang mengelap meja di sudut ruangan. Dia lalu menepuk pelan pundak pelayan


Betapa terkejutnya Devan begitu melihat wajah si pelayan "Raya, Lo Raya kan anak SMA Star"

__ADS_1


Memang tidak salah, pelayan itu memanglah Raya


"Lo?"


"Iya. Gue Devan anggota geng motor 'Bad Angle yang paling ganteng" -begitu PD nya Devan memperkenalkan diri


Raya memasang ekspresi wajah geli melihat ke PD-an Devan yang tingkat Dewa, "Hoekk"


"Oops santai girl"


"Jadi kenapa Lo bisa disini?" -tanya gadis itu


"What! Inikan restoran keluarga gue, wajar aja gue disini. Tunggu dulu, jangan bilang kalo Lo nggak tau"


Resto Family sangat terkenal dimana-mana, disana menyediakan makanan yang lezat serta pelayanan yang baik. Wajah Devan juga ada didalam poster yang terpasang di rumah makan itu, bagaimana Raya bisa tidak tahu tentang Devan anak dari pemilik 'Resto Family


"Lo sendiri ngapain disini? terus kenapa Lo pakai baju seragam pelayan di sini?" -memandang Raya yang mengenakan pakaian pelayan


"Gue lagi gantiin kerja mama gue"


Jawaban Raya sesuai dengan apa yang dibilang pelayan tadi, "Memangnya mama Lo ada dimana? dia gak kenapa-kenapa kan?"


Kepala Raya hanya menggelengkan kepala, dia tidak bicara apa-apa


Raya yang diam justru membuat Devan berpikiran yang tidak-tidak, "Jangan bilang mama Lo udah-"


"Jaga mulut Lo ya!" -tangan Raya terkepal


Pria itu langsung menutup mulut "Sorry"


...•••...


"Lo belum pulang" -tanya Devan saat raya duduk di depan meja kasir


Gadis itu mengambil nafas panjang, "Gu-gue mau ngomong"


"Napa Lo gugup, jangan bilang kalo Lo mau nembak gue" -sanggah pria itu


"Iih siapa juga yang mau nembak Lo" -ketus raya


"Hahaha"


"Boleh gue minjam uang 25jt? Untuk bayarnya Lo bisa potong gaji gue setengah setiap bulan" -tanpa basah basa-basi terlebih dahulu Raya menyampaikan niatnya


Tawa Devan langsung berhenti mendengar hal itu. 25jt uang sebanyak itu mau dipakai buat apa batin pria itu bertanya-tanya


"Ehemm memangnya buat apa" -Devan mulai berbicara serius


Raya tidak memberi jawaban pada pertanyaan itu


"Kalo Lo gak cerita, gimana gue bisa bantu. Tenang aja gue orangnya bisa simpan rahasia" -tangannya


Pikiran gadis itu berkecamuk, apakah dia harus menceritakan masalahnya kepada Devan. Raya menghawatirkan dia tidak akan mendapatkan solusi walaupun sudah mencoba untuk bercerita sama halnya saat di ruangan BK


Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?

__ADS_1


"Se-sebenarnya mama gue," -bibirnya tampak bergetar, dengan kedua mata yang sudah mulai berkaca-kaca


Air mata yang tidak dapat ditampung lebih lama lagi akhirnya jatuh membasahi kedua pipinya. Devan merasa bersalah sudah menyuruh Raya untuk bercerita kepadanya


"Lo jangan nangis ok. Ini minum air putih dulu biar lebih tenang" -segelas cangkir disodorkan Devan


Sambil menitikkan air mata, Raya meneruskan ceritanya. Dia memberitahu bahwa dia butuh uang itu untuk biaya pengobatan mamanya yang sedang terbaring di rumah sakit


Mendengar keseluruhan cerita yang disampaikan Raya membuat Devan merasa kasihan, pria itu lalu mengambil kotak tisu lalu mendekatkannya ke Raya


"Jujur aja, gue gak ada pegang uang sebanyak itu. Jajan gue seminggu cuma 2jt, tapi gue punya cara gimana Lo bisa dapat uang 25jt"


Uang jajan 2jt dalam seminggu, dan Devan mengatakan itu CUMA


"Serius Lo tau caranya?"


"Iya"


"Gimana?" -tanya Raya penuh semangat


"Dengan menerima tawaran Devan, sebagai pacar pura-pura dia"


Tangannya menepuk meja, dan langsung berdiri dari duduknya, "What! Jangan ngaco Lo. Gue gak mau pacaran sama cowok songong kayak dia"


"Raya dengerin gue, ini bukan tentang mau dan gak mau. Menurut gue Lo gak ada salahnya bantu Reyhan jadi pacar pura-pura dia"


"Lo bilang apa barusan?"


"Ya gue tau. Cara Reyhan ngomong waktu itu memang salah, tapi Lo dengan Reyhan sama-sama saling butuh"


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^

__ADS_1


__ADS_2