Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Rasanya


__ADS_3

...Untuk Rasa Biarlah Cukup Aku Yang Mengetahuinya Tanpa Perlu Mengutarakan ...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...chapter 34: Rasanya?...


...•••...


Di luar sana butiran air hujan mulai turun membasahi permukaan bumi. Orang-orang segera pergi mencari tempat untuk berlindung, supaya mereka tidak basah kuyup karena kehujanan


Hujan turun disertai dengan tiupan angin membuat suasana menjadi dingin. Saat seperti ini, paling enak jika menyantap hidangan hangat yang berkuah



"Uhh... Benar dugaan gue, rasa sup iga ini memang lezat"


Reyhan melempar tatapan tajam pada Raya


"Lezatnya cuma di Lo doang. Bibir gue kepedasan sampai bengkak gara-gara ulah Lo"


"Siapa suruh tadi ngatain gue 'norak" -Raya memberi pembelaan pada dirinya


Untuk mengurangi rasa pedas bercampur panas itu Reyhan menggunakan tisu menutupi bibirnya. Dia sedikit memberi tepukan pelan untuk meredakan pedas yang dirasa, namun usahanya tidak membuahkan hasil


"Pedas banget" -Reyhan mulai tersiksa


"Ini Lo lagi serius?" -tanya Raya sedikit khawatir


"Malah nanya, Lo liat sendiri ni bibir gue udah kayak gimana" -tisu yang Reyhan gunakan untuk menutupi bibirnya perlahan dia buka


Bibir milik Reyhan yang kepedasan terlihat membengkak dan juga memerah. Mangkuk isi sup dihadapannya masih tersisa setengah, dia tidak sanggup lagi jika harus menghabisi semua sup iga itu


Sementara mangkuk sup dihadapan Raya telah habis tak bersisa. Sup yang Raya santap diracik oleh dia sendiri sesuai takaran, Beda dengan sup milik Reyhan yang diracik oleh Raya dengan tambahan 1 sendok makan cabai hijau


"Kenapa bisa sampai membengkak dan memerah kayak gitu?" -Raya terkejut melihat bibir Reyhan


Begitu memperlihatkannya pada Raya, Reyhan kembali menutupi bibir dengan tisu "Gimana gak jadi gini, Lo masukin 1 sendok makan cabai hijau ke sup gue"


"Sakit ya?" -Raya menunjuk bibir


"Jelas bibir gue sakit"


"Lo tunggu di sini jangan kemana-mana"


Raya pergi ke tempat pemesanan makanan menghampiri si pria tua. Reyhan yang tidak beranjak dari tempat duduknya tidak tahu hal apa yang dibicarakan oleh Raya disana


Tangan milik Raya menunjuk kearah Reyhan yang duduk dengan menutupi bibirnya menggunakan tisu. Kepala si pria tua menganguk melihat Reyhan, dia kemudian memberikan sebuah mangkuk pada Raya


"Itu apaan?"


Mangkuk pemberian si pria tua diperlihatkan oleh Raya "Es batu"


"Lo mau minum es? Sekarang lagi turun hujan dan Lo minum es?" -Reyhan menggeleng kepala tidak habis pikir


Bibir Raya sedikit terangkat "Bukan buat gue"


"Jadi?"


"Ini untuk Lo" -mangkuk berisi es batu itu di letakkan di atas meja dekat Reyhan


Sontak saja Reyhan beranjak dari tempat duduknya "Nggak, gue gak bakal minum itu es. Agak lain ya Lo, udah tau dingin malah ngambil es"

__ADS_1


"Udah jangan protes, Lo duduk lagi aja"


"Nggak mau"


"Gue bilang duduk" -pintah Raya


"Apaan sih Lo, malah nyuruh gue?" -Reyhan protes


Kedua tangan Raya menekan pundak Reyhan untuk kembali duduk ditempatnya. Tekanan yang diberikan Raya perlahan mulai membuat Reyhan duduk kembali ditempat duduknya


"Duduk ayo duduk. Tadi ngeluh sakit gara-gara kepedasan dengan 1 sendok makan cabai yang gue buat" -tutur gadis itu berusaha melunakkan Reyhan


"Lo mau ngapain sih?" -Reyhan bingung Raya ingin melakukan apa padanya


Mangkuk berisi Es batu tadi ditambahkan Raya dengan sedikit air. Dia kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan mencelupkannya ke dalam air es tersebut


"Sini bibir Lo"


"Ngapain sih-"


