
...Semua Orang Memiliki Perkaranya Sendiri Akan Tetapi Tidak Mengalami Situasi yang sama...
..._Bad Angle: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 9: Masalah...
...•••...
Raya duduk termenung memandangi cahaya bintang yang menghiasi langit malam. Dia memikirkan mamanya yang masih belum pulang kerumah, apalagi kondisi Widia sedang tidak baik semakin membuat Raya merasa khawatir
"Kak... mama dimana kak?"
"Ntah lah, kakak juga gak tau mama ada dimana"
"Apa jangan-jangan-"
"Ck, kamu jangan ngomong yang nggak-nggak" -decak Raya
Drrrt
Ponsel milik Raya yang berada diatas meja bergetar, disana ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal
Walau awalnya ragu, pada akhirnya gadis itu mengklik ikon bewarna hijau. Panggilan telpon diantara keduanya pun saling terhubung
"Hallo?"
"Apa benar ini dengan 'Raya? Anaknya Bu Widia?"
Siapa penelpon itu? Bagaimana dia tau nama Raya
"Iya benar, ini saya sendiri. Maaf tapi ini siapa ya?" -tanyanya sedikit menaruh rasa curiga
Orang dalam panggilan itu memberitahu pada Raya bahwa Widia mamanya tadi pingsan ditempat kerja dan sekarang sudah ada di rumah sakit
Bella penasaran dengan apa yang dikatakan orang itu kepada kakaknya. Namun dari ekspresi Raya, sepertinya yang disampaikan bukanlah suatu hal yang baik
"Apa!"
Ponsel miliknya langsung jatuh, tangannya bergetar mengatup mulut. Raya tidak mengatakan apapun setelah sambungan telepon itu terputus
"Siapa kak? dia siapa? apa yang dia bilang?" -teriak Bella mengguncangkan kedua bahu kakaknya
"Bella kamu jaga rumah ya, kakak mau pergi dulu"
"Tapi kakak mau kemana kak" -cegat Bella
Gadis itu melepas tangan Bella yang berusaha untuk mencegat dia pergi. Tanpa memberi penjelasan apapun, Raya pergi dari rumah
Raya meninggalkan adiknya Bella sendirian di rumah kontrakan mereka yang kecil. Bella pun hanya bisa menuruti kata-kata kakaknya, dia tidak tahu dengan apa yang dibilang orang itu lewat telepon
...•••...
Petugas rumah sakit yang berprofesi sebagai dokter baru saja keluar dari kamar seorang pasien. Gadis cantik yang sedari tadi sudah menunggu diluar segera menghampirinya
"Dokter, gimana keadaan mama saya"
"Anda siapanya pasien?"
"Saya Raya, anak dari pasien yang bernama Widia"
Raya memberitahu dia siapa, dokter pun menganggukkan kepalanya dan mengerti
"Ouh... Jadi begini, kondisi pasien saat ini sedang tidak baik. Beliau harus segera melakukan operasi"
__ADS_1
"Op-Operasi?"
"Benar, Beliau mengidap penyakit leukemia" -setelah mengatakan itu, dokter pergi meninggalkan Raya sendirian
^^^Leukimia merupakan salah satu jenis kanker darah^^^
Tanpa ada perintah, air mata turun jatuh membasahi kedua pipinya. Raya menangis begitu mendengar penyakit yang diderita mamanya. Dia takut untuk kehilangan Widia
Dari kaca yang terpasang di pintu kamar, Raya bisa melihat mamanya sedang terbaring lemah disana. Gadis itu berusaha untuk tegar, tangannya menyeka air mata dan segera masuk ke dalam sana
"Ma" -bibirnya bergetar hebat menahan tangis
"Raya, mama mau pulang aja"
"Nggak boleh. Mama harus tetap disini"
"Tapi uang dari mana, kamu kan tau kita gak punya uang untuk bayar rumah sakit"
"Biar Raya yang kerja"
Widia seketika shock mendengar itu "Jangan, kamu harus tetap sekolah "
"Mama tenang aja. Aku akan cari kerja sambilan" -Raya berusaha meyakinkan mamanya sembari tersenyum
"Permisi"
Suster datang dengan membawa papan kecil tempat catatannya di tangan
"Iya suster"
"Maaf sebelumnya, pasien harus beristirahat dulu"
Raya pergi ke bagian administrasi rumah sakit, dia menanyai rincian dana yang harus di dibayar untuk biaya pengobatan mamanya
"Maaf sebelumnya. Kalo boleh tau, anda siapa?"
