
...Kita hanyalah sandiwara jangan sampai melupakan hal itu...
..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 17: Mama Mertua...
...•••...
Raya mendapatkan panggilan telepon dari pihak rumah sakit, mereka bilang 'Widia mamanya sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah. Hari itu dia pergi sendirian kerumah sakit menaiki ojek, kali ini Raya tidak ditemani oleh Reyhan
Permasalahan tentang hubungan mereka yang telah diketahui oleh 1sekolah membuat dia kesal terhadap Reyhan. Kabar baik mengenai Widia yang sudah di perbolehkan untuk pulang tidak diberitahukannya
"Ini pak ongkosnya"
Tangannya terulur memberikan selembar uang kepada si tukang ojek
"Makasih mbak"
Gadis itu tiba di rumah sakit, aroma khas dari obat-obatan dapat tercium sangat kuat. Raya berjalan melangkahkan kaki ke ruangan tempat dimana Widia dirawat
Tok... tok...
Sebelum masuk ke dalam dia mengetuk pintu terlebih dahulu
Betapa terkejutnya Raya mengetahui Reyhan sudah ada disana. Pria itu bahkan sedang membantu Widia membereskan barang
"Lo kenapa bisa disini?" -Raya tercengang melihat Reyhan
"Kenapa? Memangnya gak boleh, gue jenguk mama mertua sendiri?" -tanya pria itu dengan menyebutkan 'Wida sebagai mama mertua
Dia tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin menggoda Raya saja dan hasilnya gadis itu pun terpancing dengan omongan Reyhan
"Hei... enak aja mama mertua, ini mama gue" -sanggah Raya
"Sudah-sudah jangan berantem" -pertikaian dilerai oleh Widia
Widia menggeleng kepala melihat kelakuan kedua anak SMA di hadapannya yang masih berkelakuan seperti layaknya anak kecil. Mengapa mereka memperdebatkan hal-hal yang semestinya tidak perlu untuk diperdebatkan
Selesai beres-beres, seorang petugas rumah sakit dengan pakaian serba bewarna putih yang berprofesi sebagai perawat masuk dengan membawa papan kecil berisi catatan penting di genggamannya
"Selamat sore ibu Widia. Bagaimana keadaan ibu sekarang?" -tanya si perawat dengan senyuman di wajahnya
"Saya rasa sudah lebih baik" -jawab Widia
"Baiklah kalo begitu, hari ini ibu sudah diperbolehkan pulang kerumah. Tapi obatnya harus tetap diminum"
Widia mengangguk paham terhadap penjelasan yang disampaikan si perawat, "Baik sus"
...•••...
Mereka ber-tiga sudah berada diluar rumah sakit, Raya melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan taxi. Namun dia tidak menemukan taxi ada disana, tangannya lalu tergerak mengambil ponsel dari dalam tas
"Aku pesan grab dulu ya ma"
"Ngapain mesan grab?" -Reyhan mencegat
__ADS_1
"Lo pikir, tempat duduk motor Lo yang kecil itu muat untuk gue sama mama gue?" -ketus Raya
"Siapa bilang gue bawa motor. Hari ini gue sengaja bawa mobil, biar bisa ngantar mama mertua sampai rumah"
Reyhan mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku baju yang dikenakannya. Dia menggoyangkan kunci itu, dengan maksud ingin menunjukannya kepada Raya
"Berapa kali harus gue bilang, ini mama gue" -sanggah Raya
Mobil bewarna putih milik Reyhan terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Pria itu dengan sigap segera pergi mengambil mobilnya
"Ayo naik" -ajak Reyhan
"Makasih ya nak Rey"
"Sama-sama mama mertu- Hei... Lo ngapain duduk dibelakang"
Lagi-lagi Reyhan mencegat apa yang ingin Raya lakukan
Gadis itu tampak bingung, "Kenapa memangnya?"
