Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Cemburu


__ADS_3

...Perasaan Aneh Muncul Dalam Diriku...


...Melihat Kau Dan Dia Dekat Aku Merasa Panas...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 38: Cemburu...


...•••...


Raya menundukkan kepala, dia tidak ingin wajah berhias air mata itu terlihat oleh siapapun. Menangis membuat Raya sangat menyedihkan, dia seakan seperti seorang wanita lemah tak berdaya yang hanya bisa pasrah pada keadaan


Pemandangan yang terjadi tepat dihadapannya membuat Erlan merasa geram. Tangannya terkepal geram menahan amarah, sebagai seorang pria dia tidak sanggup untuk melihat air mata Raya


Erlan mengulurkan tangan untuk menghapus bulir air mata yang membasahi kedua pipi milik Raya. Perlakuannya berhasil membuat Raya mengangkat kepala, memperlihatkan mata yang sudah mulai membengkak


"Cerita sama gue, siapa orang yang udah buat Lo nangis kayak gini?" -tanya Erlan menatap mata Raya dalam-dalam


Air mata itu seolah tidak memberi Raya izin untuk berbicara, dia hanya bisa terisak-isak "Hikss... H-hikss..."


"Gue siap dengerin semua cerita Lo" -Erlan meyakinkan Raya


Sayangnya jabawan diterima Erlan masih suara isakan "Hik-hikss..."


"Nggak perlu dipaksain. Itu hak Lo mau cerita apa enggak, gue bisa ngerti" -isakan itu sudah menjadi jawaban yang cukup untuk pertanyaan


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Reyhan menyaksikan semuanya. Mata Reyhan membulat dengan sempurna begitu mengetahui kebenaran bahwa, anak baru yang bernama Erlan dengan sepupunya adalah 1 orang


"Ngapain Lo pegang-pegang cewek gue!" -Reyhan berteriak keras


Raya seketika menolehkan kepala ke arah sumber suara yang tak asing dia dengar "Rey-Reyhan?"


Setiap pasang mata tertuju pada mereka. Langkah demi langkah Reyhan berjalan mendekati pacarnya 'Raya yang sedang bersama dengan anak baru sekaligus sepupunya itu


"Kenapa? Kaget gue ada disini menyaksikan apa yang baru saja kalian berdua lakuin" -jari telunjuk Reyhan menunjuk Raya lalu Erlan secara bergantian


Dengan penuh keberanian, Raya menghadang Reyhan mendekat kearah Erlan "Lo udah salah paham Rey"


"Salah paham Lo bilang?"


"Iya"


"Ngebelain dia?" -tangkas Reyhan


Reyhan menanti jawaban yang akan diberikan Raya, tapi bibir manis itu tak kunjung bergerak. Ada sebuah rasa yang tidak bisa Reyhan jelaskan muncul di dalam hatinya


Kedekatan antara Raya dengan Erlan membuat dia panas "Ck, gak bisa jawab pertanyaan gue kan?"


"Jangan menyudutkan Raya, Lo mau jawaban? Biar gue yang jawab" -Erlan menahan Reyhan yang terus memaksa


Tatapan tajam Reyhan layangkan pada Erlan saat menaruh tangan di pundaknya "Ini urusan gue dengan cewek gue, gak usah ikut campur Lo"


Bughh...


Bughh...


Bughh...


3 Pukulan keras dari Reyhan tepat mengenai Erlan, anak baru yang sekaligus ber-notabe sebagai sepupunya kini babak belur. Erlan langsung tersungkur di lantai lorong koridor sembari meringis menahan sakit


"Reyhan berhenti! Apa-apaan sih Lo, ngapain mukul Erlan?" -relai Raya

__ADS_1


"Tanyakan itu ke diri Lo sendiri!" -Reyhan memberi penekanan di tiap kalimatnya


"Maksud Lo "


"Sebagai pacar gue, seharusnya Lo gak dekat ke cowok sembarangan. Terlebih lagi yang kaya dia ini" -kini Reyhan langsung to the points dan menunjuk Erlan


Sudut bibir Raya sedikit terangkat, menampilkan senyuman sinis. Dia mendekat ke Reyhan lalu membisikkan sesuatu di ke telinganya


^^^"Pacar? Ingat hubungan kita cuma pura-pura. Gue bebas mau dekat sama siapa aja" -suara bisikan pelan Raya^^^


Oops!


Raya benar, hubungan antara mereka sebatas kepura-puraan demi keuntungan pribadi semata saja


"Aggrrrh...!"


