
...Kita Memulai Dengan Kesepakatan Akankah Berakhir Demikian Juga?...
..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 14: Kertas...
...•••...
Malam semakin larut dan hari akan segera berganti, namun Raya masih tak kunjung juga pergi berbaring diatas kasurnya. Saat ini dia sedang duduk termenung dimeja belajar, dengan selembar kertas putih yang masih kosong. Pena ditangan Raya tidak mau bergerak untuk menggoreskan tintanya disana
"Apa yang akan aku tulis di kertas kosong ini, malaikat tolong bantu aku" -gadis itu berbicara kepada dirinya sendiri
Kedua mata miliknya sudah mulai terasa berat, namun sebuah ide tak juga muncul didalam kepalanya. Raya yang sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa kantukpun akhirnya terlelap di atas meja belajar
Disisi lain (Kamar Reyhan)
Reyhan dengan begitu mudah bisa menggoreskan tinta diatas kertas yang akan jadi perjanjian diantara mereka berdua. Setiap hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dia tuliskan kedalam kertas itu. Tinta diatas kertas itu dibacanya ulang, untuk memastikan semua keinginan dia sudah tercatat
Pria itu tampak tersenyum puas dengan apa yang sudah dia tuliskan disana. Reyhan sudah tidak sabar dengan harga esok
Kringgg...
Suara alarm yang amat berisik telah berbunyi dari 1jam lalu, namun si penyetel tak kunjung bangun dari tidurnya
Raya masih tertidur dimeja belajar, cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela tepat mengenai wajahnya. Perlahan mata itu mulai terbuka, Raya terbangun dengan sedikit memicingkan mata kala sinar mentari menyilaukan mata
Jam yang terpasang di dinding kamar, berhasil membuat Raya membuka mata. Dia segera bangun dan bersiap-siap untuk pergi kerja
"Gawat udah jam segini, kenapa gue ketiduran sih. Bisa-bisa gue telat masuk kerja" -Raya menggerutu dirinya
Drrttt...
Ponsel miliknya bergetar ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal disana
Raya mengklik ikon bewarna hijau yang membuat panggilan itu terhubung "Hallo Ray, ini gue Devan"
"Devan nelpon gue, jangan-jangan dia marah gue belum datang" -batin Raya berbicara
"Devan maaf ya gue ketiduran. Mungkin datangnya agak telat ke Resto"
"Oops santai girl. Justru gue nelpon Lo gara-gara itu, hari ini Lo gak perlu masuk kerja"
"Ha serius Lo? Tapi Lo gak mecat gue kan?" -Raya menaruh rasa curiga
"Nggaklah" -sanggah Devan
"Kenapa gue gak perlu masuk kerja hari ini?"
"Reyhan bilang ke gue, kalian mau pergi ke rumah sakit liat mama Lo. Lagian gak mungkin juga gue ngelarang Lo buat ketemu sama mama Lo sendiri"
"Makasih ya"
Panggilan itu terputus, Raya kembali dengan kesibukannya yang harus menulis hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan selama dia menjadi pacar pura-pura Reyhan
"Ya ampun, gue belum nulis apa-apa dikertas ini. Ayolah otak berkerja!" -tangan Raya mengacak-acak rambutnya yang terurai
Setelah berpikir dengan keras, sebuah ide akhirnya terlintas, "Oh iya... sekarang gue tau apa yang harus gue tuliskan"
Kertas putih yang semula kosong kini diberi goresan tinta membentuk tulisan-tulisan yang akan menentukan jalannya konspirasi antara dia dan juga Reyhan
__ADS_1
...•••...
"Kak aku boleh ikutan pergi sama rombongan teman-teman nanti gak?"
"Mau kemana?" -tanya Raya sembari tetap melanjutkan kegiatan menyapunya
"Bu guru bilang mau ngajak jalan-jalan sambil belajar disekitar sekolah"
Kepalanya mengangguk pelan "Ouh... Iya boleh kok. Perginya mau kakak antar?"
