
...Tidak Masalah Dengan Besar Ataupun Kecilnya...
...Namun Cobalah Lihat Dari Ketulusan Yang Memberi ...
..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 37: Hadiah...
...•••...
Kabar tentang kehadiran anak baru di kelas XII IPA¹ dengan cepat tersebar luas. Satu sekolah membahas Erlan di tiap topik pembicaraan. Berita ini juga telah sampai ke telinga geng motor 'Bad Angel
Lagi-lagi Reyhan dan temannya bolos saat jam pelajaran, mereka sedang ada di rooftop menikmati indahnya pemandangan langit biru diatas sana
"Dengar-dengar di sekolah kita kedatangan murid baru" -Leo memulai topik pembicaraan
Angga tadinya berbaring seketika bangkit "Gue juga ada dengar, katanya sih dia masuk kelas XII IPA¹"
"Itukan kelasnya Raya?" -Devan
"Emangnya kenapa kalo Raya dan anak baru itu ada dikelas yang sama?" -kedua tangan milik Reyhan terlipat didepan dada
Alan mendekati Reyhan lalu menepuk pelan pundak temannya itu "Lo gak khawatir kalo di tikung?"
"Ck, Nggak akan mungkin terjadi" -Decak Reyhan penuh percaya diri
"Yakin gak bakalan di tikung? Kalo dari kabarnya, anak baru itu cowok. Dia kaya-raya dan ganteng juga orangnya"
Sedikit rasa ragu mulai menghampiri Reyhan. Mata miliknya berputar seolah mencari jawaban dari pertanyaan itu, namun sungguh disayangkan Reyhan tidak menemukan jawaban sama-sekali
Ada benarnya yang Alan katakan, mungkin bisa saja Reyhan akan ditikung anak baru itu. Lagi pula siapa yang tau, apa yang akan terjadi kedepannya
Memangnya masih ada ya, cewek yang tidak mau sama cowok kaya-raya? Ditambah lagi cowo itu punya paras wajah diatas rata-rata, siapa orang yang bisa menolaknya?
"Hei! Woi, mau kemana Lo" -Devan menahan pundak Reyhan dengan tangannya
Tangan itu dengan mudah dikibaskan Reyhan "Ada urusan bentar"
"Kebiasaan banget Lo, suka pergi tiba-tiba" -tutur Angga
"Perlu kami temenin?" -Leo menawarkan
"Gue bisa pergi sendiri"
Reyhan pergi dari rooftop meninggalkan ke-empat temannya yang masih tetap berada di atas sana
"Pasti dia takut kalo cewek nya ditikung" -Alan yakin ini alasan Reyhan pergi dari rooftop
Kringgg
Bertepatan dengan kepergian Reyhan, bell pertanda jam istirahat pun berbunyi. Merekapun segera turun dari rooftop menuju kantin untuk mengisi perut
Tempat tujuan Reyhan adalah ruangan kelas Raya, dia ingin bertemu dengan si anak baru. Begitu sampai, Reyhan hanya menemukan Raya sendirian berada dalam kelas
"Ngapain disini" -Reyhan memasuki kelas XII IPA¹ yang hanya ada Raya seorang
__ADS_1
Sebelah alis mata milik Raya terangkat "Maksud Lo?"
"Tumben gak ke kantin"
"Bukannya tumben, gue memang jarang pergi kesana"
Pernyataan itu dibantah keras oleh Raya. Kalian bisa menyebutnya pemalas, sebab Raya tidak akan ke kantin kalau Via tidak memaksa dia. Raya lebih senang bawa bekal dibandingkan makan makanan yang ada dikantin
Harga makanan di kantin menurut Raya terlalu mahal, contohnya saja Es teh. Secangkir Es teh dijual dengan harga 5rb, padahal itu cuma teh biasa yang telah diberi tambahan es batu. Sebenarnya bukan mahal kalau kita punya uang
"Gue dengar-dengar katanya di kelas Lo ada anak baru cowok"
"Iya ada, kenapa?"
Reyhan duduk santai diatas meja yang ada disebelah Raya "Siapa nama dia?"
