Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Alergi


__ADS_3

...Ketidakbiasaan Membuatnya Terlihat Berbeda...


..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 35: Alergi...


...•••...


Reyhan tiba di tempat kediamannya. Tanpa berpikir panjang, Reyhan langsung masuk ke sana sebab itu adalah rumah dia sendiri. Memangnya untuk masuk ke dalam rumah sendiri perlu izin dari siapa? Tidak perlu izin dari siapapun bukan?


Hal yang pertama kali Reyhan lihat begitu pintu terbuka adalah kedua orangtuanya. Papa dan juga mamanya sedang duduk di sofa sembari menyeduh secangkir teh


Seolah tidak menyadari keberadaan orangtuanya, Reyhan berjalan tanpa mengucap sepatah kata apa pun ketika melewati mereka


"Jam segini baru pulang, darimana aja kamu?" -tegur papa Reyhan


Langkah kaki Reyhan terpaksa harus berhenti saat hendak menaiki anak tangga "Habis nganterin Raya"


"Oh... papa kira kamu masih keluyuran nggak jelas lagi"


"Bisa gak pa, jangan ikut campur dalam urusan pribadi Reyhan"


Ucapan yang keluar dari mulut papanya membuat kedua telinga milik Reyhan terasa panas. Omongan itu seakan meragukan apa yang Reyhan katakan


Papa Reyhan bangkit dari tempat duduknya, "Kenapa kamu jadi ngelarang? Papa ini orangtua kamu, jelas papa berhak untuk ikut campur"


"Tapi Reyhan punya kehidupan sendiri pa, mohon papa bisa ngertiin" -Reyhan menunjuk dirinya sendiri dengan memberikan penekanan di tiap katanya


Dalam diri Reyhan terdapat jiwa pemberontak, akibat adanya sebuah tekanan menjadikan dia seorang yang suka melawan. Reyhan kembali menaiki anak tangga yang tadinya sempat tertunda


"Reyhan"


"Tunggu dulu, papa belum selesai bicara!" -papa Reyhan mencegat anaknya untuk pergi


Lagi-lagi Reyhan harus menghentikan langkah dan berbalik badan. Dia sudah menaiki beberapa anak tangga, dan tetap ada diposisi itu menatap papanya


"Ada apa lagi pa?" -Reyhan tidak ingin berlama-lama berada disana


"Papa cuma mau bilang sesuatu ke kam-"


Belum selesai papanya bicara, Reyhan sudah memotong pembicaraan "Kalo nggak penting Reyhan gak mau dengerinnya"


"Ck, Yang mau papa sampaikan ini penting Rey" -decak seorang ayah mencoba meyakinkan anaknya


"Ok, Reyhan akan dengerin apa yang akan papa sampaikan" -Karena rasa penasarannya lebih kuat, akhirnya dia mengambil keputusan untuk mau mendengar papanya


Demi mendengar hal penting yang mau di sampaikan oleh sang papa, Reyhan mengalah dan turun dari tangga. Dia lalu berdiri berhadapan dengan papanya.


Tinggi badan Reyhan tidak beda jauh dengan sang papa, sehingga pandangan mata mereka dapat saling beradu tatapan


"Sepupu kamu akan pindah ke SMA Star besok" -ucap papa Reyhan dengan nada bicara yang serius


Alis mata milik Reyhan terangkat sebelah "Yang mana satu?"


"Namanya Er-"


Tangan Reyhan terangkat menginstruksikan agar papanya tidak meneruskan nama orang yang diucapkan

__ADS_1


"Cukup! Reyhan udah tau siapa orangnya"


"Mama harap kamu dan dia kalo bertemu nanti, kalian berdua bisa mengendalikan diri masing-masing" -mama Reyhan yang sedari tadi hanya diam akhirnya memberikan nasihat


Kedua kaki milik Reyhan kembali mengambil langkah menaiki anak tangga untuk sampai ke kamarnya yang ada dilantai 2. Setibanya berada dalam kamar, Reyhan membaringkan diri di atas kasurnya yang berukuran king size


Pikiran teringat akan Raya, dia kemudian mengambil ponsel miliknya dan mengirimkan bubble chat ke Raya. Raya yang kebetulan sedang on langsung membalas bubble chat di notifikasi nya


Bubble chat Reyhan


"Gue udah nyampe di rumah"


^^^Bubble chat Raya^^^


^^^"?"^^^


^^^"Perasaan gue gak ada nanya, Lo udah nyampe apa belum ke rumah"^^^


Bubble chat Reyhan


"Memang Lo nggak ada nanya. Tapi gue gak mau buat Lo jadi kepikiran gara-gara gua nggak ngasih kabar"


^^^Bubble chat Raya^^^


^^^"Siapa juga yang lagi mikirin Lo"^^^


Bubble chat Reyhan


"Yakin gak lagi mikirin gue?"