"Nggak usah, nanti ada bus yang ngantar" -tolak Bella
"Kalo pulang?"
"Ada juga"
Ini kesempatan yang bagus, Raya jadi tidak perlu berbohong lagi kepada adiknya. Dia dan juga Reyhan bisa pergi kerumah sakit setelah Bella menaiki bus nanti
Raya meraih ponsel untuk memberi kabar pada Reyhan. Ketika ponsel itu dinyalakan, ada bubble chat WhatsApp dari Reyhan yang masuk
"Udah siap?" -tanya Reyhan di chat
"Jangan datang dulu" -cegat Raya
"Napa?"
"Adik gue masih di rumah, bentar lagi dia pergi. Nanti gue kabarin"
"Ok"
Didapur Raya memasak makanan untuk bekal adiknya nanti, Dia memasak nasi goreng yang menjadi kesukaan Bella
"Bella ayo makan dulu"
"Wah... nasi goreng"
"Ini kakak udah siapin bekal juga, nanti kamu makan ya"
Suapan demi suapan Bella menyendok nasi goreng itu kemulutnya sampai habis. Masakan yang dimasak Raya menang tidak ada lawannya, bahkan hidangan restoran mewah sekalipun mungkin kalah
Tin... tin...
Suara klakson yang sepertinya di bunyikan didepan kontrakan kecil mereka
Raya membantu adiknya untuk bersiap-siap, dia memasukkan semua barang yang akan Bella perlukan nanti ke tas ransel
"Baik-baik ya, jangan jauh-jauh dari kawannya yang lain" -nasehat Raya
Tangan Bella melambai memberi salam dari jauh kepada Raya, setelah itu dia menaiki bus bersama dengan teman-teman 1kelasnya yang lain
Buspun perlahan bergerak pergi dari tempat itu, Raya segera mengambil kembali ponsel miliknya dan menghubungi Reyhan
"Lo bisa datang sekarang" -Raya mengirim bubble chat singkat itu
Beberapa detik kemudian chat itu mendapatkan balasan bubble chat dari Reyhan "Ok"
Selagi menunggu Reyhan datang, Raya duduk di meja luar sembari menyantap makanannya. Makanan Raya baru habis setengah, dan Reyhan sudah sampai dengan motornya
"Tunggu bentar ya gue makan dulu" -Raya memperlihatkan nasi goreng yang masih ada di piringnya
__ADS_1
"Buat gue mana? Masak Lo doang yang makan" -ketus pria itu
"Lo bukannya udah makan? Heh itu punya gue!"
Reyhan dengan santai mengambil piring Raya lalu memakan nasi goreng yang tersisa, "Ambil aja lagi yang baru sana"
"Gak jadi, udah kenyang" -ya memang sebenarnya dia sudah kenyang
Nasi goreng yang tersisa tinggal setengah itu dihabiskan Reyhan tanpa ada sisa
"Ini Lo yang masak?"
"Ya iyalah, pasti enakkan?"
Bibir Reyhan sedikit terangkat, "Hmm gue kasih bintang 3"
"What! Nasi goreng kayak gini Lo bilang bintang 3?"
"Gak ada dagingnya" -Reyhan menyebutkan kekurangan dari nasi goreng itu
Jelas saja nasib goreng yang dimasak Raya tidak ada dagingnya, harga dagingkan gak murah. Uang Raya tidak cukup membelinya
"Kalo Lo mau pake daging, ya sana beli sendiri"
"Nanti Lo yang masak?"
"Nggaklah"
"Oh ya, ini kertas punya gue"
Reyhan menyodorkan kertas miliknya. Saat kertas itu hendak diambil Raya, Reyhan justru menariknya kembali
"Eisst... kertas Lo mana. Biar kita sama-sama baca"
"Ni kertas gue" -Raya menyerahkan kertasnya dari dalam tas
Keduanya saling bertukar kertas. Mereka membaca dengan teliti setiap kata yang tertulis dalamnya
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
__ADS_1
^^^Follow Instagram Author^^^
^^^@zrae_08^^^