Di dalam amarah, Reyhan memukul keras tiang yang berada disampingnya. Tanpa ada sepatah kata pembelaan, Reyhan segera pergi dari sana meninggalkan Raya dan Erlan yang masih tersungkur


Sedikitpun Raya tidak bergerak untuk menahan kepergian Reyhan, dia dengan setia memandangi punggung yang menjauh itu. Tepat pada tiang bekas pukulan Reyhan, ada bercak warna merah yang tertinggal


"Hikss..."


Ringisan sakit Erlan menyadarkan Raya, dia berhenti memandangi punggung Reyhan dan menghampiri Erlan


"Lo gak kenapa-napa kan?" -tanya Raya


Erlan perlahan bangkit dari lantai "Gimana gak kenapa-kenapa, 3x gue di tonjok sama cowok Lo"


"Lo berdarah" -mata milik Raya membulat kala melihat kening Erlan mengeluarkan cairan merah


"Gue juga tau" -tangan Erlan memegang keningnya dan melihat di tangannya ada darah


"Hmm"


Setibanya di ruang UKS, luka Erlan langsung dapat penanganan dari para siswa yang bertugas. Kening yang terluka itu di tempelkan handsaplas, mereka berdua pun keluar begitu luka Erlan selesai di obati


"Ternyata Lo adalah pacar dari sepupu gue"


"Ha? Sepupu Lo yang mana"


"Reyhan"


"What!" -Raya tak dapat mempercayai yang baru saja Erlan katakan pada dirinya


"Kenapa, gak percaya? Wajar aja sih, orang-orang juga nggak ada yang percaya kalau gue dan Reyhan sepupuan"


Raya mematung tak dapat menggerakkan kakinya untuk melanjutkan langkah, sementara Erlan sudah berjalan lebih dulu jauh didepan. Dari segi wajah yang tampan mungkin masih bisa diterima, namun dari segi sifat keduanya berbanding terbalik


Ketika guru sedang menerangkan materi pelajaran didepan, Reyhan sama-sekali tidak memperhatikan apa yang sedang Bu guru sampaikan. Sedari tadi dia hanya menatap kearah luka yang ada di tangannya


Reyhan sendiri yang telah membuat luka dengan memukul kuat tiang saat dalam ke amarahannya. Bukannya mengobati, dia justru membiarkan luka itu


Kringgg...


Hore...!!


Sorakan penuh kemenangan dari para siswa mengalahkan bell pertanda pulang yang masih belum berakhir berbunyi


"Pelajaran cukup sampai di sini, akan kita lanjutkan diminggu depan. Silahkan langsung pulang ke rumah masing-masing, jangan ada yang keluyuran kemana mana" -nasehat Bu guru


"Baik Bu...!"

__ADS_1


Suasana kelas semakin riuh setelah Bu guru keluar dari sana, para murid kini menunjukkan sifat asli mereka. Cukup lama dan banyak sandiwara yang harus di perankan, salah satunya 'menganggukkan kepala padahal tidak mengerti apa-apa


"Gimana Rey?" -alis mata milik Devan naik-turun 2x


"Apaan" -Reyhan tampak malas meladeni


Devan menepuk pundak Reyhan "Dah ketemu belum sama anak barunya"


"Udah, dia sepupu gue"


"What!?"


Respon yang di berikan oleh ke-empat temannya tidak berbeda dengan Raya, mereka sama-sama sulit untuk percaya


"Yakin dia sepupu Lo?" -Angga masih mempertanyakan


1 tarikan nafas panjang Reyhan ambil "Mukanya masih sama dengan yang waktu itu, gimana gue bisa lupa"


"Jangan bilang kalo dia itu yang-"


"Gue cabut di luan. Malas bahas yang gak penting kayak dia" -Reyhan sudah menenteng tas miliknya


Ini tidak seperti Reyhan yang biasanya. Reyhan satu ini terlihat lemas tak bertenaga, berbeda jauh dengan Reyhan biasa selalu bersinergi


"Pulang bareng Raya lagi?" -tanya Alan


Langkah Reyhan berhenti di ambang pintu kelas "Sendiri"


"Tumben" -Leo menaruh rasa curiga


"Mungkin dia udah kenak tikung lagi kali, sama sepupunya sendiri hahah" -Devan bercanda


Cuma Devan sendiri yang tertawa dengan candaan nya, yang lain justru melayangkan tatapan mematikan. Bisa-bisanya hal seperti ini di buat sebagai candaan oleh Devan


"Hubungan gue dan Raya itu cuma pura-pura, sedikitpun gue gak ada hak buat ngatur urusan pribadi dia" -Reyhan tidak berbalik badan dia langsung pergi setelah mengadakan itu


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^

__ADS_1


__ADS_2