
...Meskipun Kita Hanyalah Sandiwara Aku Tidak Akan Membiarkan Mu Terluka...
..._Bad Angel: Geng Motor Berkuasa_...
...Chapter 21:...
...•••...
Rooftop sekolah sudah seperti markas bagi para geng motor 'Bad Angle, pasalnya mereka kerap kali berada di sana. Mau di saat jam istirahat ataupun ketika mereka bolos pada jam pelajaran, tempat itu akan menjadi tujuan mereka
Jam pelajaran masih berlangsung, tapi mereka justru berada di rooftop. Minuman kaleng dan juga beberapa gorengan lebih menarik, jika dibandingkan dengan materi pelajaran dikelas
Di ruangan kelas XII IPA ³ yang merupakan ruang kelas ke-limanya sedang berlangsung mata pelajaran sejarah. Itu adalah pelajaran yang dianggap membosankan
Untuk apa kembali mengulas semua hal yang telah lama terjadi? Yang sudah terjadi biarlah itu terjadi, tidak perlu diingat kembali. Apa lagi mengingat dia yang tidak pasti
"Itu Raya kan?"
"Raya? Dimana?"
"Reyhan!!" -suara teriakan
Leo dan Angga lebih dulu melihat Raya, gadis itu terlihat ngos-ngosan. Nafasnya naik turun tidak beraturan, sepertinya Raya berlari untuk sampai ke rooftop
"Sepertinya akan terjadi peperangan yang dahsyat" -Duga Alan
Dari suara teriakan Raya yang begitu keras ketika memanggil nama Reyhan, membuat Alan bisa menarik kesimpulan bahwa kedua orang itu akan kembali bertengkar
Namun bukannya datang untuk bertengkar, Raya malah berlari kearah Reyhan dan langsung memeluk pria itu. Mata Reyhan seketika membulat sempurna
"Omg! Tolong kasih tau gue, kalau ini semua cuma mimpi"
Devan mencubit tangan Leo
"Ahhk sakit bego" -Leo menjerit sakit
"Sekarang Lo tau kan, ini kenyataan bukan didalam mimpi"
"Tapi nggak usah pakai di cubit juga!" -tangan Leo menjitak kepada Devan
"Lo sendiri yang minta tadi"
Mendengar teman-teman para geng motornya berbicara tentang dia dan juga Raya, Reyhan kemudian memberikan instruksi dengan gerakan kedua jari tangan
^^^"Arti instruksi "^^^
^^^Kalian pergi dulu dari rooftop, ini cukup jadi urusan pribadi gue sama dia^^^
Instruksi Reyhan membuat kedua bola mata Angga memutar, "Hmm giliran lagi mesra-mesraan sama cewek, malah nyuruh temannya sendiri untuk pergi"
"Kita pergi ajalah, dari pada disini kita kayak nyamuk yang kerjanya ganggu orang" -Alan berdiri dari tempat duduknya diikuti anggota lain
Devan sendiri justru mencegat aksi itu, "Tunggu bentar"
"Napa?" -Leo terheran
__ADS_1
"Gorengan sama minuman kaleng nya masih banyak, sayang kalo di tinggal" -tutur Devan
"Astaga"
Minuman kaleng dan beberapa piring yang masih berisikan gorengan ikut dibawa Devan pergi bersama dengan nya. Tinggallah Raya bersama dengan Reyhan yang berada di rooftop
"Gue senang banget, Bu Dewi bilang beasiswa gue gak jadi dicabut" -tutur Raya sangat bahagia
Jadi ini yang dimaksud Reyhan semalam. Pria itu ternyata benar-benar menepati janjinya, kini Raya tidak perlu khawatir lagi tentang biaya sekolah. Raya bisa tetap menempuh pendidikannya di SMA Star tanpa perlu memikirkan biaya
Tangan Reyhan membelai lembut rambut Rambut yang terikat "Kan udah gue bilang, jangan khawatir. Gue yang akan selesaikan masalah Lo"
"Makasih banyak ya, Lo udah nepatin janji"
"Iya, santai aja kali. Tapi Lo mau sampai kapan meluk gue? Jangan bilang Lo mau ngambil kesempatan?"
