
...Untuk Memahami Mu Aku Memerlukan Waktu Yang Tidak Bisa Dikatakan Hanya Sebentar ...
..._Bad Anget: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 33: Mengerti ...
...•••...
Reyhan pergi ke tempat parkir yang ada di rumah Intan sendirian untuk mengambil motor miliknya. Dia meninggalkan Raya bersama Intan berduaan saja di teras
Mereka terlihat sedang berbincang-bincang di sana. Ada kala pembicaraan mereka mengarah pada topik yang serius, namun ada saatnya mereka berdua tertawa bersama membicarakan hal yang lucu
Pertikaian diantara mereka baru saja berubah menjadi sebuah pertemanan. Sungguh sulit untuk di percaya bukan?
"Sekarang gue bisa mengerti" -pandangan mata Intan fokus pada Reyhan yang sedang ada di parkiran
Kepala Raya menoleh ke arah Intan sembari mengangkat sebelah alisnya "Ngerti apaan?"
"Gue udah ngerti, kenapa Reyhan milih Lo sebagai pacarnya diantara banyaknya perempuan yang menggilai dia" -Intan beralih ke Raya
Raya sedikit mengadahkan kepala keatas "Kenapa coba?"
"Lo itu berbeda. Di dunia ini gue bisa pastikan, nggak akan ada cewek yang kayak Lo. Kalo gue sendiri jadi cowok, gue juga pasti akan ngelirik ke Lo-"
"Ck jangan sok tau Lo. Memangnya apa yang ada di diri gue tapi orang lain gak punya?" -Raya berdecak dan meragukan pernyataan dari Intan
"Orang lain nggak bisa jadi seperti Lo yang apa adanya, Lo tetap jadi diri sendiri. Tidak peduli dalam keadaan apapun, Lo akan selalu menjadi diri Lo"
Intan memberi pelajaran kepada Raya bukan karena gadis itu ber-notabe sebagai pacarnya si ketua geng motor, akan tetapi karena dia mendapat penolakan dari Reyhan.
Selama ini Intan selalu mendapat apa yang dia mau, begitu terjadi penolakan membuat dirinya menjadi emosional
Andai saja intan mengetahui hubungan antara Raya dan juga Reyhan hanyalah demi kepentingan pribadi mereka, bukan karena saling mau. Bisa dipastikan bahwa intan tidak akan berani untuk mengatakan hal seperti itu
Tinn...
Bunyi suara klakson dari motor milik Reyhan yang sudah ada di depan teras rumah Intan
"Ayo naik" -pintah Reyhan
"Ok"
Kedua kaki Raya melangkah mendekati Reyhan yang berada di atas motor. Gadis itu langsung naik ke bangku belakang lalu melingkarkan tangannya di pinggang Reyhan
"Udah" -Raya memberitahu dia siap untuk memulai perjalanan pulang
Intan yang tetap berada di teras melambaikan tangan "Hati-hati dijalan"
Raya menampilkan senyum tipis diwajahnya sebagai balasan. Reyhan sendiri tidak memperdulikan Intan, dia langsung menyalakan motor dan pergi dari sana
Angin sore rasanya berbeda, lebih dingin dari biasanya. Raya yang tidak memakai jaket ditubuhnya merasa kedinginan, apalagi bahan seragam sekolah SMA Star cukup tipis
Beda halnya dengan Reyhan, pria itu memakai jaket kulit bewarna hitam milik semua anggota geng motor' Bad Angle dengan gambar sebelah berwarna putih yang menjadi ciri khasnya geng motor itu
__ADS_1
"Kedinginan?"
"Hmm iya, gue sedikit kedinginan"
"Bohong bilang cuma sedikit, jelas tangan Lo udah gemetaran di pinggang gue"
Reyhan tau Raya sedang berbohong padanya, karena dia memang tipe orang yang tidak pandai dalam hal berbohong
"Siapa yang bohong. Lagian kenapa jadi Lo yang lebih tau tentang gue sih?" -Raya tetap tidak mau mengakui kebohongan
Di balik helm yang dipakainya, Reyhan tersenyum "Ya jelas lah, gue kan pacar Lo"
OMG!
