Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Ciuman


__ADS_3

Ada baiknya jika para pembaca memberikan like sebelum membaca chapter ini sampai habis. 1 dukungan dari mu sangatlah berarti bagiku


Tolong pastikan di bewarna seperti ini ya, like ini GRATIS kok


Jadi gak ada ruginya memberikan like 🫶



...Semakin Aku Mencoba Untuk Menghindari...


...Mengapa Takdir Justru Ingin Mendekatkan...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 20: Ciuman...


...•••...


"Beasiswa gue semester ini dicabut"


"Kenapa bisa gitu?"


"Kata Bu Dewi 'sudah menjadi aturan sekolah jika para siswa penerima beasiswa seperti gue masuk ke ruangan BK 3x"


"Lo gak usah khawatir. Gue pasti kan tetap bersama Lo"


Raya melepaskan diri dari dekapan Reyhan, matanya memberi tatapan tajam. Mata itu seolah sedang berbicara dan mengatakan 'Lo gak tau apa yang gue rasain sekarang Rey


Tangan Reyhan terulur mengusap air mata yang kembali turun tanpa ada perintah dari Raya


"Semuanya akan gue selesaikan, jadi Lo jangan khawatir. Ok"


Bibir Raya tersenyum sinis, lalu menepis tangan Reyhan "Gimana gue gak khawatir Rey, Lo tau sendiri keadaan gue kayak gimana. Gue cuma cewek miskin-"


Belum sempat Raya menyelesaikan apa yang dia bicarakan, Reyhan menarik tengkuk gadis itu lalu menempelkan bibir mereka. Reyhan membungkam Raya dengan ciumannya


Tidak tahu mengapa, mendengar Raya menyebutkan dirinya 'cuma cewek miskin bisa membuat Reyhan ikut merasa sakit hati. Ini adalah ciuman pertama Raya, gadis itu sesaat terlihat shock. Tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya dia hanya memejamkan kedua matanya


Ciuman itu cukup lama, Raya yang sudah mulai kehabisan nafas mulai merasa sedikit sesak. Tangannya kini memukul pelan dada Reyhan agar melepaskan pangutan bibir mereka


Mengerti situasi bahwa Raya sudah mulai kehabisan nafas, Reyhan akhirnya mengakhiri ciuman tersebut. Namun tangannya masih saja menahan tengkuk Raya, kepala mereka masih menempel dengan jarak yang begitu dekat


"Jangan pernah Lo ngomong kayak gitu lagi" -Reyhan memperingati Raya


Dari jarak yang hanya beberapa centi, Raya dan Reyhan bisa saling merasakan hembusan nafa mereka masing-masing


Reyhan membuka matanya, dan melihat mata orang yang berada didepannya masih terpejam. Raya sepertinya tidak ingin membuka mata, tingkah Raya terlihat lucu dimata Reyhan membuat pria itu tertawa pelan


"Ayo pulang, biar gue antar"


Langkah kaki Reyhan yang melangkah pergi dari rooftop bisa didengar Raya dengan sangat jelas. Begitu suara langkah kaki itu tidak lagi terdengar, mata Raya perlahan mulai terbuka


Benar saja, Reyhan sudah tidak ada lagi disana


Bell penanda waktu pulang sudah berbunyi sedari tadi. Di ruangan kelas XII IPA¹ hanya tersisa beberapa orang saja disana, bahkan Via juga sepertinya sudah pulang juga. Tas dengan warna merah jambu milik Via tidak lagi berada di tempatnya


Tadinya Raya berniat untuk ikut pulang bersama Via, agar bisa menghindar dari Reyhan. Namun pada kenyataannya, takdir seolah menginginkan dia supaya pulang bersama Reyhan


"Pokoknya gue harus cepat-cepat pergi dari sini, jangan sampai Reyhan nemuin gue" -Raya meyakinkan dirinya

__ADS_1


"Lo mau pulang lewat belakang? Itu bukannya jadi makin jauh ya?"


