Bad Angel: Geng Motor Berkuasa

Bad Angel: Geng Motor Berkuasa
Gambar abstrak


__ADS_3

...Jika Di Perhatikan Baik-baik...


...Aku Bisa Melihat Nya Dengan Sangat Jelas...


..._Bad Angle: Geng Motor Berkuasa_...


...Chapter 24: Gambar Abstrak ...


Like & Komen


Juga jangan lupa untuk men-share, biar aku semangat untuk update chapter ² seru lainnya


Selamat Membaca


...•••...


Ruangan kelas XII IPA¹


Tempat dimana kelas Raya berada


Gadis cantik yang duduk di bangku paling belakang dekat jendela terlihat sedang menggerakkan tangannya diatas selembar kertas. Tangan itu menggenggam sebuah pena yang menggoreskan coretan tinta disana


Raya menggambar abstrak menggunakan pena itu. Tapi tunggu dulu! Jika dilihat lebih jelas lagi, sepertinya dia sedang menggambar seseorang


Diakhir gambar Raya menuliskan 'Cowok Songong. Apakah yang dia maksud adalah Reyhan?


"Apakah ada yang bisa memberikan contoh dari deskripsi?" -tanya Bu Dewi yang sedang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia disana


Sudah menjadi hal yang biasa jika seorang guru memberikan sebuah pertanyaan ditengah-tengah pelajaran. Menundukkan kepala juga sudah menjadi sebuah tradisi, untuk bersembunyi supaya tidak ditunjuk guru


Kepala semua siswa diruang kelas XII IPA¹ menunduk, terkecuali Raya. Dia masih asik dengan aktivitasnya sendiri, menggores tinta pena diatas selembar kertas


"Ya Raya. Tolong berikan contoh deskripsi" -seakan tidak punya pilihan lain, Bu Dewi pun akhirnya menunjuk Raya


Jari telunjuk Raya menunjuk kearah dirinya sendiri, "Sa-saya Bu?"


"Iya kamu"


"Eh... hmm... di SMA Star ada sebuah geng motor yang berkuasa, namanya Bad Angel. Bad Angel beranggotakan 5 orang, ada Reyhan, Angga, Leo, Devan dan juga Alan dengan Reyhan sebagai ketua. Ketua Bad Angel memiliki pacar yang bernama Ray-"


Tangan Raya mengatup mulutnya, membuat apa yang dia ucapankan menjadi terhenti. Raya menggerutu dirinya dalam hati, dia seakan hilang kesadaran saat mengatakan hal itu


"Astaga Raya! Lo barusan ngomong apa tadi? Bego banget si!" -gerutu Raya marah terhadap diri dia sendiri


Dia mulai mendapat sorakan dari para teman sekelasnya


"Cie.."


"Sweet, sweet "


"Pacar nggak tuch"


Via yang duduk di samping Raya mengulurkan tangan untuk mencolek bahu temannya itu. Raya yang merasa terpanggil pun menolehkan kepalanya ke arah samping


Kedua tangan Via terangkat sembari menunjukkan jempol "Keren Ray!!"


"Ck apa-apaan si Lo"


"Pacar yang bernama Raya. Sweet... sweet... hahahah" -Via meneruskan ucapan Raya yang belum selesai


"Hei"

__ADS_1


Sebelah tangan Raya hendak mencubit Via, namun dengan cekatan Via bisa menghindar dari serangan Raya "Nggak kenak"


Ketenangan kelas berganti menjadi riuh yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa kali Bu Dewi memberikan instruksi untuk kembali tenang, namun tidak satupun dari mereka yang mengharukan


"Harap tenang anak-anak!" -pintah Bu Dewi menaikkan 1 oktaf nada bicaranya


Akhirnya usaha Bu Dewi untuk membuat semua siswa tenang berhasil. Namun sangat disayangkan hal tersebut hanya dapat berlangsung selama beberapa detik saja, sebab bell berbunyi di detik berikutnya


Kringgg...


Bunyi lonceng berbunyi


Suara lonceng dari bell pulang adalah bunyi kemenangan bagi mereka, pasalnya jam demi jam melelehkan yang dilalui ketika belajar akhirnya berakhir juga


Walaupun sekolah ini adalah sekolah ternama, tidak jarang ditemukan kasus bahwa ada anak yang dipaksa oleh orang tuanya untuk masuk kesana


Ini menjadi salah satu alasan dari maraknya kejadian pemberontakan, seperti siswa yang ditemukan bolos disaat jam pelajaran di mulai


"Hore!"


"Yes... Akhirnya bell bunyi juga"


"Pulang! Pulang!"


