Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Kebaikan


__ADS_3

...Penilaian Ku Ternyata Salah Nyatanya Kau Tidaklah Seperti Apa Kubayangkan...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 13:...


...•••...


Reyhan menarikkan kursi untuk Raya duduk, tindakan pria itu sangat romantis layaknya sepasang kekasih


"Oh sweet banget sih kalian berdua. Kayak waktu kita muda dulu kan pa" -mama Reyhan senang dengan keromantisan mereka


Di atas meja makan sudah tersedia berbagai hidangan makanan mewah, dan juga peralatan makan yang lengkap. Ada sendok, garpu, bahkan pisau kecil juga ada disana


Raya belum pernah mencicipi makanan mewah seperti itu. Peralatan makan yang biasa dia pakai juga hanya sendok, terkadang sesekali memakai garpu jika menyantap mie


Namun tidak dengan pisau, Raya menggunakan benda itu hanya saat dia sedang memasak saja


"Ayo dimakan"


"I-iya Tante" -gadis cantik itu tersenyum kikuk


^^^Kikuk berarti canggung^^^


Semuanya mulai menyantap makanan masing-masing, tapi Raya tidak menyentuh makanan itu sedikitpun. Dia bingung bagaimana cara untuk memakan steak yang berukuran besar. Raya melirik Reyhan sedang memotong steak dengan pisau, diapun mencoba untuk melakukan hal yang sama pada steak didepannya


Tangan Raya memegang garpu dan juga pisau secara bersamaan. Perlahan-lahan gadis ini menirukan cara Reyhan memotong steak, namun tidak bisa. Dia mencoba untuk lebih keras memotongnya, tetapi justru meleset


"Kenapa steak nya sayang?"


Raya kembali tersenyum kikuk, "Gak kenapa-kenapa Tante, cuma susah aja motongnya"


"Bantuin dong Reyhan" -suruh papanya


"Seharusnya kamu bilang ke aku, biar aku bantuin motong steak nya"


Reyhan meraih steak milik Raya dan memotongnya menjadi potongan kecil yang bisa dimakan 1x suap lalu menyerahkannya kembali


"Makasih"


Akhirnya Raya bisa makan dengan tenang, tanpa harus berurusan lagi dengan pisau. Dia mencucuk steak yang sudah dipotong kecil oleh Reyhan dan menyantapnya. Kedua mata Raya terpejam menikmati rasa lezat dari steak yang belum pernah dia cicipi sebelumnya


"Ternyata seperti ini rasa makanan mahal" -batin raya berbicara


"Orang tua kamu kerja apa?"


"Mama lagi sakit, gak bisa kerja dulu. Jadi aku yang gantiin mama kerja"


"Wah... sama dong. Dulu pas saya masih sekolah juga kayak gitu, sering gantiin orang tua kerja kalo lagi sakit. Kerja dimana?"


"Resto Family"


"Rumah makan yang terkenal itu?"


Apa yang dibilang Devan benar, Resto Family memang terkenal. Orang besar seperti papanya Reyhan bahkan tau rumah makan itu


"Iya Om"


"Sebagai apa? Manajer?"

__ADS_1


"Pelayan" -cicit gadis itu dengan suara pelan


"Apa! Pelayan?"


Tangan papanya Reyhan menepuk meja makan, Raya tidak berani menatap muka papanya Reyhan. Mungkin saja dia akan diusir keluar dari sana karena bekerja sebagai pelayan, namun ternyata dia sudah salah menilai orang


"Kita sama lagi dong hahaha... Kayaknya kita bisa jadi teman baik. Saya juga dulu nyuci piring ditempat makan, ya memang awalnya banyak yang merendahkan. Tapi kamu bisa liat sekarang, saya bisa sukses begini karena kerja keras-"


"Sudahlah pa, mau berapa kali papa ceritain kisahnya papa" -Reyhan memotong pembicaraan papanya


"Eh bisa gak, kamu jangan motong pembicaraannya papa. Ganggu orang ngobrol aja"


Reyhan sudah setiap saat mendengar cerita itu dari papanya, dia juga merasa sudah bosan untuk mendengar kisah itu berulang-ulang


"Pa, Raya ini anak perempuan yang pernah mana ceritain"


"Ouh... jadi ini orangnya" -kepala papa Reyhan mengangguk


"Reyhan kamu tau gak, Raya yang udah nolongin mama pas diganggu sama preman-preman itu. Dia jago loh beladiri"


"Jadi orang yang waktu itu Tante?" -benar kata orang dunia memang sesempit itu


"Kamu kan suka boxing, sesekali aja Raya juga pergi ke gym" -usul papanya


Seketika gadis itu tersendat makanannya, "Uhukk..."