Suara yang tidak asing lagi ditelinga Raya mengejutkan dia. Reyhan ternyata sudah ada di depan pintu kelas XII IPA¹


"Suka gue mau pulang lewat mana"


"Ok, kalau Lo maunya gitu"


"Ngapain ngikutin gue?" -langkah kaki Raya terhenti


"Kita kan pulang barengan"


"Gue bisa pulang sendiri, gak perlu dianterin sama Lo" -tolak Raya


"Sayang sekali, gue gak menerima penolakan"


Ketua geng motor 'Bad Angle ini memang tidak akan pernah mau menerima penolakan, semua hal haruslah sesuai dengan keinginan dia. Inilah yang menyebabkan Raya merasa jengkel terhadap Reyhan


Lagi pula coba bayangkan, apa yang akan Raya bicarakan disepanjang perjalanan? Sampai detik ini bahkan matanya tidak sanggup untuk menatap kearah Reyhan


"Pakai dulu helm nya"


Raya mengambil helm dari tangan Reyhan, gadis itu terlihat kesulitan memakainya. Mencobanya berkali-kali, tetapi tetap saja tidak mau terpasang


"Gimana sih ini, susah kali untuk dikancing"


"Sini gue pasangin helm Lo"


"Nggak, gue bisa masang sendiri" -Raya tidak mau menerima bantuan


"Dasar bawel"


Seberapa keras Raya menolak, penolakannya tidak diterima oleh Reyhan. Pria itu mengambil ahli untuk memasangkan helm di kepala Raya


"Lo kenapa?" -Reyhan kaget Raya mendorongnya


"Gak kenapa-kenapa"


Mata Reyhan sedikit memicing, "Muka Lo merah"


"Siapa bilang?!" -sanggah Raya


"Oh... gue tau, pasti Lo kepikiran sama kejadian yang di rooftop tadi kan" -tebak Reyhan


"Idih, sok tau lo. Ngapain juga gue mikir hal kayak gitu" -Raya berbohong tidak mau mengakui tebakan Reyhan memanglah benar


...•••...


Raya memandangi bayangan dirinya yang terpantul di cermin. Tangannya menyentuh bibir bagian bawah yang terlihat sedikit membengkak dan memerah


Pikiran gadis itu kembali teringat dengan kejadian di rooftop sekolah. Reyhan sudah mengambil ciuman pertamanya disana


"Astaga Raya! Lo mikirin apa sih, jangan mikirin yang tidak-tidak" -kedua tangan Raya menepuk-nepuk pipinya agar tersadar


Tingg


Bunyi suara itu menanda ada notifikasi yang masuk ke ponselnya


Ponsel miliknya memancarkan cahaya sebab ada notifikasi yang masuk. Karena penasaran, tangan Raya meraih ponsel yang terletak tidak jauh dari sana. Raya melihat ternyata itu bubble chat dari Reyhan

__ADS_1


"Lo jangan nangis lagi, gue udah selesaikan semuanya" -isi bubble chat dari Reyhan


"Menyelesaikan apa?" -tanya Raya melalui bubble chat


"Liat besok aja, Lo bakalan tau" -Reyhan membalas bubble chat Raya


Malam itu Raya tidur dengan berbagai pertanyaan yang muncul dikelasnya. Dia terus saja bertanya-tanya apa maksud Reyhan mengatakan 'sudah menyelesaikan semuanya


Keesokan harinya, di jam istirahat sedang berlangsung. Si ketua kelas datang menghampiri Raya, gadis itu sedang tertidur di tempat duduknya sendiri


"Raya Lo di panggil Bu Dewi keruangan BK"


Suara ketua kelas membanggakan Raya dari tidurnya, "Kenapa gue dipanggil Bu Dewi? Perasaan gue nggak buat masalah"


"Gue sendiri juga gak tau. Lo jumpain aja Bu Dewi, siapa tau itu penting"


"Hmm ok lah"


Gadis itu pergi ke wastafel dulu untuk mencuci muka dengan air agar mengurangi rasa kantuk yang dirasakannya. Kemudian, dari dalam tasnya Raya mengeluarkan sapu tangan kecil yang digunakan untuk mengelap wajahnya


Setelah rasa kantuknya menghilang, Raya langsung pergi menuju keruangan BK. Tangannya mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan


Tokk... tokk..


Pintu yang diketuknya menimbulkan suara


"Permisi Bu. Apa benar ibu manggil saya?"


"Iya benar"


Raya duduk di bangku yang posisinya berhadapan langsung dengan Bu Dewi, "Kalo boleh tau, kenapa ibu manggil saya ya Bu. Padahal saya nggak ada buat masalah apa-apa"


"Ibu manggil kamu bukan karena masalah"


Alis mata Raya spontan terangkat sebelah. Seperti yang sudah diketahui, ruangan BK adalah tempat orang-orang yang membuat masalah


Jika bukan karena ada masalah, lantas mengapa Bu Dewi memanggil Raya keruangan nya?


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...

__ADS_1


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^


__ADS_2