"Diam" -pintah Raya memotong pembicaraan Reyhan


Tisu yang terendam dengan air es tadi Raya gunakan untuk mengompres bibir Reyhan. Raya terlalu fokus dengan kegiatannya sehingga tidak menyadari jarak antara dia dan Reyhan begitu dekat


Deru hembusan nafas Raya bisa dirasakan Reyhan sangat jelas. Bibir milik Reyhan dikompres Raya berulang-ulang dengan tisu yang terlebih dulu dicelupkan ke air es


"Gimana rasanya bibir Lo? Udah mendingan, atau masih kepedasan?" -tanya Raya setelah mengompres berulang kali bibir Reyhan


"Jangan nanya ke gue. Lo sendiri bisa mastiin nya kan?" -Reyhan menantang diri Raya


Raya tidak mengerti maksud Reyhan, tapi dia ucapan itu ada maksud tersendiri "Ca-caranya?"


Mata mereka berdua sedang beradu pandang dengan jarak yang sangat dekat. Sadar akan posisinya, Raya berusaha untuk membuat jarak diantara dia dengan Reyhan


"Biar gue ajarin, tapi lain kali Lo yang lakuin sendiri" -Reyhan tersenyum melihat Raya yang malu-malu begini


Cupp...


Reyhan memberi kecupan singkat dibibir Raya


"Sekarang kasih tau ke gue, gimana rasa bibir gue?"


"Nggak mau jawab?"


"Apa harus gue ulangi lagi?" -Reyhan memberi pertanyaan beruntun


Sebelah tangan Raya menahan Reyhan "Ja-jangan"


"Kalo begitu kasih tau gue" -ucap Reyhan tepat di telinga Raya


Raya dibuat salting dengan Reyhan yang bersuara begitu dekat ditelinga nya. Muka gadis itu sudah seperti kepiting rebus yang memerah siap untuk disajikan


"Rasanya... Ra-rasanya, gue mau pergi ke toilet dulu"


Detak jantung Raya berdetak 2x lebih cepat dari biasanya. Dia berhasil pergi dengan berasalan ingin ke toilet


...•••...


Setelah hujan diluar reda, Reyhan dan Raya kembali menaiki motor. Selama perjalanan tidak satupun dari mereka yang bersuara, keduanya sama-sama diam


"Makasih udah mau nganterin gue hari ini" -ucap Raya begitu tiba didepan rumah kontrakannya

__ADS_1


"Tunggu dulu"


Raya berbalik karena Reyhan memanggil "A-ada apa?"


"Tadi kenapa Lo menghindar dari gue?" -tanya Reyhan


Kepala Raya menggeleng kekanan dan kekiri "Gue gak ada menghindar, mungkin itu cuma perasaan Lo"


"Ouh..."


...Dalam hati Raya menggerutuki diri sendiri "Dasar! Bego banget sih Lo Raya, ngapain juga lo nanggepin ucapan Reyhan barusan"...


Widia mendengar ada suara-suara didepan rumahnya langsung keluar untuk melihat ada apa, mata miliknya melihat 2 orang yang sudah tidak asing lagi. Itu adalah Raya dan Reyhan yang berbincang


"Ya ampun Raya, kamu kemana aja. Kok baru pulang jam segini" -Widia menghampiri anak pertamanya itu


"Jangan marahi Raya nya ma, ini kesalahan Reyhan yang ngajak mampir dulu ke warung untuk minum sup iga" -Reyhan menjawab pertanyaan yang bukan ditujukan untuk dia


"Hei! Enak aja bilang 'ma. Ini mama gue" -sanggah Raya


"Kalian berdua baik-baik aja kan?" -tanya Widia


"Iya ma. Kami baik-baik aja" -ucap Raya


"Syukurlah kalau begitu"


"Oh ya ma, ini Reyhan udah bungkus sup iga nya juga tadi. Mama harus coba, rasanya lezat" -Reyhan memberi sebuah bungkusan plastik


"Wah... makasih ya nak Rey"


Ntah kapan Reyhan memesan sup iga untuk dibungkus, Raya yang bersama dengan dia sampai tidak mengetahuinya


"Ada maksud apa Lo?" -bisik Raya menaruh curiga


"Jangan asal ngomong, niat gue baik" -Reyhan ikut berbisik


"Mau masuk ke dalam dulu? biar kita minum teh bentar" -tawar Widia


"Nggak usah repot-repot ma, Reyhan mau langsung pulang aja. lagi pula ini sudah mau gelap, gak enak nanti jadi bahan pembicaraan" -Reyhan menolak tawaran dari Widia


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...

__ADS_1


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^


__ADS_2