Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Setuju


__ADS_3

...Menerima Penawaran Dari Mu Semoga Jadi Keputusan Yang Tepat Bagi Ku...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 11: Setuju...


...•••...


Raya sampai dikontrakkan kecil yang menjadi tempat tinggal mereka. Dia langsung pergi mencari keberadaan Bella, Raya tidak ingin jika adiknya sampai kenapa-kenapa


Ternyata anak kecil itu sudah tertidur pulas, di tikar daun kelapa yang menjadi alas makan. Kasihan Bella sampai ketiduran menunggu dia pulang


Sudut bibir tertarik keatas, dia tersenyum manis melihat Bella yang sedang tidur dari jarak dekat. Perlahan-lahan Raya menggendong Bella dan membawanya pergi kekamar


"Kakak udah pulang" -mata anak kecil itu terbuka sedikit


"Iya"


Bella langsung memeluk Raya, "Aku pikir kakak gak bakalan pulang, kayak mama gara-gara kerjaan"


"Stt, sekarang kamu tidur lagi aja ya"


Raya tidak membiarkan Bella berbicara yang tidak baik tentang Widia mama mereka, sebab anak kecil itu tidak tahu tentang kejadian yang sebenarnya terjadi


Gadis itu berusaha untuk menidurkan Bella, dia membelai lembut rambut adiknya. Mata itu perlahan mulai kembali terpejam "Selamat malam"


Memastikan Bella sudah kembali tertidur, Raya dengan pelan bergerak melangkahkan kaki supaya tidak menggangu tidur adiknya


Tangannya menekan tombol yang ada didekat pintu, dan seketika lampu langsung mati


Kini dia sudah ada didalam kamar nya, namun dengan lampu yang masih menyala. Sudah beberapa kali Raya berusaha keras untuk menutup mata, namun matanya tetap saja terbuka


Raya akhirnya berguling-guling di tempat tidurnya dengan harapan dia akan kecapean dari akhirnya tertidur, sayangnya mata Raya semakin terbuka lebar dan sulit untuk dipejamkan


"Ahhggrr susah banget buat tidur, padahal gue udah ngantuk banget" -geram gadis itu dengan kesal


Matanya sekilas melirik ke arah secarik kertas yang ada di atas meja. Dia jadi teringat akan kejadian di tempat bekerjanya tadi


Sebelum pulang meninggalkan Resto Family, Devan memberikan secarik kertas bertuliskan nomor Handphone milik Reyhan pada Raya


"Ini buat Lo"


"Apa itu?"


"Nomor handphone Reyhan" -Devan memberitahu


"Untuk apa?"


"Siapa tau Lo berubah pikiran dan mau menerima tawaran dari Reyhan"


Haruskah raya menerima tawaran dari Reyhan ? Pertanyaan ini masih berkecamuk di kepalanya


Setelah berpikir sejenak, Raya mengambil handphone miliknya lalu mengetik nomor yang sama seperti di kertas. Dia menambahkan kontak dengan nama 'si cowok songong


Jarinya mengetik beberapa kata di chat WhatsApp


"Ini benar dengan Reyhan?"


"Y"


"Gue Raya"

__ADS_1


"Tau"


What! Darimana cowok itu bisa tau yang sedang chat dengannya adalah Raya. Tak ingin tahu lebih lanjut, gadis itu pun menyampaikan maksudnya


"Tawaran Lo yang tadi pas di sekolah, masih berlaku gak?"


"Yang mana"


"Jadi pacar pura-pura Lo"


"Masih"


"Setelah gue pikirin, gue setuju"


Ketika bubble chat nya terkirim, Raya langsung mematikan data ponselnya. Dia tidak ingin melihat balasan chat dari Reyhan sekarang


...•••...