^^^Bubble chat Raya^^^


Rayap langsung menutup ponsel miliknya begitu bubble chat itu terkirim. Dia tidak habis pikir kenapa ada orang dengan tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi seperti Reyhan


Sekarang gadis itu sedang memandang kearah bayangan dirinya yang terpantul di dalam cermin. Mata Raya tertuju pada area bibir, tangannya mulai terangkat dan menyentuh pelan disana


Perlahan tangan Raya mengusap bibirnya yang memerah dan sedikit membengkak, akibat ulah Reyhan tadi


"Bibir mu kenapa Ray?"


Mendengar suara mamanya membuat Raya terpanjat dari tempat dia duduk "Eh, mama!"


"Kenapa kaget sih? Padahal tadi mama udah ngetuk pintu sebelum masuk" -Widia heran melihat tingkah anaknya yang tidak biasa


Sebuah senyuman kikuk menghiasi wajah Raya "Hmm Raya gak kaget kok, tadi itu refleks aja"


"Oh gitu... Terus ngapain tangan kamu megangin bibir tadi? Bibir mu pecah-pecah lagi ya? Kan udah mama bilang harus minum air yang banyak, coba sini mana lihat dulu" -rasa penasaran menyelimuti Widia


"Nggak usah ma. Bibir Raya nggak kenapa-kenapa kok"


Gawat !!


Jika Widia sampai melihat bibir Raya, dia pasti akan langsung tahu kalau anaknya sudah berciuman


"Ya mama kan cuma mau liat doang, masak dilarang" -Widia tetap berpendirian teguh


Sementara Raya berusaha keras untuk mengelak "Aduh, jangan ma"

__ADS_1


"Mama pokoknya mau liat. Bentar aja, 1x liat udah itu udah"


Usaha keras Widia untuk melihat bibir milik anaknya berhasil, dia berhasil menyingkirkan tangan Raya yang sedari tadi menutupi bibir itu. Matanya menatap tajam kearah bibir Raya yang sedikit merah juga membengkak


"Ini seperti?-"


Detak jantung Raya berdegup lebih cepat dari biasanya, rasa takut jelas ada jika sampai mamanya tau itu karena sehabis ciuman


"Seperti apa ma?"


"Kamu? Terkena alergi ya?"


Pffttt...


Raya bersusah paya untuk menahan suara tawanya. Untung saja Widia tidak sadar penyebab bibir Raya seperti itu karena ciuman


Dia menyangka bahwa Raya terkena alergi yang membuat pembengkakan dan warna kemerahan di bibir


"Apa, alergi? I-iya ma. Raya alergian tadi" -pernyataan salah dari Widia di benarkan oleh Raya


"Pasti sakit ya? Kamu tunggu disini, mama ambilin air es untuk kompres bibir kamu dulu" -Widia yang cemas dengan sigap mengambil es batu didapur


"Hufft... untung aja mama gak tau" -batin Raya berbicara


"Ini dia air es sama kainnya, kamu kompres dulu biar gak makin parah alerginya"


Seusai instruksi yang diberikan Widia, Raya mengompres bibir miliknya yang sebenarnya tidak kenapa-kenapa. Dia menurut saja dengan yang di bilang Widia, agar tidak menimbulkan rasa curiga


"Memangnya kamu habis makan apa sih sampai bisa alergian kayak gini?"


Raya hanya diam tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Widia. Ini semua karena Reyhan yang memberi kecupan dibibir miliknya. Apa mungkin ini namanya alergi bibir?


Wkwkwkq


"Padahal seingat mama, kamu gak ada alergi sama apa-apa "


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...

__ADS_1


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^


__ADS_2