
Hallo para pembaca, kabar baik nih !!
10 Mei akan ada Crazy Up
Jadi pastikan untuk memberi dukungan berupa LIKE
Selamat Membaca
...Aku Tidak Mungkin Bisa Seberuntung Itu Bisa Mendapatkan Mu Jika Bukan Karena Kepentingan Ku...
..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 15: Ok Deal...
...•••...
"Apa-apaan yang Lo tulis di kertas ini!?"
Raya tercengang melihat goresan tinta yang ditulis oleh Reyhan. Setiap kata yang ada membuat mata Raya membulat sempurna, peraturan yang diajukan Reyhan sungguh mengejutkan dirinya
"Memangnya gue nulis apaan?" -tanya Reyhan
"Ini semua nggak masuk diakal. Yang enaknya cuma sama Lo aja, gak sama gue" -jawab Raya dengan ketus
"Tenang dulu, jangan pakai emosi. Sekarang kita lingkar perjanjian mana aja yang mau kita lakukan"
"Ouh... gue kirain tad-"
"Makanya bawa tenang, pikiran Lo jangan selalu buruk tentang gue" -Reyhan memotong pembicaraan
Pena yang berada di tangan Raya dan juga Reyhan mulai bergerak melingkar. Setiap yang mereka anggap masuk akal dimasukkan kedalam perjanjian
"Gue udah selesai, Lo?"
"Udah juga"
"Kita akan tulis ulang perjanjian, semua yang terlingkar masuk dalam kesepakatan"
Dari dalam tasnya Raya mengeluarkan kertas baru yang belum ada coretan tinta sedikitpun. Setiap yang terlingkar dia pindahan ke kertas baru
Perjanjian Kontrak Pacar Pura-pura
• Tidak dibenarkan ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing
• Harus bisa perfesional
• Kontak fisik harus ada persetujuan
• Ingat ini sandiwara jangan sampai ada cinta
• Kontrak hanya akan berakhir jika kedua pihak setuju mengakhirinya
TTD TTD
Raya Anastasya Reyhan Noriega
Inilah isi dari perjanjian yang akan mereka sepakati. Setelah melalui perdebatan panjang, mereka menemukan jalan tengahnya
"Kalo gini kan kita sama-sama enak" -Raya setuju dengan isi perjanjian
"Sekarang kita tanda tangani kontrak ini"
Reyhan menarik kertas itu dan menandatanganinya diluan, setelah itu dia berikan kepada Raya. Tanpa ada rasa ragu pena itu Raya goreskan keatas kertas
"Deal?"
"Ok deal"
__ADS_1
Keduanya berjabat tangan sebagai bentuk persetujuan, dan akan menjalankan sandiwara sesuai dengan kontrak yang telah di sepakati bersama
Raya mengunci semua pintu rumah dan membawa kunci itu bersamanya. Lalu dia naik keatas motor Reyhan, motor pun berjalan menuju tempat yang menjadi tujuan mereka
Rumah Sakit
Widia yang awalnya ada dikamar nomor 19, sudah dipindahkan ke ruang VIP sesuai arahan Reyhan. Raya mengikuti Reyhan dari belakang, lalu berhenti di sebuah ruangan
"Mama Lo ada didalam"
"Lo gak ikut masuk?" -tanya Raya
Reyhan tersenyum tipis "Nanti aja, pasti Lo mau ngomong berdua dulu sama mama Lo"
Gadis itu pun masuk sendirian kedalam, disana dia melihat Widia yang masih terbaring. Raya melangkah mendekati tempat tidur itu
"Raya" -kata Widia melihat kedatangan anaknya
Saat itu juga Raya langsung memeluk erat Widia "Mama"
"Apa kabar kamu Ray"
"Baik ma, tapi rumah sepi gak ada mama. Mama mau kan di operasi, biar cepat sembuh" -pintahnya
Widia hanya tersenyum miris "Mama mau sembuh. Tapi kamu tau sendiri kan biaya untuk operasi mama itu gak murah sayang"
"Biaya gak usah Tante pikirin, aku udah bayar semua" -ucap Reyhan yang masuk ke dalam ruangan
"Apa!? Lalu gimana cara Tante bisa ngembaliin uang yang sebanyak itu?"
