Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Blushing (Tersipu)


__ADS_3

...Tiap Kali Aku Mengingat Hal Itu...


...Aku Tidak Dapat Mengendalikan Diri ...


..._Bad Angle: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 23: Blushing (Tersipu)...


Pincit Like nya jangan lupa ya!!


Gratis kok...


Selamat Membaca


...•••...


Obrolan asyik diantara Raya dan juga Via tertanggung dengan kehadiran Intan. Gadis yang menjadi primadona sekolah SMA Star datang dalam keadaan pakaian yang basah


Setelah Reyhan menyiram Intan dengan sebotol air, gadis itu langsung mencari keberadaan Raya. Untuk mencari keberadaan Raya bukanlah hal yang sulit bagi Intan, sebab dia bisa dengan mudahnya mendapatkan berbagai macam informasi dari orang-orang yang menggilai dia


"Lo mau apa datang ke sini?" tanya Raya


"Ini yang gue mau"


Plakk...


Satu tamparan yang amat begitu kuat mendarat pada pipi Raya, gadis itu diam tidak bergerak dari posisinya. Pipi Raya seketika langsung memar akibat tamparan Intan. Raya memegang pipinya yang terasa perih, tamparan itu meninggalkan jejaknya disana


"Beraninya Lo ngelaporin gue ke Reyhan, dasar cewek kurang ajar!" -kata Intan sembari mengangkat sebelah tangannya, hendak memberi tampar lagi


Kedua mata Raya langsung terpejam, dia tidak mau melihat tangan itu kembali dilayangkan padanya. 1detik, 2detik, 3detik Raya merasa aneh, mengapa dia tidak merasakan apapun padahal tadi tangan Intan sudah terangkat


Pelan-pelan Raya mulai membuka matanya, hal yang pertama kali dia lihat adalah Reyhan. Pria itu sedang menahan tangan Intan.


Raya tampak terkejut, ntah sejak kapan Reyhan ada disana. Tidak hanya Reyhan aja, semua anggota geng motor 'Bad Angle juga ada disana


"Re-Reyhan?"


"Sedikit aja Lo nyentuh Raya, gue pastikan Lo bakalan berurusan langsung sama gue" -pria itu mencampakkan tangan Intan


Karena Reyhan mengeluarkan seluruh tenaganya saat mencampakkan tangan Intan, justru membuat Intan juga ikut tercampak. Dia tersungkur diantara rerumputan yang berada disana


"Kalian semua dengar! Siapapun orang yang menyakiti cewek gue Raya, gue pastikan dia akan mendapatkan pelajarannya"


...•••...


Ruangan P3K


Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan


Ini merupakan tempat dimana dilakukannya sebuah penanganan awal saat ada terjadi sebuah kecelakaan, sebelum dibawa ke rumah sakit dan ditangani lebih lanjut oleh tenaga medis. Diruang ini juga ada tersedia berbagai jenis obat-obatan


"Ada obat?"


Pertama kalinya dalam sejarah, ada orang yang menanyakan obat tanpa menyebutkan obat yang dia perlukan


"Obat untuk apa ya kak? Soalnya tidak boleh sembarang dalam penggunaan obat-obatan" -ujar anak p3k yang sedang bertugas

__ADS_1


"Pokoknya yang untuk bekas tamparan"


"Memar?"


Reyhan mengangguk kepala "Iya itu, atau apapun namanya. Gue butuh"


Anak p3k yang bertugas itu mengambil kotak P3k di dalam lemari. Dia mencari-cari sesuatu disana, kemudian mengangkat tangannya yang memegang sebuah salep


"Ini kak. Dikasih salep aja"


"Sudah pasti ini bakalan ampuh? Apa nanti akan ada efek samping? atau justru semakin memperparah?" -tanya Reyhan beruntun


"Salep ini cocok untuk memar, dia akan mengurangi rasa perih sekaligus bekasnya juga. Kebanyakan orang juga seringnya minta salep ini kalo ada memar"


"Cara makainya gimana?" -Reyhan kembali bertanya


"Pertama cuci tangan dulu, baru oleskan salep sama rata sampai menutupi seluruh permukaan memar"


Ketampanan yang dimiliki oleh Reyhan, memang membuat dia sering menjadi rebutan para kaum hawa, namun sebelumnya tidak pernah sampai ada khasus seperti ini. Biasanya mereka hanya akan berdebat saja, tanpa menggunakan kekerasan