Raya bekerja di Resto Family dari pagi karena ini hari libur. Dia sudah memasak makanan untuk Bella yang cukup sampai malam. Gadis itu kembali membawa tas yang kemarin dia bawa


Di tas itu sudah tersedia semua yang Raya perlukan, mulai dari seragam kerja, bekal dan juga botol air yang sudah di isinya ulang, bahkan payung juga ada


Memastikan barang bawaannya lengkap, dia pun berpamitan pada adiknya yang masih tertidur "Bella kakak pergi dulu ya"


"Ha? Kakak pergi lagi?" -Bella membuka mata sedikit kecewa


"Iya, tugas kelompok kakak belum siap. Kamu makan aja duluan, kakak udah masak yang cukup sampai malam" -gadis itu tersenyum kembali menyatakan kebohongan


"Jangan lupa pulang ya kak"


Dengan penuh semangat, Raya pergi ke Resto Family. Gadis cantik dengan rambut yang terikat rapi itu tidak sedikitpun mengeluh saat menggantikan Widia bekerja disana


"Ya"


"Lo hari ini kerja sampai sore aja"


Gadis itu terlihat heran, seharusnya dia bekerja sampai malam sesuai dengan jam kerja "Kenapa?"


"Ngapa Lo nanya ke Gue? Mana gue tau, tanya aja Reyhan" -tanya Devan berbalik bertanya


"Reyhan?"


"Iya, tadi Reyhan ngechat gue. Nyuruh Lo kerja sampai sore, katanya data Lo mati"


Devan benar dia memang sengaja mematikan datanya "Data gue memang mati, tapi dia kok bisa tau gue kerja disini"


"Astaga Raya, sesekali Lo update main kedunia luar jangan belajar terus. Resto gue tiap hari buat insta story Instagram, mungkin aja si Reyhan liat muka Lo disana"


Raya menganguk paham, dia mengeluarkan handphone miliknya dari kantong seragam yang dia kenakan. Benar saja, Reyhan sudah membalas chatnya semalam


"Besok sore gue jemput Lo" -isi chat dari Reyhan semalam


Membaca bubble chat dari Reyhan, gadis itu pun melanjutkan pekerjaannya. Dia mengelap semua meja sampai bersih dan mengantar pesanan yang dipesan


Tidak terasa ternyata waktu cepat sekali berjalan, mentari mulai kehilangan cahayanya. Raya segera mengganti seragam yang dikenakannya, lalu bersiap-siap untuk pergi


"Gue pergi duluan ya" -Raya meminta izin


"Di luar lagi hujan, Lo tunggu aja Reyhan disini"


Raya melihat kearah arah luar dari jendela, ternyata benar sedang turun hujan

__ADS_1


"Gue ada bawa payung" -tangannya mengeluarkan payung yang dia bawa


Saat Raya hendak meraih gagang pintu, pintu itu sudah lebih dulu terbuka. Di hadapannya ada seorang pria dengan jaket kulit khas geng motor 'Bad Angle yang memiliki lambang sayap bewarna hitam sebelah


"Waw pas banget Rey, kerjaan Raya baru aja selesai" -Devan


"Ok thanks ya"


Reyhan menarik Raya keluar dari Resto Family , keduanya menerobos hujan yang sedang mengguyur bumi. Pria itu memutar kunci dan menyalakan motor miliknya


"Ayo naik" -kata Reyhan sembari memasang helm di kepalanya


"Gue pulang sendiri aja"


"Lo lupa sama yang udah Lo bilang semalam?" -Reyhan kembali mengingatkan


"Ya enggak"


"Naik" -pinta pria itu


Raya yang tidak punya pilihan lain, akhirnya menaiki motor itu bersama dengan Reyhan. Sepanjang perjalanan tidak ada diantara mereka yang berbicara, mereka hanya diam saja


Motor itu diberhentikan didepan kontrakan kecil Raya


Raya yang duduk dibelakang lalu turun dari motor, "Gak jadi ke rumah Lo?"


"Baju Lo basah. Mau datang kayak gitu?"


Gadis itu segera menutupi bajunya yang terlihat sedikit transparan. Mukanya memerah ditatap Reyhan, sudut bibir Reyhan sedikit tertarik melihat gadis yang didepannya salting saat ditatap


"Ni pakai, tapi ingat cuci. Nanti jadi bau Lo" -Reyhan melepaskan jaketnya


Jaket itu diambil Raya untuk menutupi bajunya, "Idih dasar cowok songong"


"Lo ganti baju dulu, nanti gue jemput"


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^

__ADS_1


__ADS_2