Tolong dong Reyhan, jangan buat Raya salah paham. Hubungan antara kalian berdua atas dasar kesepakatan, tidak baik untuk memberikan harapan yang gak akan jadi sebuah kenyataan
"Kenapa berhenti?" -tanya Raya
Motor Reyhan tiba-tiba berhenti disebuah warung makanan "Di sini sup nya enak, gue udah lama nggak datang ke sini"
"Ouh... jadi Lo sedang ngajak gue ngedate?" -Raya bertanya lagi
"Mungkin iya, mungkin juga tidak"
Jawaban itu membuat bibir Raya sedikit maju kedepan "Nggak jelas banget Lo jadi cowok"
Jalan pikiran dari seorang ketua geng motor ini memang sulit untuk di pahami. Bukannya memberi jawaban atas pertanyaan, Reyhan malah menyuruh Raya untuk memikirkan sendiri jawabannya
Sadar tangannya telah melingkar terlalu lama di pinggang Reyhan setelah motor itu berhenti, Raya langsung memberi jarak antara dia dan juga Reyhan
"Percaya diri Lo ketinggian"
...•••...
Raya dibawa masuk oleh Reyhan ke warung makan yang menyediakan sup sebagai hidangan mereka. Sebelumnya dia tidak pernah pergi ke tempat makan seperti itu kecuali Resto Family milik keluarga Devan tempat dia bekerja
Begitu mereka berdua berada didalam, seorang pria tua langsung datang menghampiri mereka. Pria tua itu pemilik dari warung makanan tersebut
Mata pria tua sedikit memicing untuk mengenali orang yang sedang dia liat "Nak Reyhan ya?"
"Iya pak" -Reyhan langsung menyalami tangan si pria tua
"Wah udah lama nggak datang kesini"
Reyhan hanya memberikan senyuman kikuk sebagai jawaban. Pasalnya dia memang sudah lama sekali tidak datang ketempat itu, terakhir kali dia datang sekitar 5 tahun yang lalu
"Loh! Kok orangnya beda? Seingat bapak dulu yang nak Reyhan bawa bukan cewek ini" -kata si pria tua sembari jari telunjuk miliknya menunjuk kearah Raya
Sementara gadis yang ditunjuk itu tidak mengerti apapun dan memilih untuk berdiam diri saja
"Hmm saya pesan sup iga nya 2 mangkuk ya pak" -pembicaraan sengaja dialihkan Reyhan ketopik pembahasan yang lain
"2 mangkuk ya? ok siap-siap" -pria itu mengulangi pesanan Reyhan
__ADS_1
Semua kursi disana sudah terisi penuh oleh para pelanggan yang sedang makan. Namun, setelah dilihat baik-baik rupanya masih ada 1 meja kosong yang tersisa
Meja itu berada didekat kaca jendela yang menghadap ke arah jalanan. Dari sana mata mereka dapat melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi diluar sana
"Ini 2 mangkuk sup iga nya nak Rey"
Si pria tua kembali dengan menghampiri mereka dengan membawa sebuah nampan yang berisi 2 mangkuk sup diatasnya
"Makasih ya pak" -ucap Reyhan
"Sama-sama. Kalo begitu bapak lanjut kerja dulu ya"
"Ouh, iya pak silahkan-silahkan"
Wangi aroma dari sup iga yang disajikan tercium jelas melewati lubang hidung Raya. Raya tidak pernah mencium wangi sup selezat ini sebelumnya
"Gila! Dari aromanya saja sudah seenak ini, apa lagi rasanya nanti" -hidung milik Raya menghirup dalam-dalam aroma dari sup tersebut
"Biasa aja kali, jangan norak kayak gitu" -Reyhan menggoda Raya
Lagi-lagi Raya terpancing dengan omongan Reyhan "Hei, siapa yang Lo bilang norak barusan?"
"Jelas Lo lah, siapa lagi coba?"
"Dasar cowok songong! Rasain ni" -geram Raya
Dia mengambil cabai hijau lalu menuangkan 1 sendok makan ke sup iga milik Reyhan. Begitu tertuang, cabai itu segera diaduk rata sehingga menyatu dengan sup
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
^^^Follow Instagram Author^^^
^^^@zrae_08^^^
__ADS_1