Reyhan menghampiri Raya yang masih duduk di bangku tepat di tengah-tengah taman sekolah. Setelah kejadian tadi, Reyhan si ketua geng motor 'Bad Angle yang berkuasa menyuruh semua orang untuk pergi dari tempat itu. Terkecuali Raya


Dia menyuruh gadis itu tetap berada disana, tentunya semua haruslah sesuai dengan yang Reyhan perintahkan. Kalian tau sendirikan, bagaimana sifat dari seorang Reyhan? Ya benar! Reyhan tidak menerima penolakan


"Buat Lo" -Reyhan mengulurkan tangan


"Apaan?"


"Salep"


Raya menerima salep itu dari Reyhan


"Gue tau kok. Cuci tangan dulu, baru oleskan merata secara keseluruhan" -Raya memotong pembicaraan


"Bisa nggak sih, jangan suka motong pembicaraan orang? Itu gak sopan namanya"


Bibir Raya sedikit terangkat, "Gue belajar dari Lo yang sering ngomong sebelum orang lain selesai"


Tidak jauh dari sana ada kran pancuran, Raya pergi ke sana untuk mencuci tangannya. Selesai mencuci tangan, Raya kembali ketempat yang tadi lagi. Dengan bantuan dari sebuah kaca kecil yang ada ditangannya, dia mencoba untuk mengoleskan salep itu sendiri


Tapi ini ternyata cukup sulit, Raya tidak melihat secara keseluruhan dimana bekas memar tamparan diwajahnya


"Lama kali. Sini gue aja yang masangin"


"Hei... Lo belum cuci tangan" -Raya menghindar untuk menolak


Di detik itu juga Reyhan berlari ke tempat kran pancuran, dia mencuci tangannya disana


"Ni, udah kan" -sambil menunjukkan tangannya yang basah


Salep itu kini diambil ahli oleh Reyhan. Dia menuangkan dulu ketangan, lalu mulai mengoleskan secara perlahan di memar Raya


Meski sudah melakukannya secara perlahan, namun karena sifatnya yang memang sedikit perih membuat Raya merintih


"Aww sakit tau!" -protes Raya


"Ya mana gue tau, tahan aja bentar" -ujar Reyhan melanjutkan kekuatannya mengoleskan salep

__ADS_1


Untuk mengurangi rasa perih, Reyhan sedikit meniup memar Raya saat mengoleskan salep. Raya dapat merasakan dengan jelas dingin dari tiupan Reyhan di memarnya


Tanpa sengaja mata Raya justru memandangi bibir Reyhan, pikirannya kembali mengingatkan tentang ciuman mereka berdua di rooftop sekolah. Pipi Raya memerah mengingat hal itu


Salep sudah dioles merata keseluruhan


"Dah selesai"


"Tapi tunggu dulu, muka Lo kenapa memerah kayak kepiting rebus gitu?"


Gawatt!


Rupanya Reyhan menyadari perubahan warna pada pipi Raya


"Muka Lo gatal ya? atau salepnya gak cocok?" -Reyhan salah dugaan


Raya menggelengkan kepalanya "Ng-nggak kok. Muka gue baik-baik aja, itu mungkin memarnya aja"


"Yang merah semuanya, bukan di memar doang" -jelas Reyhan memberitahu posisi mereka di seluruh muka Raya


"Ini gara-gara Lo nyium gue waktu itu" -raya berbicara dalam di hati


Tidak mungkin juga Raya berani untuk mengatakan yang sebenarnya, justru Reyhan akan memandang dia aneh nanti


Kringgg...


Bell bunyi lonceng bertanda jam istirahat telah selesai, sudah waktunya kembali masuk ke kelas


"Bell, ya bell udah berbunyi. Gue kelas dulu"


"Gue belum selesai ngomong!" teriak Reyhan memanggil Raya yang lari


Raya merasa sangat terbantu dengan bell yang berbunyi di waktu yang tepat, sehingga dia bisa pergi dari sana sebelum Reyhan menanyakan pertanyaan lainnya


"Terimakasih ya Tuhan, kau membantuku untuk pergi dari sini" -ucap Raya ditengah larinya


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...

__ADS_1


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^


__ADS_2