"Eh ayo minum dulu, kasih minum"


Tanpa membuang waktu lagi, Raya langsung meneguk air dalam gelas yang diberikan Reyhan padanya. Dia menghabiskan air satu gelas tersebut


"Gimana udah mendingan?" -tangan Reyhan menepuk pelan punggung Raya


"Udah"


Selembar tisu diambil pria itu, dengan perlahan dia membersihkan bibir Raya. Warna merah wine bibir Raya sangat indah, tanpa sadar kepala Reyhan semakin mendekat. Raya bingung harus bagaimana, diapun memutuskan untuk memejamkan matanya


"Ehemm" -mama Reyhan berdehem


Kedua orang itu langsung sadar, dan berusaha untuk bersikap normal seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka


...•••...


Malam itu Raya diantar pulang oleh Reyhan, sebelum kembali kerumahnya mereka berhenti disebuah taman. Keduanya membahas tentang konspirasi yang sedang dijalankan


"Reyhan kayaknya gue gak bisa lanjutin sandiwara ini"


"Kenapa? Takut jatuh cinta sama gue?"


"Heh songong banget Lo jadi cowok"


"Terus kenapa Lo mau berhenti"


"Gue gak tega buat ngebohongi orang tua Lo. Mereka udah baik banget sama gue, Lo liat sendiri kan tadi"


Pria itu mengerti situasi Raya, pasti tidak enak rasanya jika harus membohongi orang yang baik sama kita


"Jadi mau Lo gimana? Orang tua gue taunya gue pacarannya sama Lo, Lagi pula mereka juga udah sayang ke Lo. Masak Lo tega matahin hati mereka?" -ketus Reyhan


"Lo benar, gue gak mungkin matahin hati mereka" -Raya merasa bersalah

__ADS_1


"Sekarang gini aja, kita buat perjanjian"


"Mak-maksud Lo?"


"Demi kenyamanan bersama Lo dan gue nulis dikertas, semua hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama sandiwara Lo sebagai pacar pura-pura gue berjalan" -jelas Reyhan


"Ok gue setuju. Tapi jangan lupa bayaran gue"


"Lo mau berapa?"


"25jt"


Sudah bibir Reyhan sedikit terangkat, gadis yang berada di hadapannya ini bahkan tidak meminta uang lebih. Raya memang berbeda


"Buat bayar pengobatan mama Lo yang lagi di rumah sakit?"


Gadis itu langsung berdiri dari tempat duduknya, "Kok Lo bisa tau. Padahal gue gak ada cerita sama siap- Ouh... gue tau, pasti Devan yang cerita ke Lo kan?"


"Lo gak perlu khawatir mikirin biaya pengobatan mama Lo, semuanya udah gue bayar"


Reyhan mengeluarkan secarik kertas dari saku kemejanya, lalu memberikan itu pada Raya. Kertas itu adalah bukti pembayaran rumah sakit atas nama mamanya


"75jt? Kenapa biayanya jadi naik?" -bibir Raya bergetar, mata indahnya mulai berkaca-kaca


"Gue yang minta ke dokter, biar mama Lo bisa dapat pengobatan yang terbaik"


Air mata Raya langsung keluar dari tempat persembunyian, dia terharu melihat kebaikan yang sudah dilakukan Reyhan kepada mamanya


"Hei Lo nangis?" -tanya Reyhan


Ntah mengapa saat melihat gadis dihadapannya itu menangis, hatinya terasa seperti sedang ditikam


"Makasih cowok songong hikss... hiiks..., gue gak tau lagi hikks... gimana caranya bilang makasih hikss... sama Lo" -saat situasi ini pun gadis itu masih menyebut dia songong


Reyhan menarik Raya yang menangis ke dalam pelukannya. Pria itu menepuk pelan kepala Raya, dia berusaha untuk mencoba menghentikan air mata yang ikut menikam hati sendiri


"Lo jangan nangis lagi ok. Besok kita pergi kerumah sakit, buat jenguk mama Lo disana"


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...

__ADS_1


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^


__ADS_2