Bu Dewi mengelah nafas panjang, kepalanya menggeleng melihat reaksi dari para murid yang bergembira begitu jam pelajaran berakhir


"Pelajaran hari ini cukup sampai disini, kita akan lanjutkan di minggu depan. Semuanya langsung pulang kerumah, jangan ada yang keluyuran"


"Baik Bu..." -jawab murid secara bersamaan dengan semangat yang membara


Semua murid membereskan buku-buku yang mereka keluarkan, lalu memasukkannya kembali kedalam tas. Mereka berebut untuk melewati pintu keluar


"Enak aja Lo, udah jelas gue yang Luan"


"Awas kalian semua, kasih gue lewat!"


Kenapa mereka langsung pulang? Apa semua siswa itu lupa dengan tugas piket kelas setelah sekolah selesai?


Jadwal piket kelas layaknya sekolah biasa tidak ada di SMA Star. Sekolah ternama ini memiliki petugas kebersihan yang akan bertugas untuk membersihkan setiap ruangan. Bila bell pertanda pulang telah dibunyikan, para siswa dapat langsung menggalakan kelas


Raya melewati pintu keluar setelah tidak ada lagi orang yang berebutan


"Ayo gue anterin pulang"


Gadis yang baru 1 langkah keluar dari pintu itu dengan terpaksa harus menghentikan kakinya lalu membalikkan badan. Telinga Raya mendengar suara yang tidak lagi asing, dia serentak dengan kehadiran Reyhan dibelakangnya


Apa Reyhan menunggu Raya untuk keluar dari dalam kelas?


Reyhan bersandar di dinding kelas dengan kedua tangannya yang menyilang didepan dada layaknya seorang penguasa


"Makasih, tapi gue bisa pulang sendiri"


Ajakan Reyhan yang menawarkan diri untuk mengantar Raya pulang ditolak, gadis itu kembali membalikkan badannya. Namun, lagi-lagi ada suara yang tidak asing menghentikan langkah kakinya


"Ini Lo yang gambar Ray?"


Via datang sambil menunjuk selembar kertas yang ada gambar ditangannya. Mata Raya membulat sempurna mengetahui Via kertasnya ada pada Via. Via mulai melihat-lihat apa yang digambar Raya didalam selembar kertas


"Lo-lo dapat dari mana?" -Raya menarik paksa kertas miliknya


"Di bawah meja Lo"

__ADS_1


Kertas itu disembunyikan Raya dibelakang punggungnya "Oh... Iya, ini memang benar kertas gue"


"Kayaknya gue pernah liat orang yang Lo gambar dikertas itu deh, itu... Reyhan kan?"


Spontan mendengar namanya disebut Reyhan menunjuk ke arah dirinya sendiri "Apa?! Gue?"


"Ng-nggak, ngomong apa si Lo" -kepala Raya menggeleng


"Coba sini kertasnya, gue mau liat"


Kertas yang Raya sembunyikan disebalik punggungnya berusaha direbut oleh Reyhan. Raya terus memberontak agar Reyhan tidak bisa merebut kertas itu darinya


Gerak memberontak yang dilakukan Raya bukanlah hal yang sulit untuk ditaklukkan oleh seorang Reyhan yang notabenenya adalah ketua geng motor. Lihat saja, saat ini Raya sudah berhasil dia kunci


"Cowok Songong?" -Reyhan membaca tulisan yang ada disana


Dia bisa mengingat dengan jelas, Raya sangat sering menyebutnya 'Cowok songong. Gambar abstrak yang tidak jelas itu juga sekilas mirip dengannya


"Lo beneran gambar gue? Bahkan digambar juga Lo masih aja ngatain gue 'Cowok songong"


"Suka hati gue lah, gambar juga gambar gue"


"Jangan bilang, kalo Lo beneran suka sama gu-"


"Omongan Lo jaga. Nanti orang bisa salah paham" -


"Tapi bukannya tadi Lo mendeskripsikan begini, 'Ketua Bad Angel memiliki pacar yang bernama R- Ahhkk" -belum sempat Via menyelesaikan kalimatnya, kaki dia diinjak kuat oleh Raya


"Via ngomong apa?" -tanya Reyhan penasaran


"Nggak tau, dia memang suka ngaco kayak gini. Gue balik duluan, kalian berdua lanjut ngobrol aja" -Raya segera kabur dari sana


"Tu-tungguin gue Raya!"


Via juga ikut kabur, dia juga takut jika harus berurusan dengan Reyhan


•••


Bersambung______


•••


...Terimakasih sudah membaca...


...Bad Angel: Geng Motor Berkuasa...


...Mohon untuk memberikan dukungan berupa...


...Like ✓...


...Komentar✓...


...Dan Juga Share ✓...


...Setiap hari akan update chapter baru, jadi FAVORIT cerita ini...


...Jangan lewatkan keseruan nya!!...


^^^Follow Instagram Author^^^


^^^@zrae_08^^^

__ADS_1


__ADS_2