"Saya anak dari pasien yang bernama Widia"
"Tunggu sebentar biar saya carikan"
Petugas rumah sakit yang bertugas di bagian administrasi itu segera membuka buku catatannya. Matanya mencari nama Widia disana. Setelah menemukannya dia langsung menyerahkan rincian biaya itu
Disana tertulis 25jt
Bagaimana caranya dia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu
...•••...
Raya tidak bisa fokus dengan pelajaran yang sedang disampaikan oleh Bu guru. Tubuhnya ada disana sedang belajar dikelas, namun tidak dengan pikiran gadis itu
"Oke semuanya, pelajaran kita sampai disini. Sebelum ditutup ada yang ingin bertanya?"
Kelas sudah berlangsung selama 2jam lebih, murid mana yang ingin berlama-lama berada di dalam kelas yang membosankan
Bu guru tidak melihat adanya satu tangan pun yang terangkat, namun dia melihat Raya termenung ditempat duduknya
"Raya..."
"Raya..."
"Raya...!" -Bu guru memanggil Raya 3x
Panggilan ke-3 yang cukup kuat berhasil menyadarkannya "Eh ya Bu, Hadir"
__ADS_1
Seisi kelas tertawa, "Hahahah"
"Kamu ngelamun dijam pelajaran?"
Pertanyaan itu tidak dijawabnya. Kepala Raya hanya menunduk kebawah sebagai tanda rasa bersalah, dia tidak berani untuk menatap mata Bu guru
"Sekarang juga kamu pergi keruang BK" -Bu guru menunjuk kearah pintu keluar
Gadis itupun bangkit dari tempat duduknya, dia melangkahkan kaki menuju ruangan BK. Di dalam ruangan itu sudah ada Bu Dewi yang notabenenya sebagai guru BK
Raya duduk didepan Bu Dewi, dan interogasi layaknya seorang tersangka terjadi di sana
"Kenapa kamu bisa disuruh keruangan ini Raya?"
"Ta-tadi saya ngelamun dikelas Bu" -gadis itu berkata jujur
"Raya, Raya. Kamu tau kan, kamu bisa sekolah di SMA Star ini gara-gara beasiswa. Tapi kalo cara belajar kamu jadi kayak gini, yang ada beasiswa kamu bisa di cabut "
"Iya Bu saya tau"
"Sekarang ceritakan sama ibu masalah apa yang sedang kamu alami, sampai-sampai bisa buat kamu ngelamun di kelas tadi"
Mengingat masalah yang sedang dialami gadis itu menitikkan air mata, "Mama saya lagi sakit Bu, sekarang dia-"
"Cukup! Kamu jangan nangis kayak gitu. Ingat Raya semua orang punya masalahnya masing-masing, nggak kamu aja yang sedang ada masalah"
"Pokoknya ibu gak mau tau, kamu jangan ngulang hal kayak gini lagi"
Dia keluar dari ruangan BK dengan perasaan yang kacau, seharusnya Bu Dewi mendengarkan ceritanya dan memberikan sebuah solusi
Tapi tidak Bu Dewi bahkan tidak mau mendengar cerita yang menjadi permalasahan gadis itu
"Ray Lo gak papa?"
Tanya Via yang langsung menyusul Raya keruang BK saat Bu guru keluar dari kelas. Raya menggelengkan kepala dan menampilkan sebuah senyuman palsu di wajahnya
Raya adalah salah satu tipe orang yang suka memendam masalahnya sendiri, dia tidak ingin membuat orang lain khawatir akan dirinya
"Gue baik-baik aja"
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keSeruan nya!!...
^^^Follow Instagram Author^^^
__ADS_1
^^^@zrae_08^^^