"Erlan"
Di detik itu juga, Reyhan merasa seperti pernah mendengar nama Erlan. Isi kepalanya mencoba untuk mengingat dimana nama itu pernah dia dengar Erlan, Erlan, Er- Tunggu!
Papanya pernah bilang kalo sepupu Reyhan akan pindah ke SMA Star. Apakah si anak baru Erlan dengan pemilik nama lengkap Gerland Darendra adalah sepupu dari Reyhan?
Jika ternyata mereka berdua adalah orang yang sama, maka sesuatu pasti akan terjadi. Hubungan antara Reyhan dengan sepupunya tidak sedang baik-baik saja
"Mana orangnya? Kok nggak kelihatan" -Reyhan semakin penasaran setelah tau nama anak baru itu
"Kenapa nanya ke gue?"
Reyhan bangkit dari duduknya "Ya barangkali Lo tau dimana dia"
"Gak gitu maksud gue, Hei-"
Raya pergi keluar dari sana, dia tidak dapat menahan diri dari yang Reyhan tuduhkan padanya. Hatinya seolah ditikam dengan benda tajam kala mendengar kata-kata dari Reyhan
Suara panggilan Reyhan yang memanggilnya pun tak lagi dia hiraukan. Apa yang dikatakan Reyhan begitu menyakitkan, Raya merasa direndahkan
"Dasar cowok songong, mentang-mentang gue ada hutang budi bukan berarti Lo bisa seenaknya ngomong"
"Yang Lo bilang tadi bikin gue sakit hati"
"Lo gak bakalan tau rasanya gimana"
"Cowok songong! Gue benci Lo"
Mulut Raya tidak ada hentinya memaki-maki Reyhan, dia benar-benar kesal, marah dan juga sedih. Semua rasa itu tengah dirasakan oleh Raya bersamaan
^^^"Ya barangkali Lo tau dimana dia"^^^
Tanpa sedikitpun perintah, setetes air mata lolos begitu saja tak tertahankan. Kedua mata itu terpejam sembari menarik nafas berusaha untuk menenangkan diri
"Ini sapu tangan buat Lo" -seru seseorang
Ketika membuka mata, Raya melihat tangan terulur yang memberikan sapu tangan pada dirinya. Sapu tangan adalah hal yang diperlukan Raya sekarang
"Thanks"
__ADS_1
"Hmm"
Raya mengambil sapu tangan itu dan langsung menggunakannya
"Er- haitchu..." -sedikit ingus yang keluar langsung dilap Raya
"Iii..." -Erlan geli melihat hal itu terjadi didepan matanya langsung
"Sorry, nanti gue balikin pas udah dicuci" -tunjuk Raya pada sapu tangan yang dipakai
Kepala Erlan langsung menggeleng "Nggak usah dibalikin, simpan aja buat Lo. Anggap aja sapu tangan ini hadiah kecil dari gue"
"Ck, kayak gini dikatain hadiah" -decak Raya meledek
Erlan terlihat menarik nafas panjang "Hadiah diliat dari ketulusan yang memberi, Lo tau gak?"
"Iya-iya, gue juga tau itu. Makasih hadiahnya, bay the way ngapain Lo disini?"
"Inikan koridor sekolah, siapa aja bisa lewat disini. Memangnya ada aturan untuk melewati koridor?"
"Ya gak ada sih"
Raya menyesali pertanyaan yang dia ajukan. Dia benar-benar bodoh menanyakan hal seperti itu. Sudah jelas tempat umum, jadi siapapun bisa lewat termasuk Erlan
"Lo sendiri kenapa nangis disini?" -kali ini Erlan yang menanyakan Raya
Dengan cepat tangan Raya menghapus jejak airmata di kedua pipinya "Siapa bilang gue nangis"
"Gak usah bohong, gue tau. lagian kalo nangis menurut gue juga nggak ada salahnya, seenggaknya Lo bisa lebih tenang"
Setelah mendengar pernyataan Erlan, mata Raya perlahan mulai berkaca-kaca. Tetes demi tetes air matanya kembali turun membasahi kedua pipi
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
^^^Follow Instagram Author^^^
__ADS_1
^^^@zrae_08^^^