"Lo pikir gue ini supir, sini duduk depan. Lagi pula Lo itu orangnya lasak, nanti mama mertua gak bisa bebas gerak gara-gara Lo"
"Hei cowok songong, berapa kali gue harus ngasih tau Lo kalo ini mama gue"
Pria itu tersenyum senang, sebab Raya duduk didepan seperti yang dia mau. Jika dipikir-pikir benar juga yang Reyhan katakan, dia akan terlihat seperti supir bila Raya dan juga Widia duduk di bangku belakang
Sepanjang perjalanan terasa begitu sunyi. Widia melihat kedua orang yang ada di depannya, Reyhan fokus terhadap kemudi yang dia jalankan sementara Raya selalu melihat keluar jendela
"Memangnya kamu kalo kemana-mana selalu pakai motor?" -suara Widia memecahkan keheningan
"Ya jelas lah ma. Dia ini si ketua geng motor, mau kemana-mana pasti selalu pakai motor" -Raya menjawab pertanyaan yang bukan ditujukan kepadanya
Alis mata milik Reyhan terangkat sebelah mendengar hal itu "Eh... Lo dengerin ya. Gak selalu yang namanya geng motor, naik motor"
"Kalo geng motor gak naik motor, lalu mereka naik apa?" -tanya Raya
"Sesekali kami para geng motor mau juga pergi pakai mobil, sepeda, jalan kaki"
"Intinya kalau geng motor mesti punya motor kan?"
"Betul sekali" -perkataan Raya dibenarkan oleh Reyhan
Perjalanan sunyi berganti menjadi penuh dengan suara tawa tanpa hentinya. Mereka membicarakan banyak hal disepanjang jalan, dimulai dari yang penting hingga hal-hal yang tidak penting juga mereka bahas
Widia tersenyum melihat anaknya 'Raya menemukan laki-laki seperti Reyhan, yang baik dan juga peduli. Dia yakin Reyhan adalah orang yang tepat untuk Raya
"Mama rasa, hubungan kalian berdua ini akan bertahan lama" -batin Widia berbicara
...•••...
Raya dengan santai memakan bekal yang dia bawa dari rumah di dalam kelas. Gadis itu tidak memperdulikan omongan yang mengatakan 'Makan didalam kelas disebut sebagai anak kambing
Dia hanya tau bekal buatannya sangat lezat, Resto Family yang terkenal pun takkan bisa menandingi cita rasa masakannya. Lagi enaknya menyantap bekal, seseorang datang lalu duduk di atas meja yang berada disampingnya
Orang itu adalah Via temannya Raya. Kedatangan Via sama-sekali tidak mengejutkan Raya, sepertinya dia sudah terbiasa dengan kehadiran Via secara tiba-tiba
__ADS_1
"Lo masih berhutang penjelasan sama gue" -Via menaruh tangannya dikedua sisi meja yang ditempati Raya
Mau tidak mau mata Raya menatap Via, keduanya kini saling bertatapan
"Tentang?"
"Kenapa Lo bisa pacaran dengan Reyhan? Sekarang juga jelasin ke gue"
"Udah gue bilang ceritanya panjang"
"Tetap aja, gue mau dengar" -Via memaksa
"Gue pacaran sama Reyhan terpaksa"
"Benar kan dugaan gue, Lo ada diapa-apain sama dia? Reyhan ngancam Lo?
Setiap pertanyaan yang diajukan Via hanya direspon dengan gelengan kepala oleh Raya. Karena Reyhan memang tidak memaksa dia untuk menjadi pacarnya, pacar pura-pura tepatnya
"Terus kenapa?"
"Sebenarnya..."
Via tak berkedip sedikitpun, dia dengan serius mendengarkan Raya bercerita. Cerita Raya seketika membuat dia tercengang, kini Via tahu mengapa Raya menjadi pacar dari seorang ketua geng motor seperti Reyhan
"Kenapa Lo gak bilang sama gue, kita ini kan udah temanan dari lama. Apa Lo nganggap gue orang asing?"
"Gue nggak ada maksud kayak gitu. Lo udah banyak ngebantuin gue, mana mungkin gue ngerepotin Lo lagi"
"Raya... Raya... kita ini teman, gue gak akan ngerasa terbebani sama sekali"
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
^^^Follow Instagram Author^^^
^^^@zrae_08^^^
__ADS_1