Di detik itu juga, Raya langsung melepas pelukannya dari Reyhan. Kedua pipi Raya memerah, dia memeluk Reyhan cukup lama Raya tadi
"Siapa juga yang mau ngambil kesempatan sama Lo, dasar cowok songong" -cibir Raya
Raya berbalik badan dan melangkahkan kaki untuk pergi dari sana. Sebelum Raya melangkah lebih jauh, Reyhan mencegat gadis itu dengan menarik tangannya
"Pergi gitu aja?" -nada ketus Reyhan
Suara Reyhan berhasil menghentikan Raya meski tetap dengan posisi membelakangi "Apa lagi? gue kan udah bilang makasih tadi"
"Makasihnya jangan hanya ucapan, tapi juga lewat perbuatan" -Reyhan berdiri tepat dihadapannya
"Lo mau ngapain? Jangan macam-macam sama gue, Lo tau kan gue jago beladiri" -posisi gadis itu membentuk kuda-kuda
"Hahaha... Pikiran Lo harus dijaga, gue nggak mungkin mau macam-macam sama cewek sendiri"
"Pura-pura ingat!"
"Iya tau cuma pura-pura, tapi tetap aja Lo pacar gue"
Raya tertegun sejenak "Jadi mau Lo apa sebagai ucapan terimakasih dari gue? Apapun akan gue lakuin"
Alis mata Reyhan terangkat seolah meragukan yang baru di bilang Raya "Yakin apapun?"
"Intinya jangan yang aneh-aneh" -sanggah Raya sembari menyilangkan kedua tangannya di depan
"Gue lapar, masakin gue makanan. Gue mau makan makanan yang Lo masak"
...•••...
Raya didapur sedang memasak masakan yang sudah menjadi andalannya, apalagi kalau tidak nasi goreng. Saat dia sedang mengiris bawang, tanpa sengaja pisau yang Raya gunakan untuk mengiris bawang malah menggoreng tangan miliknya.
"Aww..."
"Lo kenapa"
"Jari gue tergores pisau" -Raya memperlihatkan tangan miliknya
Cairan kental bewarna merah khas darah, mulai menetes dari ujung jari telunjuknya yang terluka. Tanpa menggu waktu lebih lama lagi, Reyhan segera bangkit dari tempat duduknya menghampiri Raya
__ADS_1
"Tangan Lo berdarah" -tutur Reyhan
"Gue juga tau itu"
"Sini" -Reyhan mengecup jari Raya dan menyedot darah dari luka
"Nga-ngapain Lo"
Semua darah yang keluar dari luka disedot habis oleh Reyhan, tanpa memperdulikan Raya yang mencoba untuk melepaskan tangannya. Raya yang tadinya memberontak kini berhenti bergerak, matanya tidak bisa berhenti memandang Reyhan
Reyhan menghentikan aksinya menyedot jari milik Raya setelah merasakan bahwa luka itu tidak lagi mengeluarkan darah. Dia langsung memuntahkan, semua darah yang ada didalam mulutnya dan membersihkan luka itu dengan air yang mengalir
"Lo taruh dimana kotak p3k?"
"Dirumah gue nggak ada kotak begituan"
"Kenapa bisa nggak ada?!" -Reyhan menaikan nada bicaranya
Melihat itu Raya juga tidak mau kalah, dia menaikkan nadanya juga "Ini rumah gue, suka-suka gue isinya apa apa. ngapain Lo yang ngatur!"
"Debat sama Lo gak ada guna, Lo tunggu di sini jangan kemana-mana"
"Oi Lo mau kemana?!" -panggil Raya
Teriakan itu tidak digubris oleh Reyhan, dia pergi keluar dari kontrakan kecil yang menjadi tempat tinggal dengan kunci motor ditangannya. Reyhan pergi menaiki motornya ntah kemana, sebab dia tidak mengatakan apa-apa saat meninggalkan Raya
Bagi orang yang sudah ahli dalam berkendara seperti Reyhan, bukan lagi hal yang sulit dalam mengatur kecepatan membawa motor. Selang beberapa menit kemudian, si ketua geng motor 'Bad Angle sudah kembali ke kontrakan Raya
Langkah kaki Reyhan segera menuju ke dapur, tempat dimana Raya berada
"Mana tangan Lo"
•••
Bersambung______
•••
...Terimakasih sudah membaca...
...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...
...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...
...Like ✓...
...Komentar✓...
...Dan Juga Share ✓...
...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...
...Jangan lewatkan keseruan nya!!...
^^^Follow Instagram Author^^^
__ADS_1
^^^@zrae_08^^^