
...Mengakui Perbuatan Yang Kau Lakukan Adalah Satu Tindakan Keberanian ...
..._Bad Angle: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 26: Ketahuan ...
...•••...
"Dasar bodoh! Hanya 1 orang cewek, tidak satupun dari kalian bertiga yang bisa menangkapnya"
"Percuma gue udah bayar mahal, hasilnya malah kayak gini"
"Katanya bisa diandalkan. Ini yang kalian bilang bisa diandalkan?!"
Intan menghardik berkali-kali 3orang suruhannya. Dari informasi yang didapatnya, ketiga orang itu sudah perfesional dan bisa menyelesaikan perintah dengan baik
Namun kenyataannya, hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan yang sekarang. Intan memerintahkan mereka untuk menangkap Raya, lalu memberi gadis itu pelajaran
Tapi malah mereka yang justru mendapatkan pelajaran, wajah ke-tiga orang suruhannya itu dipenuhi memar yang mulai membengkak. Di sudut bibir nya juga mengeluarkan sedikit darah, seperti ditonjok berkali-kali
"Ma-maaf kami tidak bisa menyelesaikan tugas yang diperintahkan"
"Enak aja Lo bilang maaf, gue udah bayar kalian mahal. Coba kalo berpikir itu pakai otak!"
"Tadi kami sudah hampir menangkap gadis yang bernama Raya itu, namun ada seorang pria yang datang menolong dia" -ucap seorang pesuruh yang ingin mendapatkan pembelaan
Alis mata milik Intan terangkat sebelah merasa tidak asing "Seorang Pria?"
"Iya. Pria itu menaiki motor dan juga memakai jaket kulit bewarna hitam, sepertinya dia anggota geng motor" -mereka menganggukkan kepala lalu menyebutkan ciri dari si pria
"Wajahnya kayak gini?" -Intan menunjukkan ponsel miliknya
Layar Handphone intan menampilkan gambar pria tampan yang tidak lain adalah Reyhan. Orang suruhannya menatap ke foto lalu mencoba-coba mengingat wajah pria yang tadi membantu gadis incaran mereka
"Benar sekali. Wajah pria itu sangat persis seperti ini" -jawab orang tersebut yakin
Intan sudah menduga, Reyhan adalah orang yang menggagalkan rencananya
"Apa kalian ada nyebutin nama gue?"
"Jawab!" -tanya intan dengan serius
Mereka bertiga saling menatap, lalu salah seorang dari mereka maju untuk berbicara
"Pria itu membuat kami tidak punya pilihan lain, jadi kami terpaksa menyebut-"
__ADS_1
"Stop! Nggak usah dilanjutkan"
Tangan Intan menggaruk kepalanya sendiri, bisa-bisanya orang itu memberitahukan namanya. Bagaimana ini? Apa yang akan dilakukan Reyhan kepadanya nanti?
Membayar harga mahal dengan harapan tugas dapat diselesaikan, namun pada kenyataannya memperparah keadaan. Seorang Reyhan tidak mungkin akan tinggal diam
"Ini sisa bayaran kalian, segera pergi dari sini. Dan ingat jangan pernah kembali, gue muak liat hasil kerja kalian"
"Makasih bos, sekali lagi kami minta maaf"
Orang suruhan Intan sudah menyebutkan namanya di depan Reyhan dan juga Raya, kali ini dia hanya bisa memikirkan 1buah ide saja. Intan berpikir untuk berpura-pura tidak tahu saat ditanya nanti
...•••...