"Tante nggak perlu kembaliin uang-"
"Tapi Tante jadi gak enak"
Reyhan menarik nafas panjang "Gini aja, Tante boleh kembalikan uang nya pas Tante ada uang aja. Aku gak akan maksa Tante buat bayar"
"Makasih ya. Raya beruntung bisa dapat laki-laki kayak kamu" -tanya Widia membelai pipi Raya
Tok... tokk...
Suara pintu diketuk yang di ikuti masuknya 3orang petugas rumah sakit dengan membawa papan berisi catatan penting
"Ini surat persetujuan untuk operasi mohon ditandatangani, agar kami bisa segera melakukan tindakan lebih lanjut"
"Baik dokter, saya akan tanda tangani"
"Terimakasih atas kerjasamanya"
Widia dibawa masuk keruang operasi. Raya hanya bisa menunggu diluar pintu ruangan dengan rasa khawatir. Dia terus saja mondar-mandir didepan pintu
1jam sudah berlalu, dokter akhirnya keluar dari ruangan itu
Raya segera menanyakan tentang Widia "Dok gimana keadaan mama saya?"
"Operasinya berjalan dengan baik. Kita hanya tinggal menunggu pasien sadar"
"Makasih dokter"
"Sama-sama"
Dokter pergi dari sana, Raya masih belum bisa untuk berhenti tersenyum bahagia. Akhirnya operasi Widia sudah selesai dilakukan, dan tidak akan lama lagi bisa pulang kerumah
Saking senangnya Raya langsung memeluk Reyhan yang ada di sampingnya "Makasih banyak karena Lo udah mau biayai pengobatan mama gue"
"Iya, tapi ingat kontrak poin ke 3. Kontak fisik harus ada persetujuan" -Reyhan mengingatkan
"Sorry gue gak sengaja"
__ADS_1
Hari sudah mulai sore, sebentar lagi Bella pasti akan sampai dirumah. Raya harus sampai duluan sebelum adiknya pulang, diapun berpamitan pada Widia yang masih belum sadarkan diri
"Pulang dulu ya ma, aku pasti akan sering jenguk mama di sini"
...•••...
Raya berhasil sampai dirumah sebelum Bella pulang, bus itu tiba didepan rumah beberapa menit setelahnya
"Kak Raya" -panggil Bella
Anak kecil itu tidak turun dari bus sendirian, Mia' anak pamannya Reyhan juga ikut turun bersamanya
"Kak Reyhan" -Panggil Mia
Kedua anak kecil itu terlihat akrab, sepertinya mereka telah menjadi teman baik. Mereka berjalan bersama menghampiri kakak mereka masing-masing
"Kak Reyhan ngapain ada disini" -tanya Mia
"Stt jangan ganggu. Mereka berdua pasti lagi kencan" -kata Bella
"Hei anak kecil kayak kamu tau apa" sanggah Raya
"Aku udah gak kecil lagi, umur ku udah 9 tahun" -Bella memberi pembelaan
"Oh ya kalian lapar gak, katanya kak Bella mau masak loh" -Reyhan melerai pertikaian antara kakak dan juga adik itu
"Eh Lo ngomong apaan sih-"
Mia yang sedari tadi lapar langsung terlihat senang "Wah benar kak? Aku udah lapar banget ni"
Ini semua gara-gara Reyhan. Raya tidak tega mematahkan hati orang lain, apalagi anak kecil seperti Mia. Liat saja bagaimana mata Mia bersinar berharap apa yang dikatakan Reyhan itu benar
"Iya kita makan bareng ya" -ujar gadis itu dengan suara yang lembut
Mereka semua masuk kedalam, Raya yang sudah ahli dalam memasak dapat menyelesaikan masakannya dengan cepat. Nasi goreng yang menjadi menu andalannya sudah selesai dimasak
"Nasi goreng udah siap" -Raya menyuguhkan hidangan yang dimasaknya
"Mia kamu harus cobain nasi goreng buatan kakak aku, rasanya enak banget Lo"
"Yang benar?" -tanya Mia kegirangan
"Iya"
Mia menyendok 1suap nasi goreng itu kedalam mulutnya. Kedua matanya langsung terpejam meresapi lezat masakan itu
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
__ADS_1
^^^Follow Instagram Author^^^
^^^@zrae_08^^^