Raya menyusuri koridor sekolah yang ramai sendirian, dia sepertinya sedang mencari seseorang disana. Setelah menelusuri tiap sudut koridor, mata Raya akhirnya berhasil menemukan orang yang dicarinya
Dia sedang mencari keberadaan Intan, Raya menemukan intan ada di ujung koridor. Langkah kaki Raya kini melangkah 2x lebih cepat menuju Intan
Maksud Lo apa nyuruh orang buat gangguin gue semalam?" -Raya langsung ke pada to the points
Intan memutar bola matanya dengan malas, dia membalikan badan menghadap samping "Ngomong apa sih Lo, gue nggak ngerti"
"Ouh... gak ngerti! Ok biar gue kasih paham"
Tangan Raya menekan tombol power di ponsel miliknya, yang membuat layar jadi menyala. Secepat kilat jempol Raya mencari sesuatu yang ada di galerinya
Video itu berisikan aksi perkelahian antar Reyhan dan 3 orang suruhan Intan, dimulai dengan aksi saling tonjok sampai bos mereka berhasil di buat takluk oleh Reyhan
"Na-namanya Intan, yang kami tahu namanya Intan" -setelah mengatakan ini, video pun telah berakhir
Kedua mata intan langsung membulat sempurna menyaksikan video pengakuan langsung dari orang suruhannya. Sekarang Intan tidak bisa mengelak lagi dari perbuatannya
Bisa saja video itu tersebar dan citra keluar Intan Dimata publik menjadi rusak. Yang lebih parahnya lagi juga, Raya membawa kasus ini ke dalam hukum. Mungkin Intan bisa sampai dipenjara
"Mereka memang benar orang suruhan gue, terus Lo mau apa sekarang?" -Intan yang tidak memiliki pilihan lain mengakui itu adalah perbuatan dia
Jari Raya menunjuk kearah dirinya sendiri, "Lo nanya mau gue apa?!"
"Iya, apa yang Lo mau untuk tutup mulut. Lo butuh duit berapa? gue bisa kasih" -Intan mengeluarkan dompet dan mulai menghitung uang nya
Sudut bibir Raya sedikit tertarik mendengar tawaran Intan, "Gue mau semua yang ada di dalam dompet Lo"
Raya menarik paksa dompet Intan, lalu melemparkannya sedikit keatas kemudian kembali menangkap
"Hei... Lo mau ngajak gue jadu miskin kayak Lo. Kalo miskin jangan narik orang dong, gue gak mau hidup susah. Permintaan Lo itu sama aja dengan yang namanya perampokan. Gila juga ya Lo, minta nya nggak nanggung-nanggung" -Intan proses
__ADS_1
Layaknya kebanyakan orang pada umumnya, semua barang-barang berharga milik Intan juga ada di dalam. Di dalam dompet itu ada KTP, SIM, ATM, uang chas dan berkas lain milik Intan
"Gue gak gila, Lo sendiri yang bilang tadi 'apa yang Lo mau untuk tutup mulut. Lo butuh duit berapa? gue bisa kasih"
Raya mengulangi ucapan Intan dan memberikan sedikit peragaan, dia benar-benar sangat mendalam menirukan cara bicara dari Intan
"Ck, ya udah. Dompet gue sekarang jadi milik Lo, termasuk isi-isinya. Puas Lo sekarang?" -decak intan menyerahkan dompet miliknya
"Dompet Lo bagus juga, tapi sayang banget pasaran. Gue jadi gak minat, nih Lo pakai lagi aja"
Intan berhasil menangkap dompet miliknya yang melayang di udara akibat lemparan Raya. Selesai melempar dompet tersebut, dia pergi begitu saja meninggalkan Intan tanpa memberi pelajaran lebih jauh lagi
Bagi Raya masalah tidak perlu diperpanjang, jika orang yang melakukan sudah mengakui itu adalah perbuatannya maka tidak usah di lanjutkan lagi
Tipe orang seperti Raya memang jarang untuk di jumpai, yang sering ditemui adalah orang-orang ribet suka membesar-besarkan masalah
"Aneh banget tu orang"
Intan menggeleng kepala pelan melihat punggung Raya yang perlahan mulai tidak terlihat
"Gue kira mau buat perhitungan ke gue, eh... nggak taunya cuma kayak gitu doang. Tapi bagus deh, mungkin dia takut sama gue"
Kepergian Raya tanpa memberi pelajaran yang sesuai terhadap Intan membuat gadis itu besar kepala. Intan bahkan menarik kesimpulan bahwa Raya takut terhadap Dia
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
__ADS_1
^^^Follow Instagram Author^^^
^^^@zrae_08^^^